Bagaimana Hukum Memakai dan meminjam barang punya teman tanpa sepengetahuan pemiliknya?



Pertanyaan:

Assalamu ’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga habib sekeluarga selalu dlm lindungan Allah swt.

Ya habib,saya tinggal di sebuah pesantren di jogja, hubungan antar teman sangat akrab, merupakan hal yg wajar disini jika ada yg meminjam barang milik teman tanpa izin dahulu, kadang meng-ghoshob sandal,menggunakan sabun punya teman yg ada di kamar mandi,dll. Bagaimana hukumnya bib, apakah kita harus meminta halalnya barang-barang yg pernah kita pakai,padahal kita kadang tidak tahu pasti si A atau si B yg punya barang tersebut. Sekalipun tahu,bisa dipastikan mereka akan mengikhlaskannya. Dosakah perbuatan ghoshob yg sudah lumrah di kalangan pesantren tersebut? Bagaimana solusinya bib?

Itu saja dulu bib,mohon maaf karena pertanyaan saya menyita waktu habib. Jazakumullahu ahsanal jaza. 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Habib Munzir bin Fuad Al Musawa Menjawab:

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

hal itu bukan Ghashab, namun halal, disebut : "ulima ridhaahu" yaitu diketahui keridhoan pemiliknya walau tak izin dulu.

(Contohnya) Jika A berteman dengan B, dan A biasa memakai motor B tanpa izin, dan B tak pernah melarang dan sudah biasa akan hal itu, maka hal itu disebut ’Ulima ridhaahu, hukumnya boleh saja, demikian pula pensil, makanan, minuman dan lainnya.

Salam rindu tuk anda di Jogja.

Demikian saudaraku yang kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dengan segala cita cita,

Wallahu a’lam.

Sumber : majelisrasulullah.org

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama