Merubah hari-hari penuh maksiyat dengan Ibadah


MERUBAH HARI-HARI PENUH MAKSIYAT DENGAN IBADAH

Kita terlalu percaya diri bahwa ibadah kita yang banyak, sedekah kita, ilmu dan harta yang berlimpah, itulah yang menjamin seseorang ke sorga, Jelas tidak, karena syarat utama masuk sorga adalah dengan rahmat-Nya.

Melakukan ibadah, tapi masih bangga diri, 'Ujub,riya dengan ibadah, dengan tetangga tidak baik, memutuskan silaturrahim pada kerabat dan sahabat, menyakiti teman-teman, majelis taklim yang sepi dari menceritakan sirah nabawi (sejarah Rasulullah) bahkan hampir tidak pernah mengenalkan pada ummat siapa sosok Nabi muhammad, mereka tidak dikenalkan para sahabat-sahabat, hingga dianggap kecintaan pada Rasulullah itu tidak perlu, yang penting kita mengaji dan Ibadah, wal 'Iyadzubillah..!!

Darimanakah kita mendapatkan ilmu agama ini, Islam,iman dan Ihsan ini, kalau bukan dari perantara Rasulullah?

Apakah kita terperdaya, pada mereka yang ingin menjadikan ummat islam terpecah penuh kebencian, kita dijadikan laksana "kacang lupa kulitnya."

Sungguh kalau tiada cinta dihati kita kepada Rasulullah,sang kekasih Allah ini, jangan berharap kita bisa mencium bau sorga-Nya.

Saudara-saudariku,
maksiat-maksiat seperti inilah bisa jadi akan menyeret kita ke neraka.

قال الحبيب عمر بن حفيظ بن الشيخ ابي بكر رضي الله عنه:
افضل الطاعة ترك المعاصي

Al-Habib Umar bin Hafidz berkata:

"Ketaatan yang paling utama adalah meninggalkan kemaksiatan."
Ibadah tidak akan terlalu berarti kalau bukan karena Cinta Allah dan Rasul-Nya dan ia tidak berusaha maksimal untuk meninggalkan maksiat.

"Semoga kita senantiasa diberikan hidayah dan taufiq-Nya"

( Alhabib Quraisy Baharun )

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama