Makna Rukun Iman dan Rukun Islam di dalam Al-Qur'an


MAKNA RUKUN IMAN DAN RUKUN ISLAM DI DALAM AL-QUR'AN

Assalamu'alaikum warahmatulahi wabarakatuhu Sahabat Rumah-Muslimin yang semoga selalu dalam Lindungan Allah dan RahmatNya Allah SWT, kali ini kami akan membahas dengan tema, Makna Rukun Iman dan Rukun Islam di dalam Al-Qur'an , selamat membaca, dan semoga ada manfaat didalamnya.

Makna Rukun Iman dan Rukun Islam

Rukun Iman

Dalam agama islam dikenal dua pilar penting yang menjadi pedoman hidup bagi seorang muslim, yaitu Rukun Iman dan Rukun Islam. Iman. Menurut bahasa, artinya membenarkan. Sedangkan, iman menurut istilah syariat, maksudnya mengakui dengan lisan (perkataan), membenarkan (tashdiiq) dengan hati dan mengamalkannnya dengan anggota tubuh.

Adapun Rukun iman itu sendiri terdiri atas 6 rukun antara lain:

1. Iman kepada Allah.
2. Iman kepada para malaikat.
3. Iman kepada kitab-kitab Allah.
4. Iman kepada Nabi dan Rasul
5. Iman kepada hari akhir (kiamat).
6. Iman kepada Qodar Allah yang baik atau yang buruk.

1. Iman kepada Allah Subhanallohu wa Ta’ala

Kita mengimani Rububiyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, artinya bahwa Allah adalah Rabb: Pencipta, Penguasa dan Pengatur segala yang ada di alam semesta ini. Kita juga harus mengimani uluhiyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala artinya Allah adalah Ilaah (sembahan) Yang hak, sedang segala sembahan selain-Nya adalah batil. Keimanan kita kepada Allah belumlah lengkap kalau tidak mengimani Asma’ dan Sifat-Nya, artinya bahwa Allah memiliki Nama-nama yang maha Indah serta sifat-sifat yang maha sempurna dan maha luhur.

Dan kita mengimani keesaan Allah Subhanallohu wa Ta’aladalam hal itu semua, artinya bahwa Allah Subhanallohu wa Ta’ala tiada sesuatupun yang menjadi sekutu bagi-Nya dalam rububiyah, uluhiyah, maupun dalam Asma’ dan sifat-Nya.

$ads={1}

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: “(Dia adalah) Tuhan seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya. Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beridat kepada-Nya. Adakah kamu

mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya (yang patut disembah)?”. (QS. Maryam: 65)
Dan firman Allah, yang artinya: “Tiada sesuatupun yang serupa dengan-Nya. Dan Dia-lah yang maha mendengar lagi Maha melihat”. (QS. Asy-Syura:11)

2. Iman Kepada Malaikat

Bagaimana kita mengimani para malaikat ? mengimani para malaikat Allah yakni dengan meyakini kebenaran adanya para malaikat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan para malaikat itu, sebagaimana firman-Nya, yang artinya: ”Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, tidak pernah mereka itu mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (QS. Al-anbiya: 26-27)

Mereka diciptakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka mereka beribadah kepada-Nya dan mematuhi segala perintah-Nya. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’, yang artinya: ” …Dan malaikat-malaikat yang disisi-Nya mereka tidak bersikap angkuh untuk beribadah kepada-Nyadan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. “ (QS. Al-Anbiya: 19-20).

3. Iman Kepada Kitab Allah

Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menurunkan kepada rasul-rasul-Nya kitab-kitab sebagai hujjah buat umat manusia dan sebagai pedoman hidup bagi orang-orang yang mengamalkannya, dengan kitab-kitab itulah para rasul mengajarkan kepada umatnya kebenaran dan kebersihan jiwa mereka dari kemuysrikan. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’, yang artinya: ”Sungguh, kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka Al-kitab dan neraca (keadilan) agar manusia melaksanakan keadilan… “ (QS. Al-Hadid: 25)

Dari kitab-kitab itu, yang kita kenal ialah :

Taurat, yang Allah turunkan kepada nabi Musa alaihi sallam, sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Maidah: 44.

Zabur, ialah kitab yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada Daud alaihi sallam.

Injil, diturunkan Allah kepada nabi Isa, sebagai pembenar dan pelengkap Taurat. Firman Allah : ”…Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa) injil yang berisi petunjuk dan nur, dan sebagai pembenar kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, serta sebagai petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS : Al-Maidah : 46)

Shuhuf, (lembaran-lembaran) yang diturunkan kepada nabi Ibrahim dan Musa, ‘Alaihimas-shalatu Wassalam.

Al-Quran, kitab yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala turunkan kepada Nabi Muhammad shalallohu ‘alahi wa sallam, penutup para nabi. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” Bulan Ramadhan yang diturunkan padanya (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang batil…” (QS. Al Baqarah: 185).

4. Iman Kepada Rasul-Rasul

Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengutus rasul-rasul kepada umat manusia, Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” (Kami telah mengutus mereka) sebagai rasul-rasul pembawa berita genbira dan pemberi peringatan, supaya tiada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah (diutusnya) rasul-rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. AN-Nisa: 165).

Kita mengimani bahwa rasul pertama adalah nabi Nuh dan rasul terakhir adalah Nabi Muhammad shalallohu ‘alahi wa sallam, semoga shalawat dan salam sejahtera untuk mereka semua. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ”Sesungguhnya Kami telahmewahyukan kepadamu sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi yang (datang) sesudahnya…” (QS. An-Nisa: 163).

5. Iman Kepada Hari Kiamat

Kita mengimani kebenaran hari akhirat, yaitu hari kiamat, yang tiada kehidupan lain sesudah hari tersebut.

Untuk itu kita mengimani kebangkitan, yaitu dihidupannya semua mahkluk yang sesudah mati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya:”Dan ditiuuplah sangkakala, maka matilah siapa yang ada dilangit dan siapa yang ada di bumi kecuali yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka bangkitmenunggu (putusannya masing-masing).” (QS. Az-Zumar: 68)

Kita mengimani adanya catatan-catatan amal yang diberikan kepada setiap manusia. Ada yang mengambilnya dengan tangan kanan dan ada yang mengambilnya dari belakang punggungnya dengan tangan kiri. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” Adapun orang yang diberikan kitabnya dengan tangan kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang punggungnya, maka dia akan berteriak celakalah aku dan dia akan masuk neraka yang menyala.” (QS. Al-Insyiqaq: 13-14).

$ads={2}

6. Iman Kepada Qadar Baik dan Buruk

Kita juga mengimani qadar (takdir) , yang baik dan yang buruk; yaitu ketentuan yang telah ditetapkan Allah untuk seluruh mahkluk-Nya sesuai dengan ilmu-Nya dan menurut hikmah kebijakan-Nya.

Iman kepada qadar ada empat tingkatan:

‘Ilmu
ialah mengimani bahwa Allah Maha tahu atas segala sesuatu,mengetahui apa yang terjadi, dengan ilmu-Nya yang Azali dan abadi. Allah sama sekali tidak menjadi tahu setelah sebelumnya tidakmenjadi tahu dan sama sekali tidak lupa dengan apa yang dikehendaki.

Kitabah
ialah mengimani bahwa Allah telah mencatat di Lauh Mahfuzh apa yang terjadi sampai hari kiamat. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ”Apakah kamu tidak mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. sesungguhnya tu (semua) tertulis dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya Allah yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hajj: 70)

Masyi’ah
ialah mengimani bawa Allah Subhanahu Wa Ta’ala. telah menghendaki segala apa yang ada di langit dan di bumi, tiada sesuatupun yang terjadi tanpa dengan kehendak-Nya. Apa yang dikehendaki Allah itulah yang terjadi dan apa yang tidak dikehendaki Allah tidak akan terjadi.

Khal
Ialah mengimani Allah Subhanahu Wa Ta’ala. adalah pencipta segala sesuatu. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” Alah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Hanya kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi.” (QS. Az-Zumar: 62-63).

Keempat tingkatan ini meliputi apa yang terjadi dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala sendiri dan apa yang terjadi dari mahkluk. Maka segala apa yang dilakukan oleh mahkluk berupa ucapan, perbuatan atau tindakan meninggalkan, adalah diketahui, dicatat dan dikehendaki serta diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Rukun Islam

Penjelasan rukun islam oleh Habib Syauqi bin Syech Al Haddad dari Kitab Nailarroja Syarh Safinatunnaja :

فصل
اركان الإسلام
اركان الإسلام خمسة شهادة ان لآ اله الاّ الله و انّ محمدا رسول الله واقام الصّلاة وايتاء الزّكوةوصوم رمضان وحجّ البيت من استطاع اليه سبيلا

"Rukun islam itu lima bersaksi bahwa sesungguhnya tiada ilah (Tuhan) kecuali Allah dan sungguh Muhammad rasulullah dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan berpuasa Ramadhan dan pergi haji bagi orang yang mampu."

Makna fashl secara bahasa adalah penghalang antara dua hal. Secara istilah adalah suatu nama dari lafadz-lafadz tertentu yang menunjukkan makna tertentu, biasanya terdiri atas beberapa far', mas-alah, tanbiih.

اركان الإسلام

Makna "Rukun" secara bahasa adalah bagian sesuatu yang terkuat.
Makna "Rukun" secara istilah adalah bagian dari sesuatu yang tidak dapat mencapai hakikatnya kecuali dengan rukun tersebut.
Makna "Islam" secara bahasa adalah pasrah dan patuh.
Makna "Islam" secara istilah adalah tunduk dan patuh sesuai hukum-hukum syariat.
Sehingga, makna 'Rukun Islam' adalah bahwa bagian-bagian yang menunjukkan hakikat Islam itu terdapat dalam lima hal.

Ketahuilah, bahwa tidaklah sah seseorang masuk ke dalam agama Islam, kecuali dengan 6 (enam) syarat, yaitu: berakal, baligh, tanpa paksaan, mengucapkan dua kalimat syahadat, terus menerus dalam mengucapkannya dan tertib antara dua kalimat syahadat.

شهادة ان لآ اله الاّ الله و انّ محمدا رسول الله

1. Makna syahadat adalah meyakini dan mempercayai.

Makna ilaah menurut kata dasarnya adalah sesuatu yang disembah, walaupun secara tidak benar. Namun, yang dimaksud dalam hal ini adalah yang disembah dengan benar.
Sehingga, makna nya adalah bahwa rukun Islam yang pertama yaitu meyakini dan mempercayai bahwa tidak ada yang patut disembah secara benar di alam semesta ini kecuali Allah SWT dan bahwasannya Sayyiduna Muhammad SAW adalah utusan Allah bagi manusia dan jin menurut kesepakatan ulama, dan begitu pula bagi malaikat menurut pendapat yang kuat.
واقام الصّلاة

2. Makna iqamah adalah melaksanakan secara terus menerus ( Shalat )

Makna shalat secara bahasa adalah do'a. Sebagian pendapat do'a secara mutlak, namun sebagian menyatakan do'a yang baik. Secara syari'at shalat berarti suatu hal yang biasanya terdiri atas ucapan dan perbuatan, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.

Sehingga, makna nya adalah bahwa rukun Islam yang kedua yaitu melaksanakan shalat secara terus menerus dengan terpenuhi seluruh rukun dan syaratnya.
وايتاء الزّكوة

3. Makna iitaa-u adalah mengeluarkan ( Zakat )

Makna zakat secara bahasa adalah tumbuh dan menyucikan. Secara syariat adalah sesuatu yang dikeluarkan dari harta atau badan sesuai dengan ketentuan tertentu.

Sehingga makna nya adalah bahwa rukun Islam ketiga yaitu mengeluarkan zakat bagi orang yang mampu kepada orang-orang yang ada dari mereka yang berhak.

وصوم رمضان

Makna shaum secara bahasa adalah menahan diri, dan secara syariat adalah menahan diri dai hal-hal tertentu sesuai ketentuan tertentu dan dengan niat tertentu.

4. Puasa dibulan Ramadhan

Makna Ramadhan adalah nama bulan ke sembilan dari tahun hijriyah. Dinamakan semacam itu karena mereka tatkala ingin menetapkan nama-nama bulan bertepatan dengan cuaca yang sangat panas. Ramdha' artinya tanah yang sangat panas.

Sehingga maknanya adalah bahwa termasuk rukun Islam yang keempat adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa di setiap siang hari Bulan Ramadhan.

وحجّ البيت من استطاع اليه سبيلا

5. Haji 

Makna hajj secara bahasa adalah bermaksud, sedangkan secara syariat adalah bermaksud menuju rumah Allah SWT dengan niat ibadah.

Makna istitha' adalah bagi orang yang kuat dan mampu.

Makna sabiil adalah jalan

Sehingga, makna nya adalah bahwa rukun Islam yang kelima adalah bermaksud menuju Ka'bah untuk melakukan ibadah haji bagi orang yang mempunyai bekal pulang dan perginya dan mempunyai nafkah bagi orang yang wajib dinafkahi olehnya selama dalam perjalanan, dan terdapat kendaraan jika jarak menuju Makkah dua marhalan (83 km) atau lebih, dan terpenuhi pula syarat-syarat lain yang akan disebutkan dalam pembahasan berikutnya.

Sebagaimana haji itu diwajibkan bagi yang terpenuhi syarat-syarat di atas, diwajibkan pula melakukan umroh yang secara bahasa artinya berziarah dan secara syariat artinya berziarah menuju rumah Allah SWT dengan niat ibadah.
  
Itulah Uraian daripada makna Rukun Iman dan Rukun Islam didalam Al-Qur'an.

Demikian artikel " Makna Rukun Iman dan Rukun Islam di dalam Al-Qur'an "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama