Beginilah Cara Dakwah Para Keturunan Alawiyyin


BEGINILAH CARA DAKWAH PARA KETURUNAN ALAWIYYIN

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Nasihat ini disampaikan oleh Al Habib Abu Bakar Al-Adni Al-Masyhur di Arrobithoh Jakaarta, 23 Mei 2015

Keluarga alawiyyin tersebar di seluruh dunia masih terikat mahabbah & komunikasi satu sama lain, tapi mereka butuh mengkaji keberhasilan yg dicapai pendahulunya.

" Tugas berdakwah karena Allah berada di setiap pundak alawiyyin baik melalui kata-kata seperti ceramah atau mengajar & melalui berdiam. Yg berdiam berdakwah dengan menunjukkan ahlakulkarimah agar dapat dicontoh orang lain. "

Habib Abdul Qadir Assegaf Jeddah bercerita tentang sosok gurunya Al Habib Hamid bin Alwi AlBar yang berdakwah di Afrika selama 40 tahun utk mencari ridho Allah SWT padahal beliau bkn ahli pidato.

Habib Hamid berdagang disana dengan menunjukkan ahlak yang mulia kpd masyarakat. Ketika dia kembali ke negerinya (hadramaut), orang-orang merasa kehilangan beliau. Salah seorang tetangganya yang mengetahui kepulangan beliau, merasa sangat bersedih & menyesal. Dia berkata, 

"mengapa Habib pulang ? sungguh selama 40 tahun dia berlaku baik sama saya tdk pernah sedikitpun beliau mencari-cari kesalahan orang, selalu santun, tidak pernah mencibir rumah & keadaan saya". Inilah dakwah yg meninggalkan kesan manis mendalam dari diri seseorang.

$ads={1}

Para salaf memiliki berbagai karomah karena kemuliaan yg ada pada diri mereka karena kesungguhan terhadap amal ibadah kepada Allah swt. Terutama keistiqomahan mereka dalam mengabdi kepada Allah SWT. Karomah sesungguhnya untuk menguatkan diri dalam berdakwah & istiqomah.

Al Habib Abdullah bin Muhsin Alattas Bogor, dan Habib Muhammad bin Thahir Alhaddad Tegal, misalnya, adalah para pendahulu yang sarat dgn karomah & dicintai karena kekeramatannya. Namun apakah kita hanya mencintai karomahnya saja namun tdk mencintai apa yg telah mereka lakukan sehingga mereka memperoleh kedudukan tinggi itu? Jangan hanya kita pandai bercerita soal karomah namun kita gagal mengikuti jejak mereka, ahlak mereka, & amal-amal mereka. Jika kita mengikuti ahlak mereka, maka dakwah mereka akan terpelihara dengan baik karena tujuan mereka berdakwah bukan untuk menunjukkan karomah tapi menginginkan kita beragama, bertakwa, & berahlak baik. Dan berdakwah itu tidak dengan terjun ke hingar bingar politik dan pertikaian. Itu bukan berdakwah !!

Asas atau dasar kehidupan seorang sadah alawiy tidak hanya dlm bentuk stiker di tembok tapi menempel di dalam hati kita & di praktekan yaitu: ilmu, amal, khouf, wara' & ikhlas. Inilah kebanggaan kita walau dunia sekarang berubah tapi prinsip dasar kita ini tidak boleh berubah. Manusia yang sesungguhnya adalah yang dapat mewarnai orang  lain/masyarakat. Sebagai ahlul bait kita harus menjadi bahtera yang menyelamatkan orang-orang di sekitarnya dengan menggunakan manhaj atau metode dakwah yg berlandaskan 5 prinsip tadi. 
Dinamika yang terjadi seperti kejadian-kejadian politik, ekonomi dan sosial itu seperti angin, itu akan berlalu namun dakwah kita tidak boleh seperti itu. Dakwah para pendahulu tegar seperti gunung, tidak lumat dimakan waktu. Karena mereka ketika berdakwah tidak terpengaruh oleh paham-paham lain, atau terbawa kepada kondisi politik dan sosial yang ada. Tujuan mereka adalah bukan memperebutkan kekuasaan dan pengaruh, menjatuhkan pihak lain namun membantu masyarakat, menegakkan kebenaran, memperbaiki ahlak, bukan karena menarik simpati pemerintah atau partai tertentu tapi murni karena Allah swt. Sehingga dakwah mereka langgeng walaupun penguasa berganti, kehidupan sosial berubah, ajaran-ajaran kebaikan tetap terjaga.

Perumpamaan seorang salaf itu seperti apa yang terjadi antara Nabi Nuh as & anaknya. Nabi Nuh membangun bahtera namun Kan'an membangkang karena dia merasa apa yang dilakukan ayahnya merupakan pemikiran yang aneh. Dia lebih percaya gunung yang dpt menyelamatkannya. Begitu pula kita saat ini, banyak yang menganggap ajaran datuknya kuno, ketinggalan zaman, tidak relevan lagi saat ini. Jangan kita durhaka terhadap manhaj orang tua kita. Apakah kita ingin bernasib seperti Kan'an yang naas karena berpaling dari ajaran yang benar? 

Dukunglah arrobithoh berjuang menebarkan rahmat & cinta serta jangan terpecah belah karena terbawa keadaan & kondisi masa kini yang menjerumuskan. 

Sumber : ditulis Hafiz Alattas saat penerjemahan secara live tanpa menghilangkan makna sebenarnya. 

Demikian Artikel " Beginilah Cara Dakwah Para Keturunan Alawiyyin "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama