Kisah Lengkap Nabi Yakub AS, Sosok Yang Memberikan Keteladanan


KISAH LENGKAP NABI YAKUB AS, SOSOK YANG MEMBERIKAN KETELADANAN

RUMAH-MUSLIM.COM - Menceritakan kisah Nabi Yakub AS, merupakan salah satu kisah yang inspiratif. Apalagi kisah ini bisa dibilang sangat memberikan keleladanan yang baik sosok orang tua kepada anaknya.

Nabi Yakub AS merupakan Nabi Allah yang ke-10. Dimana Nabi Yakub sendiri merupakan putra dari Nabi Ishaq bin Ibrahim AS, sedangkan ibunya adalah anak saudara dari Nabi Ibrahim AS, bernama Rifqah binti A'zar. Ia merupakan saudara kembar dari putra Ishaq dan yang ke-dua bernama Ishu.

Kedua saudara kembar ini bisa dibilang tidak pernah rukun, mereka selalu berselisih, tidak memberikan kasih sayang satu sama lain,  bahkan Ishu memiliki rasa dendam dan iri kepada saudaranya yakni Yakub, di mana ia menganggap saudaranya ini lebih dimanjakan, disayang dan dicintai oleh ibunya.

Disuatu saat hubungan mereka semakin merenggang dan makin buruk setelah Ishu mengetahui bahwa Yakublah yang diajukan oleh Ibunya ketika ayahnya minta kedatangan anak-anaknya untuk didoakan dan diberkahi, sementara Ishaq merasa tidak dianggap, sebab ia tidak diberitahu dan tidak mendapatkan kesempatan seperti saudaranya yakni Yakub untuk memperoleh keberkahan dari doa sang ayahanda, Yakni Nabi Ishaq AS.

Melihat sikap saudaranya (Ishaq) yang bersikap cuek, kaku dan dingin terhadapnya serta sindiran-sindiran yang muncul dari rasa dengki dan irihati, bahkan ia selalu diancam maka datanglah Yakub kepada ayahnya untuk mengadukan sikap yang dimiliki Ishaq yang menyebabkan permusuhan. Ia berkata kepada ayahandanya dengan mengeluh :

" Wahai ayahku! Tolonglah berikan pikiran kepadaku, bagaimana harus aku menghadapi saudaraku Ishu yang membenciku mendendam dengki kepadaku dan selalu menyindirku dengan kata-kata yang menyakitkan hatiku, sehinggakan menjadi hubungan persaudaraan kami berdua renggang dan tegang tidak ada saling cinta mencintai saling sayang-menyayangi. Dia marah karena ayah memberkahi dan mendoakan aku agar aku memperolehi keturunan soleh, rezeki yang mudah dan kehidupan yang makmur serta kemewahan . Dia menyombongkan diri dengan kedua orang istrinya dari suku Kan'aan dan mengancam bahwa anak-anaknya dari kedua istri itu akan menjadi saingan berat bagi anak-anakku kelak didalam pencarian dan penghidupan dan macam-macam ancaman lain yang mencemas dan menyesakkan hatiku. Tolonglah ayah berikan aku pikiran bagaimana aku dapat mengatasi masalah ini serta mengatasinya dengan cara kekeluargaan.

$ads={1}

Setelah Yakub mengeluh dan menyampaikan segala unek-unek di dalam hatinya dan Nabi Ishaq yang juga turut kesal sebab pertengkaran kedua anaknya yang semakin lama semakin hebat, ia pun berkata :

" Wahai anakku, karena usiaku yang sudah lanjut aku tidak dapat menengahi kamu berdua ubanku sudah menutupi seluruh kepalaku, badanku sudah membongkok raut mukaku sudah kisut berkerut dan aku sudah berada di ambang pintu perpisahan dari kamu dan meninggalkan dunia yang fana ini. Aku khawatir bila aku sudah menutup usia, gangguan saudaramu Ishu kepadamu akan makin meningkat dan ia secara terbuka akan memusuhimu, berusaha mencari kecelakaanmu dan kebinasaanmu. Ia dalam usahanya memusuhimu akan mendapat sokongan dan pertolongan dan saudara-saudara iparnya yang berpengaruh dan berwibawa di negeri ini. Maka jalan yang terbaik bagimu, menurut pikiranku, engkau harus pergi meninggalkan negeri ini dan berhijrah engkau ke Fadan A'raam di daerah Irak, di mana bermukim bapak saudaramu saudara ibumu Laban bin Batu'il. Engkau dapat mengharap dinikahkan kepada salah seorang putrinya dan dengan demikian menjadi kuatlah kedudukan sosialmu disegani dan dihormati orang karena karena kedudukan mertuamu yang menonjol di mata masyarakat. Pergilah engkau ke sana dengan iringan doa daripadaku semoga Allah memberkahi perjalananmu, memberi rezeki murah dan mudah serta kehidupan yang tenang dan tenteram.

Nasihat yang diberikan oleh ayahnya tersebut didengar baik-baik olehnya (yakub). Ia pun berpikiran bahwa hubungan persaudaraan ini memang sudah semakin tidak baik dan sehat, dan bahkan sulit untuk dipersatukan kembali, setelah ia memikirkan baik-baik dan menelah nasihat ayahnya dalam hati Yakub pun segera mengemaskan barang-barang yang diperlukan dalam perjalanan ke bapak saudara dari ibunya Laban bin Batu'il. Ketika ia ingin pamit kepada orang tuanya untuk pergi ke saudaranya, ia terharu dan sedih.

Nabi Yakub Tiba di Irak

Nabi Yakub AS lalu memulai perjalanannya, di mana ia melewati padang pasir dan sahara yang luas, dengan kondisi cuaca yang terik dan angin samumnya (panas) yang dapat membakar kulit, Yakub meneruskan perjalanan seorang diri demi menuju fadan, tempat di mana a'ram bapak sauranya Laban tinggal.

Dalam perjalanan yang sangat jauh dan melewati medan yang cukup menghabiskan energi, ia suatu waktu berhenti beristirahat jika merasa letih dan lesu. Dan disalah satu tempat perhentiannya, ia sudah merasa sangat lelah, dan ia tertidur di teduhan sebuah batu karang  yang besar. Dalam tidurnya yang lelap, ia bermimpi akan mendapatkan rezeki yang luas, kehidupan yang aman dan damaii, keluarga dan cucu yang soleh dan bakti serta kerajaan yang besar dan makmur. Setelah itu bangunlah yakub dari tidurnya sambil mengusap matanya menoleh ke kanan dan ke kiri dan sadarlah bahwa apa  yang dilihatnya hanya sebuah mimpi belaka, namun ia tetap yakin bahwa mimpinya itu kelak akan menjadi kenyataan, sesuai apa yang disampaikan dan didoakan ayahnya diwaktu itu.

Rasa letih dan lelah hilang begitu saja, sebab mimpi tidur yang ia peroleh benar-benar membangkitkan semangat barunya, lalu ia bergegas untuk secepat mungkin tiba di lokasi yang di tuju untuk menemui sanak saudaranya dari pihak ibunya.

Akhirnya Yakub tiba di depan pintu gerbang kota Fadan A'ram setelah berhari-hari melewati perjalanan yang cukup panjang siang dan malam yang membosankan, yang ia lihat selama perjalanan hanya pasir dan langit saja. Alangkah lega hatinya ketika ia melihat binatang-binatang perliharaan berkeliaran di atas ladan rumput yang hijau, burung-burung berterbangan di udara yang cerah serta para penduduk kota yang melakukan rutinitasnya masing-masing.

$ads={2}

Sesampainya disalah satu persimpangan jalan ia berhenti sebentar bertanya kepada salah seorang penduduk untuk bertanya mengenai letak rumah saudara ibunya Laban barada. Karena Laban merupakan sosok yang tajir (kaya) dan salah satu orang terpandang di kotanya sebab memiliki perusahaan peternakan terbesar di kota itu, maka banyak orang yang tahu di mana alamat rumah beliau, lalu orang tersebut mengantarkan Yakub ke rumah yang di tuju. Penduduk yang ditanya itu segera menunjuk ke arah seorang gadis cantik yang sedang menggembala kambing seraya berkata kepada Yakub :

"Kebetulan sekali, itulah dia putrinya Laban yang akan dapat membawamu ke rumah ayahnya, ia bernama Rahil.

Dengan hati yang berdebar, pergilah Yakub menghampiri yang si wanita cantik itu yakni Rahil, lalu dengan suara yang terputus-putus seakan-akan ada sesuatu yang mengikat lidahnya, ia memperkenalkan diri, bahwa ia adalah saudara sepupunya sendiri. Ibunya bernama Rifqah adalah saudara kandung dari ayah si gadis itu. Selanjutnya ia menjelaskan kepada gadis itu bahwa ia datang ke Fadam A'raam dari Kan'aan dengan tujuan hendak menemui Laban, ayahnya untuk menyampaikan pesanan Ishaq, ayah Yakub kepada gadis itu. Maka dengan senang hati sikap yang ramah muka yang manis disilahkan yakub mengikutinya berjalan menuju rumah Laban bapa saudara ibunya.

Setelah itu ia bertemu, dan berpeluk-pelukan dengan mesra kepada bapak saudara ibunya, yang menandakan rasa gembira dengan pertemuan yang tidak disangka-sangka, sehingga mengalirlah air mata di pipi masing-masing sebab rasa terharu dan suka citanya. Maka disiapkan oleh Laban bin Batu'il tempat dan bilik khas untuk anak saudaranya Yakub yang tidak berbeda dengan tempat-tempat anak kandungnya sendiri, di mana ia dipersilahkan tinggal sesuka hati layak rumahnya sendiri.

Setelah selang beberapa waktu tinggal di rumah Laban, Yakub memberikan pesan dari ayahnya agar mereka berdua berbesan (antara ayah yakub dan laban) dengan menikahkan seorang dari putri-putrinya. Pesan tersebut ia terima dan laban setuju akan menikahkan laban dengan salah seorang putrinya, dengan syarat sebagai mas kawin, ia harus bekerja di dalam perusahaan peternakan milik laban selama 7 tahun. Yakub menyetujui syarat-syarat yang dikemukakan oleh Laban, bapak saudaranya itu dan bekerjalah ia sebagai seorang pengurus perusahaan peternakan terbesar di kota Fadan A'raam itu.

Setelah Yakub berkerja 7 tahun lamanya sesuai perjanjian yang ia terima dulu, ia menagih janji kepada bapak saudaranya yang akan menikahkan salah satu putrinya. Lantas, Laban menawarkan kepada Yakub salah seorang putrinya yang bernama Laiya adik dari rahul, karena lebih cantuk dari laiya yang ditawarkannya itu.Namun yakub mengutarakan keinginannya untuk menikahi rahil sebab menurut adat istiadat di kala itu seorang adik tidak boleh melangkahi kakaknya yang belum menikah. Dan laban yang memahami isi hati dari si Yakub pun akhirnya mempertimbangkan dan menyarankan untuk menikahi Laiya sebagai istri pertamanya dan Rahil sebagai istri keduanya yang akan di sunting kelak setelah ia menjalani mas kerja tujuh tahun di dalam perusahaan penternakannya.

Baca Juga :
Yakub yang sangat hormat kepada bapak saudaranya dan merasa berhutang budi kepadanya yang telah menerimanya di rumah sebagai keluarga, melayannya dengan baik dan tidak dibeda-bedakan seolah-olah anak kandungnya sendiri, tidak dapat berbuat apa-apa selain menerima permintaan dari bapa saudaranya itu. pernikahan dilaksanakan dan kontrak untuk masa tujuh tahun kedua ditanda-tangani.

Begitu masa tujuh tahun kedua berakhir dinikahkanlah Yakub dengan Rahil gadis yang sangat dicintainya dan selalu dikenang sejak pertemuan pertamanya tatkala ia masuk kota Fadan A'raam. Dengan demikian Nabi Ya'qub beristrikan dua wanita bersaudara, kakak dan adik, hal mana menurut syariat dan peraturan yang berlaku pada waktu tidak terlarang akan tetapi oleh syariat Muhammad SAW hal semacam itu diharamkan.

Laban memberi hadiah kepada kedua putrinya yaitu kedua isteri yakub seorang hamba sahaya untuk menjadi pembantu rumah tangga mereka. Dan dari kedua istrinya serta kedua hamba sahayanya itu Yakub dikurniai dua belas anak, di antaraya Yusuf dan Binyamin dari ibu Rahil sedang yang lain dari Laiya.

Kisah Nabi Yakub Di Dalam Al-Quran

Kisah Nabi Ya'qub tidak terdapat dalam Al-Quran secara tersendiri, namun disebut-sebut nama Ya'qub dalam hubungannya dengan Ibrahim, Yusuf dan lain-lain nabi. Bahkan kisah ini adalah bersumberkan dari kitab-kitab tafsir dan buku-buku sejarah.
  
(Berbagai Sumber/Rumah-Muslimin)

Demikian Artikel " Kisah Lengkap Nabi Yakub AS, Sosok Yang Memberikan Keteladanan "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama