Apakah Cinta Rasulullah Bisa Berakibat Syirik ?


Apakah Cinta Rasulullah Bisa Berakibat Syirik ?

Al-Habib Ali AlJufri:

Sesungguhnya ada orang-orang yang mengatakan:
"Kecintaan terhadap Nabi ada perbandingannya cinta terhadap Allah; iaitu ketika dibuat perbandingan, mestilah menjadikan cinta pada Baginda SallaLlahu 'Alaihi Wasallam kurang sedikit ----Sehingga cinta tersebut tidak menyemai peringkat ketuhanan yaitu bisa melebihi atau syirik. Jadi kurangkan sedikit kecintaan itu itu, seperti dua peringkat iaitu kurangkan (kecintaan pada Nabi SallaLlahu 'Alaihi Wasallam) daripada kecintaan pada Allah."

Perbandingan seperti itu adalah suatu bentuk dari syirik khafi (yang tersembunyi). Ini salah! --- Kerana menjadikan kecintaan pada Nabi SallaLlahu 'Alaihi Wasallam 'terpisah' dengan kecintaan pada Allah.

Tidak ada dalam agama kita sesuatu pun tentang kecintaan pada zat melainkan pada Zat Allah Ta'ala, tetapi kita cinta pada siapa yang mencintai Allah, dan kita mencintai perkara ini lebih banyak dari segalanya sesuai dengan kadar kecintaannya pada Allah..
Maka kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SallaLlahu 'Alaihi Wasallam adalah (berasal) daripada kecintaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. ..."

Hadis sahih dari Nabi SallaLlahu 'Alaihi Wasallam dalam Sahih Bukhari dan yang lainnya:
"Tiga perkara, sesiapa yang ada pada (diri)nya, ada kemanisan iman.' Tiga sifat, baginda bersabda sesiapa yang ada, dia akan merasai kemanisan iman."

Apakah dia sifat yang pertama?

Rasulullah SallaLlahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai pada dirinya (melebihi) daripada selain kedua-dua itu."

Rasulullah SallaLlahu 'Alaihi Wasallam tidak akan menyatukan kecintaan kepadanya dan kepada Allah dalam satu kecintaan. Dan mungkin hadisnya akan berbunyi (berganti) : "menjadikan Allah (dicintai) kemudian Rasul-Nya.. lebih dicintainya akan Allah kemudian Rasul-Nya. .."

"Kalaulah penggunaan perkataan itu boleh menjerumuskan kepada syubhah yang berbahaya, mungkinkah Nabi akan berkata seperti itu (menyatukan kecintaan Allan dan Rasulnya) ?

Tidak mungkin, selama-lamanya Nabi SallaLlahu 'Alaihi Wasallam akan berkata seperti itu! Kerana asal usul kecintaan terhadap Nabi Rasulillah SallaLlahu 'Alaihi Wasallam itu, sesungguhnya: kecintaan kepada Rasul SallaLlahu 'Alaihi Wasallam itu datang dari kecintaan kepada Allah."

"Maka permasalahan Cinta ini.. tidak boleh dibilang berlebih lebihan... yang betulnya ialah cinta yang mendalam terhadap Rasulullah SallaLlahu 'Alaihi Wasallam."

Seorang syeikh arif billah mengatakan:

"Permasalahan disini bukannya dari masalah tiadanya dalil. Dalil (naqli) itu ada sehingga, dalil 'aqli pun ada. Tetapi masalah itu pada "hubb" (cinta).---- 'Mereka yang mencintai (Rasulullah), tidak ada pada cintanya itu, masalah; sementara bagi mereka yang masih belum sempurna cintanya..
Aku tidak katakan dia tidak cinta, tetapi tidak sempurna lagi cintanya, atau tidak matang semua yang dirasakannya pada cintanya itu, ada masalah."

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholi 'ala sayyidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama