Jangan Menyembah Akal


Habibana Munzir Al Musawa:

Dalam agama islam kita tak menyembah akal, kita menyembah yg tak terlihat, sujud pada yg tak terlihat, berdoa dan meminta dan bicara pada yg terlihat, bermunajat kepada yg tak bisa didengar jawabannya, inilah islam,

Iman kepada Allah (tak terlihat) , kepada Rasul Nya (kitapun tak jumpa), sorga, neraka, kitapun tak melihatnya,

inilah agama samawi, bukan budak akal,

satu hal yg harus kita pegang adalah setiap gerakan shalat, juga haji, puasa, zakat dlsb mengandung hikmah hikmah luhur, namun bukan kewajiban kita untuk mengetahui hikmahnya,

kewajiban kita adalah mengamalkannya, karena kita akan terjebak oleh hukum akal bila selalu menghendaki jawaban dari maksud setiap Ajaran Rasul saw,

ya bila kita menemukan jawabannya, bila belum ??, karena kebodohan misalnya,

apakah lalu kita menolak mengamalkannya?, maka dengan itu kita menyembah akal karena hanya taat pd hal yg diterima akal.

Pertanyaan : \"mengapa\", merupakan pertanyaan berbahaya bila terlalu mendalam, karena puncaknya akan menjurus pd Allah swt dan syak wasangka pd Allah swt, mengapa Allah memerintahkan ini dan itu?, mengapa tidak seperti ini?,

maka tanpa kita sadari kita terjebak pemahaman untuk merubah diri kita sebagai Pencipta, dan Allah menjadi Hamba, karena kita ingin Allah taat pada keinginan kita, dan berbuat menurut kehendak kita, dan agar tidak berbuat terkecuali hal yg kita fahami, dan membatasi kehendak Nya untuk berbuat dengan hal yg bertentangan dengan akal kita.

tentunya kita beriman pada Allah, beriman pada yg Maha Ghaib, Maha tak terlihat namun Maha Berhak diimani oleh segenap hamba Nya,

demikian islam, demikian ajaran Sayyidina Muhammad saw, demikian para sahabat, demikian para Imam Ahlulbait, demikian para ulama dan fuqaha dari zaman zaman,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam Bishowab

Allahuma sholi 'ala sayidina muhammad nabiyil umiyi wa 'ala 'alihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama