Wednesday, April 25, 2018

Zuhud Dan Muhasabah Diri

Rate this posting:
{[['']]}

ZUHUD DAN MUHASABAH DIRI

Dzun Nun al-Mishri pernah meminta nasihat dari gurunya, Syekh Syukran Al-Qairawani (wafat 186 H) tentang makna zuhud.

Syekh Al-Qairawani mengatakan: “Ketahuilah, orang yang zuhud terhadap dunia itu; makanannya apa yang ditemukan, tempat tinggalnya di mana saja berada, pakaiannya adalah semua yang menutup auratnya, tempat duduknya adalah khalwat (menyendiri bersama Allah Ta’ala), ucapannya adalah Al-Qur’an, kawan akrabnya adalah Allah Ta’ala yang Mahaperkasa, teman satu perjalanannya adalah dzikir kepada Allah Ta’ala, pendampingnya adalah hidup sederhana, kesukaannya adalah diam, harapannya adalah rasa takut kepada Allah, kendaraannya ialah rindu kepada-Nya, ambisinya adalah nasihat, pemikirannya adalah mengambil pelajaran, bantalnya adalah kesabaran, alas tidurnya adalah debu tanah, teman-temannya adalah orang yang sesuai antara perkataan dan perbuatannya, tutur katanya adalah hikmah, dalilnya adalah aql (qalb), sahabat sejatinya ialah kesabaran untuk tidak marah, nafkah untuknya ialah tawakal, lauknya adalah lapar, dan penolongnya adalah Allah SWT.”

Dzu Nun Al-Mushri bertanya lagi, "Lalu dengan apa seseorang dapat meraih kedudukan seperti itu, wahai Syekh?"

Syekh Al-Qairawani menjawab, "Dengan muhasabah diri, selalu berdialog dengan diri sendiri."

--Disarikan dari kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali.

Wallahu a'lam Bishowab 

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
  
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment