Wednesday, April 25, 2018

Hakikat Duka Cita

Rate this posting:
{[['']]}

HAKIKAT DUKA CITA

Ibnu Khafif mengatakan bahwa duka cita dapat memperkecil keinginan hawa nafsu dari bergolaknya suka cita. Maka, bisa jadi rasa berduka merupakan kesempatan yang diberikan Tuhan untuk menyadarkan kesadaran batin kita. Alangkah hebatnya jika kita mampu menggunakannya sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Seperti yang diucapkan oleh Abu Usman, segala bentuk duka cita adalah keistimewaan dan keutamaan bagi orang yang Mukmin, selagi bukan untuk kemaksiatan. Apabila ia tidak memberikan keistimewaan, maka ia pasti memberikan kebersihan.

Menurut Fudlail bin 'Iyadl, ulama salaf selalu berkata, "Segala sesuatu adalah zakat, sedangkan zakat adalah duka cintanya akal."

Suatu saat Abu Usman Al-Hiri ditanya tentang duka cita, dia mengatakan, "Orang yang berduka tidak akan lepas dari permohonan. Maka, carilah kedukaanmu, lalu bermohonlah kepada Allah!"

Mari jadikan kesedihan dan duka cita kita sebagai jalan untuk penyucian batin dan media untuk memohon kepada Allah, saat getar kesedihan itu muncul di hati alihkan kepada Allah, kembalikan kepada-Nya, jadikan ia sebagai medan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

--Disarikan dari Kitab Risalah Qusyairiyah, Imam Al-Qusyairi.

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment