Tuesday, June 26, 2018

Kiat-Kiat Berdakwah Yang Benar

Rate this posting:
{[['']]}

KIAT-KIAT BERDAKWAH YG BENAR

Habib Munzir Al Musawa :

"ada hikayat mulia antara seorang ayah dan anaknya yg masih kecil yg musafir dengan keledainya.
anaknya diatas keledai dan ayahnya menuntun keledai itu,
ketika melewati sekelompok orang maka mereka mengejek, "hei.. anak kurang ajar!, ayahnya berjalan kepanasan dia enak2an diatas keledai.., memang ayahnya tak tahu mendidik adab pada anaknya!".

maka sang anak pun diturunkan dengan gemetar oleh sang ayah, iapun naik keledai dan anaknya menuntun keledai hingga melewati suatu kaum, mereka langsung mengejek pula, "Hai.. Bapak tak tahu diri, dia tua bangka naik keledai dan anak bocahnya disuruh jalan kaki..!",

ayahnya ketakutan lagi, turunlah ia kini bersama anaknya dan keduanya berjalan kaki dan keledai itu tak dinaiki, kasihan mungkin keledai ini lelah, maka sekelompok orang lagi mengejeknya, "dasar bodoh, membeli keledai tapi tak digunakan, kalau kau lebih uang dan ingin jalan kaki, tak usah beli keledai, sedekahkan saja pada Fuqara!, kau akan dituntut dengan hartamu nanti dihari kiamat!"

maka ayahnya pun malu diri, iapun memerintahkan anaknya naik dan kini mereka berdua menunggangi keledainya, hingga melewati sebuah kelompok, mereka mengejek lagi.., "wahai Dhalim!, ditengah panas terik matahari begini kau naiki keledai itu berdua, kau akan dibalas dihari kiamat!",

maka ayahnya ketakutan, iapun turun beserta anaknya, kini mereka memangku keledai itu berdua, maksudnya agar keledai tak menuntut nanti dihari kiamat, maka sekelompok orang berkata lagi, "Hai Gila!, keledai digendong!"

nah.. lalu harus bagaimana dia ini...????

berjalanlah sesuai situasi dan kondisi,
boleh naik berdua sesaat, lalu turunkan anaknya sesaat, lalu ia turun dan anaknya naik, lalu keduanya turun, dan bila keledainya sakit, boleh menagngkat keledainya untuk mengobatinya, tdk perlu terlalu perduli pada ucapan orang, selama ia dalam kebenaran..

nah setelah ia menjalankan dakwah barulah ia mulai berusaha mengendalikan keadaan,

misalnya kisah diatas, lalu ia melewati air sungai, ia mesti turun dan biar anaknya diatas keledai, walaupun waktunya sang anak mestinya berjalan, namun kini keadaan menuntut lain.

demikian pula dalam dakwah, kita bukan bunglon munafik yg berubah ubah warna, namun bukan pula besi yg tak mengenal kelenturan,

idola kita Muhammad saw, acuan kita Muhammad saw, mercusuar kita Muhammad saw, maka kita akan sampai pada keridhoan Allah.

satu hal.. tujuan utama dakwah bukanlah untuk memperbaiki ummat, tapi untuk memperbaiki diri kita dan mendapat pahala, tujuan kedua adalah kemaslahatan ummat.

sebab bila kita hanya berkeinginan untuk memperbaiki ummat maka kita lupa akan diri kita sendiri, kita sibuk dengan aib orang dan melupakan aib kita, dan ketika hal yg kita jalankan tak berhasil maka kita frustasi dan menyalahkjan Allah.., padahal itu adalah kerusakan diri kita dan kehancuran dari tipu daya syaitan.

da'i yg baik adalah yg sibuk dengan perbaikan dirinya lalu berusaha menyelamatkan yg lain, maka sedikit usahanya akan membuka hasil yg menakjubkan..

keterbukaan dan keberhasilan muncul diluar dugaannya, karena Allah yg mendorong dan membantunya..

demikian kemajuan sayyidina Muhammad saw, seorang miskin, yatim dan Buta Huruf, namun kerajaan beliau saw merajai dunia tanpa singgasana, dan kekuasaannya berkesinambungan hingga alam barzakh, bahkan hingga yaumil qiyamah, beliau saw tetap pemimpin seluruh manusia.

ada pula da'i yg lupa akan hal ini, ia lupa pada dirinya dan terus sibuk dengan orang, maka syaitan meniupnya untuk semakin sibuk dan semakin jauh dari Allah, lupa hal hal yg sunnah karena alasan sibuk dg ummat.. demikian selanjutnya hingga ia terjebak dengan perangkap dosa besar, misalnya mengkonsumsi narkotika, dengan alasan saya perlu tenangkan diri, saya da'i terkenal dan sibuk..
atau ia tak sholat, atau minum alkohol dan lainnya, dengan alasan : saya begini bukan karena nafsu setan, tapi lelah dalam dakwah.., saya da;i terkenal dan sangat butuh refresing. lain dengan orang umum yg cuma memikirkan maksiat

nah.. mereka pun tenggelam dan hancur.

he..he.. inipun kisah yg seru untuk bimbingan para da'i.

kita kembali pada Imam para da;i di dunia dan akhirat, Imam kita Muhammad saw.

wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment