Kamis, 19 Juli 2018

Kisah Awal Kedatangan Habib Umar Bin Hafidz Ke Indonesia

Rate this posting:
{[['']]}

Kisah Awal Kedatangan Habib Umar Bin Hafidz Ke Indonesia

Habib Umar Bin Hafidz selain dikenal sebagai ulama terkemuka, memang memiliki kedekatan emosional dengan Indonesia. Beliau merupakan guru dari Alm. Habib Munzir Almusawa pendiri Majelis Rasullulah yang diketahui memiliki jumlah jamaah hingga jutaan orang. Beliau juga guru dari Habib Jindan, yang tak lain cucu dari Habib Salin Bin Jindan, Singa Podium dari Betawi yang aktif berdakwah pada masa pendudukan Belanda.

Awal kedatangan Habib Umar ke Indonesia adalah pada tahun 1994. Dia diutus oleh Al Habib Abdul Qadir Bin Ahmad Assegaf yang berada di Jeddah, untuk mengingatkan dan menggugah ghirah (semangat atau rasa kepedulian) para Alawiyyin Indonesia, disebabkan sebelumnya ada keluhan dari Habib Anis bin Alwi al-Habsyi seorang ulama dan tokohasal Kota Solo/ Kota Surakarta, Jawa Tengah tentang keadaan para Alawiyyin di Indonesia yang mulai jauh dan lupa akan nilai-nilai ajaran para leluhurnya.

Dakwahnya juga sangat dirasakan kesejukannya dan disambut dengan hangat oleh umat Islam di Indonesia]. Masyarakat menyambutnya dengan sangat antusias dan hangat, mengingat bahwa kakeknya yang kedua, Al-Habib Hafidz bin Abdullah bin Syekh Abubakar bin Salim, berasal dari Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Dakwahnya yang sangat indah dan sejuk itu yang bersumber dan sang kakek Nabi Muhammad saw, sangatlah diterima oleh berbagai kalangan, baik pemerintah maupun rakyat, kaya ataupun miskin, tua ataupun muda.

Di Indonesia al-Habib Umar sudah beberapa kali membuat kerjasama dengan pihak bahkan pemerintah Indonesia, dalam hal ini Ditjen Kelembagaan Keagamaan Kementerian Agama Indonesia meminta pembuatan kerjasama dengan al-Habib Umar dan Darul Mustafa untuk pengiriman Sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya para kiai, pimpinan pondok pesantren, untuk mengikuti program pesantren kilat selama tiga bulan di bawah bimbingan langsung beliau.

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina Muhammad nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar