Monday, July 2, 2018

MATA KOTA TARIM

Rate this posting:
{[['']]}

Habib Abdullah Bin Shihab, "Mata Kota Tarim"

Dulu ada seorang pemuda hendak bertamu ke rumah Amirul Mu'minin Sayyidina Utsman Bin Affan RA, ditengah jalan ia bertemu dgn seorang gadis cantik, krn kagum dengan kecantikannya, ia tatap gadis itu lama-lama.

Sesampainnya di rumah Sayyidina Utsman, beliau mengatakan pada pemuda itu :

"aku melihat ada bekas-bekas zina di matamu"

Sontak pemuda itu kaget, ia ingat bahwa ia baru saja menikmati keindahan wajah seorang gadis, ia bertanya :

"Wahai Amirul Mu'minin, masih adakah wahyu setelah wafatnya Rasulullah Saw ?"

"Tidak ada ...Tapi ini adalah sebuah firasat yg benar "

"waspadailah firasat seorang Mu'min" -Sabda Rasul Saw-" krn ia dapat melihat dengan Cahaya Allah"

Kejadian yg nyaris sama pernah dialami oleh salah satu pelajar di Tarim yg dari dulu adalah seorang Shufi(shuka Film) sejati, ia masih istiqomah dgn hobinya ini bahkan setelah ia menjadi pelajar di Tarim, HP-nya disesaki film-film Holliwood,Film India dll.

suatu hari ia bersama seorang temannya bertamu ke Rumah Habib Abdullah Bin Shibab, seorang Wali sepuh Tarim yg mempunyai mata batin yg sangat tajam, sampai-sampai orang-orang menjulukinya sbg "Ainu Tarim"(Mata Tarim). Dlm Tashawwuf orang-orang seperti beliau ini disebut sebagai "Ahli Kasyaf".

Selesai bertamu, Ia dan temannya pamit dan meminta doa, temannya menyucup tangan Habib Abdullah dahulu lantas pamit pergi, tinggal ia seorang, ia mencium tangan beliau, ketika hendak pergi, Habib Abdullah membisikkan sesuatu ditelinganya :

" jangan suka nonton Film di Tarim ya .."

JLEBB.. Sebuah nasehat yg langsung menusuk ulu hatinya..

"Insyaallah Bib .. " :(

Dalam ceramah-ceramahnya, Habib Abdullah memang selalu mengajak untuk menjaga "kesucian" Kota Tarim, untuk selalu menjaga adab dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan di Tanah Seribu Wali ini, Habib Musthofa Bin Ahmad Al Muhdhar pernah berkata :

" Siapa yg menjaga 2 Hal ini di Tarim, maka aku jamin ia akan menjadi seorang Wali, Mata dan Hati "

Tak ayal, dulu anak-anak Tarim sudah menjadi wali yg ahlu kasyaf sebelum kumis tumbuh di bibir mereka, bahkan sampai saat ini (seperti yg dinyatakan oleh Habib Hasan Assyathiry) masih terdapat 300 Wali Mastur(yg menutupi kewaliannya) di pasar Kota Tarim. Ini dipasarnya lo.. Blum di masjid-masjidnya. Itu semua gara-gara 3 doa Sayyidina Abu Bakar Asshiddiq untuk Penduduk Tarim yg salah satunya : " semoga Allah menumbuhkan orang-orang Shaleh di Tarim sebanyak tumbuhnya rerumputan"

Dulu, Pertama kali aku bertemu Habib Abdullah Bin Shihab aku langsung jatuh hati, wajah beliau tenang,teduh dan menyejukkan, sama sekali tak ada garis-garis keduniawian di wajah beliau. Wajah yg mengingatkan kita kpd Allah dan Akhirat.

Krn keistimewaan yg beliau miliki, banyak dari teman-temanku yg tak berani bertamu seorang diri ke rumah beliau, "takut dikasyaf" kata mereka, kalo bareng-bareng tak masalah, beliau tak akan "membuka kartu" seseorng dihadapan halayak ramai, Tapi aku berbeda, Aku malah penasaran, lagian kalo emang dikasyaf malah bagus kan ? Kita bisa mengetahui Aib kita untuk kemudian dibenahi dan diperbaiki.

Hari itu hari Kamis, Hari libur dan kesempatan bagi kami untuk mengambil barokah Para Awliya' disini, aku brgkt naik taksi sendirian ke rumah Habib Abdullah, sampai disana ternyata banyak tamu, aku tunggu sampai mereka pulang, akhirnya tinggal aku sendiri bersama beliau, jantungku dag dig dug menunggu apa yg akan beliau katakan. Waktu itu beliau bertanya :

"Kamu sudah menikah .. ?"

"Belum Bib.. "

" kamu mau menikahi gadis Tarim ?"

"nggak bib.. Insyallah saya akan menikah nanti kalo sudah pulang ke negara saya"

" Kelak kamu akan ...... "

Dan perbincangan selanjutnya adalah konsumsi pribadi ... Sampai skrng aku masih penasaran kenapa Yg ditanyakan beliau waktu itu adalah "Bab Nikah". :)

Beberapa tahun terakhir ini Habib Abdullah Sakit-Sakitan, beliau jarang keluar, Waktu berkunjung bagi Tamu juga dibatasi, Hanya berdoa dan berharap semoga Allah sembuhkan beliau dari segala penyakit, semoga Beliau diberikan panjang Umur dan kesehatan hingga tetap bisa menjadi tempat berteduh bagi Ummat dari segala kepalsuan dan kesilauan dunia. Aamiin .

* Muhammad Ismael Amin Kholil, Tarim, 28 Juni 2017.

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment