Tingkatan Dzikir Dalam Islam


Tingkatan Dzikir Dalam Islam

Syaikh Ibnu Athailah

"Menurut sebagian ulama, tingkatan zikir yang minimal adalah setiap kali seseorang membaca la' ilaha illa' Allah, kalbunya harus bersih dari segala sesuatu selain Allah.

Jika masih ada dia harus melenyapkannya. Jika ketika berzikir kalbunya masih menoleh pada sesuatu selain Allah berarti ia telah memposisikan sesuatu selain Allah itu sebagai tuhan bagi dirinya.

Allah berfirman,"Tahukah kamu orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya." (QS Alfurqan: 43)

"Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah)." (Qs Al Isra :22)

"Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan?"(Qs Yasin: 60)

Dalam hadis, Rasul sallahu'alaihiwasalam juga bersabda, "Sungguh rugi hamba dinar dan sungguh rugi hamba dirham" . Dinar dan dirham tidaklah disembah dengan cara sujud dan rukuk kepadannya, tetapi dengan adanya perhatian kalbu pada dinar dan dirham itu. La ilaha illa Allah baru bermakna kalau diucapkan sambil membersihkan kalbu dari segala sesuatu selain Allah.

orang yang mengisi kalbunya dengan gambaran dunia meskipun membaca kalimat tersebut seribu kali, takkan mampu merasakan getaran apa-apa. Namun , bila kalbu tersebut telah kosong dari segala hal selain Allah, meskipun hanya membaca kata Allah satu kali saja, ia akan menemukan kelezatan yang tak bisa digambarkan oleh lisan manusia.

Dulu dikalangan bani israel ada seorang budak hitam yang setiap kali membaca la ilaha illa Allah tubuhnya -dari kepala hingga kaki_ berubah berwarna putih. Demikianlah, ketika seorang hamba merealisasikan kalimat la ilaha illa Allah secara benar, kalbunya berada dalam kondisi yang tak bisa diekspresikan lisan dan tak mampu diungkapkan perasaan."

Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim

dari terjemahan buku ibnu athailah dengn judul terjemahan "zikir penentram hati, terbitan zaman"

Wallahu a'lam bishowab 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama