Sabtu, 11 Agustus 2018

Cawapres K.H Ma'ruf Amin & Bapak Sandiaga Uno & Para Pendukungnya Munafik

Rate this posting:
{[['']]}

Cawapres K.H Ma'ruf Amin & Bapak Sandiaga Uno & Para Pendukungnya Munafik

RUMAH-MUSLIMIN.BLOGSPOT.CO.ID - Semakin mendekatnya Pilpres 2019 semakin pula memanasnya keadaan politik di Negri Indonesia. Apalagi ketika kedua Capres ( Jokowi & Prabowo ) yang di idam-idamkan oleh masyarakat luas ini telah menetapkan pilihan calon wakil presidennya masing-masing. 

Kami mencoba mensurvei serta menganalisa tentunya dalam pandangan yang Objektif. ternyata memang benar dikedua pundukung kubu ini ( Kubu Pak Jokowi & Bapak Prabowo ) sama-sama memiliki sifat yang Munafik.

Setelah kami analisa, inilah letak kemunafikan di antara kedua kubu tersebut : 
  
1. Ketika KH. Ma'ruf amin dipilih sebagai cawapresnya Bapak Joko Widodo, kubu sebelah menyerang dengan beralasan bahwa beliau adalah seorang Ulama sekaligus Ketua ormas keagamaan ( NU & MUI ). Padahal kubunya sendiripun mengharapkan cawapresnyanya seorang Ulama. ( Red: munafik yang tendensiusnya begitu fanatik ).

2. Ketika Sandiaga Uno dipilih sebagai Cawapresnya Bapak Prabowo Subianto atas Instruksi dari Alhabib Rizieq Syihab agar tidak terjadinya gesekan antar umat islam yang akan semakin memperburuk keadaan. kubu sebelah malah menyerang dengan mengatakan " Sukurin.. emang enak apa jagoan lu kaga ikutin 'Ijma Ulama... Sukurin... emang enak cawapres lu bukan dari kalangan ulama ". 

Orang yang seperti inilah yang menginginkan perpecahan dan pertempuran dinegri kita terjadi, padahal mereka sendiri yang selalu menyebutkan bahwa dirinya cinta kedamaian, pancasialis serta menjaga dari golongan kaum radikal. sedangkan secara tidak langsung dirinyapun sendiri memiliki pemikiran yang Radikal dan menginginkan perang itu sendiri terjadi. ( red: munafik yang tendensiusnya begitu fanatik )
  
Dari kesimpulan yang kami rangkum, bahwa sifat kedua pendukung kubu tersebut sama-sama memiliki sifat yang Munafik. inilah akibatnya jikalah politik dicampur aduk dengan agama, kesukaan serta kebencian dan kefanatikan.

Padahal, seharusnya yang bertempur maupun yang berdebat & yang memanas adalah kader-kader  partai mereka sendiri, bukanlah rakyat biasa indonesia yang seharusnya tiada sedikitpun berkecimpungan didalamnya. Rakyat itu hanya memilih sesuai hati nuraninya dan kemauannya. bukan turut ikut berdebat dan saling mengungguli pilihan pasangannya masing-masing. 

Hingga pada akhirnya, yang terjadi adalah perpecahan persaudaraan. inilah dampak yang mereka tidak dapat pikirkan kedepannya. Sedangkan para calon pemimpin hanya duduk manis melihat kita ribut tanpa ada sedikitpun untuk mendamaikan kita. mereka tidak memperdulikan pendukungnya yang saling menghujat dan saling menyalahkan.

Innalillahi wa innailaihi ro'jiun..


Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar