Kisah Taubatnya Ulama Sekte Wahabi


KISAH TAUBATNYA ULAMA SEKTE WAHABI

Satu waktu ketika hujan turun di Masjidil Haram, para jamaah berhamburan menuju Ka'bah dan berkerumun di bawah talang tempat air mengalir dari atas Ka'bah. Sontak para Askar Wahabi menegur mereka dengan alasan syirik karena mengambil berkah dari air tersebut. Namun para jamaah tidak mengindahkannya sebab telah mendapat fatwa dari Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki bahwa perbuatan tersebut adalah boleh, bahkan dianjurkan.

Para Askar yang kebingungan lalu mendatangi pembesar ulama Wahabi saat itu, Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'adi yang biasa dipanggil Ibnu Sa'adi dan melaporkan fatwa Sayyid Alwi tersebut. Ibnu Sa'adi kemudian mendatangi Sayyid Alwi dan meminta klarifikasinya. Dengan tenang Sayyid Alwi berkata, "Benar, aku yang berfatwa membolehkan jamaah untuk mengambil berkah dari air hujan yang mengalir melalui talang di atas Ka'bah." "Apa dalilnya?" Tanya Ibnu Sa'adi.

Sayyid Alwi menjawab, "Karena Allah berfirman dalam surat Qaf ayat 9, "Dan Kami turunkan dari langit air yang mengandung berkah." Serta mengenai Ka'bah dalam Ali Imran ayat 96, "Sesungguhnya rumah yang pertama kali diletakkan bagi umat manusia adalah rumah yang ada di Bakkah (Makkah) yang diberkahi."

Tanpa diduga keluarlah ucapan dari mulut Ibnu Sa'adi, "Maha Suci Allah, bagaimana kami bisa lalai dari kedua ayat ini?" Semenjak itu pun beliau bertaubat dari faham kaku Wahabi yang dianutnya. Beliau berterima kasih kepada Sayyid Alwi dan minta diri untuk pergi ke Ka'bah dan berdiri di bawah talang tempat air mengalir dari atas Ka'bah untuk mengambil berkah.

Syeikh Ibnu Sa'adi adalah guru dari Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, salah satu pentolan Wahabi yang menjadi ketua Ha'iah Kibar Ulama Arab Saudi atau semacam MUI di Indonesia. Utsaimin ini berhati keras dan bengal, ia memutuskan untuk membangkang kepada gurunya, Ibnu Sa'adi dan tetap teguh dengan faham Wahabi.

(Sumber kisah dari Syaikh Abdul Fattah Rawwah dalam kitab Tsabat (kumpulan sanad-sanad keilmuan). Beliau juga merupakan saksi mata kejadian tersebut.)

Wallahu a'lam Bishowab

ALLAHUMMA sholli 'alaa sayyidina Muhammadinin nabiyyil ummiyi wa 'alaa aalihi bi'adadi 'ilmik

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama