Profil Pondok Pesantren Darul Muhajirin Nusa Tenggara Barat


PROFIL PONDOK PESANTREN DARUL MUHAJIRIN NUSA TENGGARA BARAT

Nama Pontren : Pesantren Darul Muhajirin
Alamat  : Jl. Diponegoro, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Pendiri : T. G. H. Muhammad Majmudin Makmun
Tahun Berdiri : 14 Juli 1991
Pimpinan : L. sma’an misbah
Jumlah santri : 2.075 orang
Jumlah Guru/Ustadz : 128 Orang
Ciri Khas/Kajian Utama : Salaf dan Modern


Profil

Pesantren ini terletak di jantung Ibukota Kabupaten Lombok Tengah NTB. Pondok Pesantren Darul Muhajirin, yang hari-harinya dipenuhi dengan kegiatan pengajian. Berada 30 kilo meter sebelah timur Kota Mataram. Pesantren ini masih relatif muda. Didirikan pada hari rabu, Rabiul Awwal 1318 H atau 14 Juli 1991 pengelola pesantren adalah Darul Mujahirin. Yayasan yang dibentuk berdasarkan Akte Notaris No. 87, tertanggal 2 Februari 1985.

Meski masih relatif muda, jika ditelusuri sebenarnya Pesantren Darul Muhajirin embrionya sudah ada sejak tahun 1943. Lembaga pendidikan tradisional ini dirintis oleh Tuan Guru H. Muhammad Najmudin Makmun. Prakarsa ini muncul setelah ia kembali belajar dari Madrasah Darul Ulum, Saudi Arabia.

Semula lembaga rintisan Najmudin Makmun ini diberi nama Nurul Yakin, terletak di Kampung Karang Lebah. Perguruan Nurul Yakin terus berkembang sehingga banyak santri yang harus ditampung. Kebutuhan sarana dan prasarana yang memadai juga terus bertambah. Beruntunglah perguruan ini mendapat tanah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok seluas 31.236 Ha.

Di atas tanah tersebut pondok yang baru terus dibangun. Pondok Pesantren itu diberi nama Darul Muhajirin. Nama itu diberikan oleh Syekh Muhammad Yasin Isa Al-Fadani, ulama kesohor dari Mekkah. Ia merupakan guru utama dari T. G. H. Muhammad Najmudin Makmun, ketika belajar di Mekkah.

Di atas tanah wakaf tersebut dibangun 20 ruang belajar, 6 ruang perkantoran dan laboratorium. Selanjutnya pesantren ini juga mengupayakan pembangunan seperti rumah bagi kiai, mushalla dan asrama. Selain itu, Pesantren Darul Muhajirin juga mengupayakan penyelenggaraan yang lebih beragam dan pembangunan majelis ta’lim di luar Pondok. Majelis ta’lim itu kini sudah tersebar hampir di seluruh desa di Lombok Tengah, sebagian di Lombok  Barat  dan Lombok Timur.

Fasilitas Pondok Pesantren

Lantas bagaimana perkembangan sarana dan prasana yang dimiliki pesantren dewasa ini? gedung sekolah ini sudah berkembang. sebanyak 39 ruang belajar dan 8 ruang perkantoran, jumlah itu sudah termasuk 4 ruang belajar bantuan dari Depdiknas dan 4 ruang belajar untuk Madrasah Qismuta Khassush yang baru saja selesai dibangun. Setelah itu, pesantren juga membangun 2 rumah permainan berukuran 8 x 10 meter, untuk perumahan guru, asrama dengan 7 kamar tidur, dimana setiap kamar tidur berkapasitas 12 orang dan asrama putri 16 kamar tidur, asrama putra berbentuk bangunan permanen, tetapi asrama putri masih berbentuk semi permanen. untuk setiap asrama dilengkapi dapur, sedangkan asrama putra ditambah 3 kamar untuk pengawas/muraqib. Pesantren ini juga dilengkapi dengan gedung laboratorium IPA, meskipun fasilitasnya masih kurang. Sedangkan fasilitas lainnya berupa, 1 buah musholla dengan bangunan permanen berukuran 24 x 15 meter, 10 kamar mandi/WC, 12 mesin penjahit, 1 kendaraan motor roda empat, 2 unit komputer dan 3 unit mesin stetil.

Sarana yang dimiliki Darul Muhajirin ini memang masih jauh dari mencukupi, seperti misalnya, masjid masih belum menampung semua santri. Untuk itu, Pesantren ini bertekad untuk membangun aula, balai keterampilan dan perpustakaan. Selain itu juga akan memenuhi sarana penunjang lainnya seperti alat percetakan, mesin pompa air dan lainnya.

Organisasi dan Kelembagaan

Semua pengelolaan pesantren ditangani oleh Yayasan Darul Muhajirin. Sesuai keputusan dewan pendiri No:Kep.01/P.PP/DM/V/1999, tertanggal 3 Mei 1999 menetapkan susunan pengurus yayasan yang terdiri dari pengurus inti dan pengurus harian.

Pengurus Inti terdiri dari pendiri, dewan mukhtasyar, wakil ketua dan anggota. Sedangkan Dewan Pengurus Harian terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan bidang-bidang. Adapun bidang yang ada di yayasan ini terdiri dari pendidikan dakwah, pengabdian dan pengembangan masyarakat serat umum. Ketua Dewan Pengurus Harian Yayasan Darul Muhajirin, Drs. M. Junaidi Najmuddin dan Baini Juri Najmudin. Selain Yayasan, para santri juga mendirikan IPPDM (Ikatan Pemuda Pelajar Darul Muhajirin). Organisasi ini didirikan dengan tujuan sebagai wahana latihan kesadaran berorganisasi dan membina semua santri Darul Muhajirin, agar taat kepada Allah dan terampil dalam bekerja.

Pesantren juga membentuk Pusat Infomasi Kesehatan (PUSINKES) Darul Muhajirin. Pusat Kesehatan ini untuk memberikan layanan informasi mengenai kesehatan kepada santri maupun jama’ah. Pesantren juga mendirikan koperasi dan biro pengembangan masyarakat (BPM). Darul Muhajirin. Lembaga ini telah berperan dalam program pengentasan kemiskinan. Darul Muhajirin juga bermaksud membangun Panti Asuhan, yang nampaknya banyak diharapkan oleh jama’ah.

Penyelenggaraan Pendidikan

Pondok Pesantren Darul Muhajirin menyelenggarakan 6 jenis lembaga pendidikan sebagai berikut :
  1. Pendidikan Agama
  2. Madrasah Tsanawiyah putra (status disamakan)
  3. Madrasah Tsanawiyah putri (status disamakan)
  4. Madrasah Aliyah (status disamakan)
  5. Qismut Takhassush lima tahun.
  6. Pendidikan Umum
  7. SLTP dengan status diakui.
  8. SMU dengan statsu diakui
Dari enam lembaga pendidikan tersebut, pada tahun ajaran 2000/2001 pesantren ini memiliki 2.075 siswa. Sedangkan untuk menyelenggarakan pendidikan, pesantren ini memiliki 128 Guru/Ustadz. Mereka terdiri dari 34 guru yayasan, selebihnya guru honorer.

Di samping menyelenggarakan sekolah formal. Pesantren Darul Muhajirin juga menyelenggarakan pendidikan pesantren untuk mengkaji berbagai kitab kuning. Pengkajian tersebut melalui metode tradisional, yang dikenal sorogan. Pengajian ini wajib diikuti, baik yang sekolah agama maupun umum.

Pesantren ini berusaha memadukan dua sistem tradisional dan modern. Cara belajar dengan sistem klasikal di Madrasah/Sekolah bisa memberikan pengetahuan yang luas dan sistematis. Sedangkan dengan sorogan memungkinkan santri memperdalam ilmu agamanya dan penguasaan bahasa arab secara intensif.

Sedangkan untuk mempersiapkan santri memiliki penguasaan ilmu-ilmu agama islam tingkat “advanced”, dibentuklah lembaga pendidikan Madrasah Qismut Takhassush. Madrasah semacam itu untuk mendidik santri senior mendalami ilmu agama saja dengan dewan guru, terdiri dari para kiai (tuan guru) yang mempunyai otoritas untuk itu.

Untuk mengembangkan minat dan bakat para santri, Pesantren Darul Muhajirin juga menyelenggarakan pendidikan ekstrakurikuler dan keterampilan antara lain : menjahit, kepramukaan, palang merah remaja, perkoperasian, olahraga, dan kesenian.

Potensi Pondok Pesantren

Sebagai sebuah komunitas yang hidup di tengah-tengah masyarakat, Pondok Pesantren Darul Muhajirin memiliki potensi :

Alumni, Secara kuantitatif alumni atau abituren yang dikeluarkan oleh Darul Muhajirin sudah cukup banyak dan tersebar di pulau Lombok. Jumlah ini akan bertambah lagi bila diurut ke era Nurul Yakin.
Santri, Bila dilihat dari perkembangan santri, terdapat kecenderungan jumlah santri meningkat setiap tahun. Pada tahun ajaran 2000/2001 jumlah santri terdaftar sebanyak462 orang. Sedangkan pada tahun ajaran 2004-2005 terdaftar sebanyak 2.153 orang.

Dewan guru/ustadz/kiai, Dewan guru yang aktif mengajar tercatat 128 orang dari berbagai bidang studi. Khusus untuk dewan kiai terdiri dari 18 orang, terdiri dari para kiai yang memiliki popularitas tertinggi di pulau Lombok, terutama Lombok Tengah.

Jamaah Majelis Ta’lim Darul Muhajirin, Sebanyak 300 Majelis Ta’lim Darul Muhajirin tersebar di pelosok desa Pulau Lombok. Setiap majelis ta’lim rata-rata dihadiri oleh 250 orang jamaah. mereka merupakan potensi untuk mendukung keberadaan Pondok Pesantren Darul Muhajirin.
Potensi seperti tersebut di atas merupakan potensi sumber daya yang sangat besar. Namun karena jamaah Darul Muhajirin kebanyakan berasal dari kelompok masyarakat menengah ke bawah, banyak kendala yang dihadapi pesantren untuk mengembangkan dirinya. Kendala itu antara lain :
  1. Pesantren selalu memberlakukan SPP serendah mungkin, disesuaikan dengan latar para santri yang kebanyakan dari golongan masyarakat bawah.
  2. Tanah wakaf yang tidak begitu luas dan tanah tadah hujan yang kurang produktif.
  3. Donator jumlahnya sangat sedikit sehingga masih jauh dari harapan.
  4. Zakat bantuan pemerintah dan lembaga non pemerintah kurang meningkat.
Semoga Informasi ini bermanfaat
Wallahu a'lam Bishowab
Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama