Tentang Masjid Umar Muhdhor ( Ikon Kebanggan Kota Tarim )


TENTANG MASJID UMAR MUHDHOR ( IKON KEBANGGAN KOTA TARIM )

Ikon kebanggaan kota Tarim

Rofiqul Firdaus

Orang asing yang baru datang ke kota ini akan banyak menyaksikan keindahan dan keunikan yang mungkin tidak didapati di daerah manapun. Dari budaya keislamannya yang masih kental tak terkikis zaman, sampai Akhlak penduduknya yang ramah laksana malaikat, seolah membawa kita kembali ke zaman Rasululah SAW. dan para sahabatnya.

Belum lagi panoramanya, bukit-bukitnya yang rata seakan melambangkan ketawadhu'an, kebun-kebun kurma, dan bangunan-bangunah sederhana dari tanah liat yang tertata rapi semakin membuat kesejukan dan ketentraman hati siapa saja yang memandang.

Di antara deretan bangunan-bangunan itu juga kita temukan masjid-masjid kokoh yang juga bermaterial tanah liat. Kota ini selain dikenal dengan kota ilmu dan akhlak, juga dikenal dengan masjidnya yang melimpah. Hampir tak pernah kita jumpai dalam radius 50 meter di jalan raya ataupun gang kecil kecuali ada masjid di sana.

Habib Ahmad bin Abdullah bin Syihab mencatat dalam bukunya  " Tarim, dulu dan sekarang " mengutip dari Habib Umar bin Alwi al-Kaff : Di kota Tarim sejak dulu sudah berdiri 97 masjid, dan 21 masjid baru dibangun di masa beliau hidup. Tak heran, karana para ulama' salaf di kota ini sangat ambisius dalam membangun masjid-masjid, tempat-tempat air minum, dan segala jalan kebaikan lainnya yang berguna semata-mata mencari ridha Allah SWT dan untuk berpartisipasi dalam Amal Jariyah .

Masjid Syaikh Umar Muhdhar



Salah satu masjid yang tentu tak asing bagi siapa saja yang pernah singgah di Tarim ialah Masjid Umar Muhdhor.

Secara geografis masjid ini berada di utara pasar Tarim, tepat di tepi jalan menuju Hawi. Dari kejauhan jika kita melintas di pasar Tarim kita akan disuguhi pemandangan menara yang menjulang tinggi dengan warna dominan putih diselingi hijau di bagian-bagian tepinya. Di sisi menara inilah berdiri kokoh Masjid Umar Muhdhor. Masjid yang disakralkan dan dibanggakan oleh para penduduk.

Masjid ini pertama kali didirikan oleh al-Imam Umar Muhdhor (W. 833 H.) dan direnofasi oleh Habib Abu Bakar bin Umar bin Syihab (W. 1341 H.)

Di antara salah satu yang menonjol dari masjid ini adalah menaranya yang unik. Ia menjulang tegap berstruktur segi empat dengan ketinggian sekitar 100 meter. Menara ini dulunya berstruktur bulat sebelum direnofasi oleh Habib Abu bakar bin Umar Syihab.

Yang menakjubkan dari masjid ini ialah semua bahan materialnya hanya dari tanah liat yang dicampur air, arsitekturnya yang megah, dan ketinggiannya yang belum tertandingi oleh masjid lain se provinsi Hadhramaut, hingga tak heran jika menara masjid ini menjadi icon kebanggaan kota Tarim.

Sudah menjadi tradisi masyarakat Tarim, mereka memiliki agenda rutin tahunan, bulanan dan mingguan yang dilaksanakan di masjid-masjid baik Maulid, Rauhah maupun keiatan-kegiatan keislaman lainnya yang sudah tertata rapi. Masjid yang menampung kurang-lebih 2000 jamaah ini termasuk salah satu yang berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan rutinan ini. Diantara acara besar tahunan di masjid ini pembacaan Maulid Nabi yang diadakan di pagi hari tanggal 12 Rabi'ul Awal dan hari pertama bulan Rajab dan acara Khatmil-Qur'an setiap tanggal 29 Ramadhan.

Acara-acara besar seperti ini dihadiri oleh mayoritas penduduk tarim dan tak sedikit dari luar Tarim, bahkan dari manca negara, biasanya masjid tak mampu menampung jamaah yang hadir hingga meluber mamadati jalan raya.

Selain keunikannya, masjid ini juga dikenal dengan kesakralannya dan keajaiban-keajaiban yang seperti tak masuk akal, tapi sudah terbukti. Diantaranya: tak ada seorangpun yang memohon perlindungan di masjid ini kecuali ia aman, siapa saja yang memohon suatu hajat hajatnya pasti terkabul, siapa saja yang berlindung di masjid ini pembunuh sekalipun, tak akan ada yang bisa menyakitinya, mereka hanya bisa menunggu di luar. Siapa saja bersumpah dusta di masjid ini hukuman dari Allah SWT akan segera menimpanya, terkadang kakinya menempel ke bumi sampai ia berjanji kepada Allah SWT tidak akan mengulanginya lagi.

Demikian sebagaimana yang dipaparkan oleh Habib Ahm ad bin Abdullah bin Syihab.
Tak mengherankan, karena masjid ini didirikan oleh seorang wali yang mencapai Maqam Quthub, selain itu tak sedikit dari para wali Allah SWT. yang ikut shalat berjamaah setiap lima waktu di masjid ini, oleh karenanya tak menutup kemungkinan jika Allah memberi kemuliaan dan kewibawaan pada masjid ini yang mungkin tidak dimiliki oleh masjid lain di luar Tarim. (Red/Chanief)

Ahgaff Pos

@musytaq_tarim @ahgaff.pos

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyiidna muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama