Saturday, September 15, 2018

Antara Prasangka Dan Tabayyun

Rate this posting:
{[['']]}


ANTARA PRASANGKA DAN TABAYYUN

Apa yang kita pahami dari kalimat/perkataan orang lain adalah prasangka.

Dan prasangka itu tergantung dari diri kita, dari bersih tidaknya hati kita pada orang yang bicara, dari ilmu kita juga, pengalaman kita juga.

Makanya perlu TABAYUN. Tabayun adalah usaha untuk mengetahui makna dari ucapan2 ybs dari pemahaman Pengucap.

Kalau kita udah tabayun, orang udah kasih klarifikasinya mengenai apa maksud dari perkataan2nnya dari sisi dirinya. MAKA wajib kita membuang prasangka kita dan menerima hasil tabayun.

Kalau kita berkeras dengan prasangka kita setelah ada penjelasan(hasil tabayun). Maka itu termasuk sombong (ujub) yaitu menolak kebenaran.

Sombong kita double, Karena kita menolak kebenaran(hasil tabayun) Karena ingin punya pembenaran untuk merendahkan/meremehkan ybs.

Takutlah ke Allah!!

RasulAllah bersabda :
“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong).“ (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)

Jadi menerima hasil tabayun dari orang lain, dan mengubur prasangka kita(hasil hawa nafsu) adalah KEWAJIBAN DARI ALLAH. Bunuhlah dirimu(hawa nafsumu) untuk Allah jika kau mencintaiNya. bukan untuk dirimu dan bukan untuk orang yg kau tabayuni TAPI UNTUK ALLAH.

menundukkan hawa nafsu dihadapan kebenaran adalah sangat berat, TAPI akan ringan jika dilakukan oleh hati yang berharap akan redha Allah(pandangan Allah diatas segala kepentingannya dan diatas segala makhluk).

Oleh : Diah Listyani

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholi 'ala sayyidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim
        
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment