Sunday, September 16, 2018

Membuka Pintu Rezeki Yang Berkah Dengan Taqwa Dan Tawakkal

Rate this posting:
{[['']]}

MEMBUKA PINTU REZEKI YANG BERKAH DENGAN TAQWA DAN TAWAKKAL

Inilah makna berkah yang lebih sering kita pahami. Tidak sebatas halal, namun bertambah, sehingga mencukupi kebutuhan semuanya.

Allah berjanji bagi orang yang beriman dan bertaqwa, akan dibukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. al-A’raf: 96).

Allah berikan kepada kampung yang bertaqwa jatah rizki yang lebih. Tidak sebatas halal, tapi melimpah. Dan itulah keberkahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang bertaqwa.

Dan ini bukan sebatas halal, karena semua yang Allah turunkan di muka bumi adalah halal bagi manusia, kecuali yang dilarang. Sementara orang bertaqwa diberi lebih, sebagai balasan baik untuk mereka.

Seperti doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

Ya Allah, perbanyaklah harta dan keturunannya dan berkahilah semua yang Engkau berikan kepadanya. (HR. Bukhari 6334)

Adapun tentang tawakkal. “Jika kalian bertawakkal dengan tawakkal yang sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rizki kepada kalian, sebagaimana Dia telah memberi rizki kepada burung yang berangkat (pagi) dengan perut kosong, dan pulang dengan (perut) kenyang.” (HR. Tirmidzi dan Imam Ahmad).

Jika demikian adanya, akankah kita korbankan akidah dan iman kita hanya semata-mata soal materi yang merupakan bagian kecil dari rizki Allah yang begitu luas dan tak terbatas. Padahal jelas, sumber kebahagiaan dan kemuliaan seorang Muslim tidak terletak pada jumlah harta bendanya, melainkan pada ketakwaannya.

Lantas bagaimana jika rizki terasa sempit. Maka mari kita amalkan ayat Allah ;

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقاً نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. 20: 132).

Ibn Katsir menjelaskan bahwa shalat yang dimaksud ialah shalat malam. Kemudian Ibn Katsir mengatakan, “Yakni apabila kamu tegakkan shalat maka rizki akan datang kepadamu dari jalan yang tak pernah kamu sangka-sangka.”

Jadi, tidak patut seorang Muslim berbuat curang hanya karena takut miskin atau tidak akan hidup secara berkecukupan. Allah sudah menjamin. Oleh karena itu milikilah rencana sedini mungkin untuk hidup dengan rizki yang halal.

Semoga ALLAH membukakan pintu rezeki kita semua.

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
     
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment