Selasa, 30 Oktober 2018

Bersikap Diamlah (Tahan Emosi) Saat Di Uji Dengan Kelakukan Buruk Suami

Rate this posting:
{[['']]}

BERSIKAP DIAMLAH (TAHAN EMOSI) SAAT DI UJI DENGAN KELAKUAN BURUK SUAMI 

Suamimu walau bagaimanapun tingkah lakunya tetaplah suamimu ,Allah hendak mengujimu bakti atau tdk pada suami  ada suami yg beraqidah bkn Aswaja ada suami yg tak tanggung jawab dll
Namun hrs tetap menjaga emosi tuk tdk mencacinya dengan kata kata kasar ,walau tak menyukai kelakuannya hendaklah tetap bersabar ,tetap menjaga sopan santun agar Allah mencatat namamu sbgai istri sholeha ,diamlah saat engkau marah niscaya bgimu surga

Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan dalam surga.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas,

لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ “
Jangan engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani)

Wanita sholeha tdk akan mengangkat suaranya tinggi tinggi kpd suaminya ,tdk akan menceritakan aib suaminya walaupun suaminya kelakuanya kurang baik ,ia akan bersabar mengadukan smuanya kpd Allah 
Sebagaimana Sayyidah Asiyah RA istri firaun 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (١٥٣) “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Qs Al Baqarah : 153)

Hadapilah setiap cobaan yg Allah berikan dengan Rasa sabar ,karna setiap cobaan yg Allah berikan membawa kebaikan tuk dirimu dan orang orang yg mengenalmu

Bisa jdi Allah mencobamu dengan perkara seperti ini supaya nanti nya kmu dapat membantu para wanita wanita yg punya perkara sama denganmu

Betapa maha baik Allah ,dia takan menguji seseorang hamba melebihi batas kesanggupannya 
لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا -٢٨٦- “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(Al-Baqarah 286)

Syf M

@wanita_tarim_hadramaut

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyiidna muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
   
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar