Selasa, 30 Oktober 2018

Sayyidah Khodijah Ra Mempercayai Dan Membenarkan Risalah Rasulullah SAW Disaat Orang-orang Mendustakannya

Rate this posting:
{[['']]}


SAYYYIDAH KHODIJAH RA MEMPERCAYAI DAN MEMBENARKAN RISALAH RASULULLAH SAW DISAAT ORANG2 MENDUSTAKANNYA 

Pada umur 40 tahun, Nabi Muhammad saw gemar berkhalwat di Gua Hira’, dan ini terus dilakukan beliau hingga pada bulan Ramadhan, Malaikat Jibril as datang membawa wahyu dari Allah swt. Sepeninggal Malaikat Jibril, beliau pulang pada kegelapan fajar dalam keadaan takut, pucat, dan menggigil. Sesampainya di rumah, beliau langsung berkata kepada istrinya, Sayyidah Khadijah, “Selimuti aku, selimuti aku…..”

Setelah Sayyidah Khadijah menanyakan hal apa yang sebenarnya terjadi, beliau berkata, “Wahai Khadijah, sungguh aku mengawatirkan diriku.” Dengan penuh percaya diri dan yakin, Sayyidah Khadijah menjawab, “Demi Dzat yang jiwa Khadijah berada dalam kekuasaan-Nya, Dia (Allah) sekali-kali tidak akan pernah menjadikanmu hina, karena engkau selalu menyambung silaturrahmi, berbicara benar, memikul beban orang lain, menghormati tamu, dan selalu membantu meringankan musibah orang lain.” Ketulusan tutur kata Sayyidah Khadijah itu membuat hati Rasulullah saw tenang dan merasa tentram karena istrinya mempercayai apa yang terjadi pada dirinya.

Sayyidah Khadijah adalah orang pertama yang masuk Islam. Bukan itu saja, dia juga memberikan segenap harta, jiwa, pikiran, dan seluruhnya untuk kepentingan dakwah suaminya, Rasulullah saw. Dia dengan setia menolong suaminya dan menanggung beban yang amat berat akibat ejekan dan penghinaan yang begitu kejam dari kaum kafir, sehingga berkat bantuannya, hal itu dirasakan ringan oleh Rasulullah saw.

Wallahu a'lam Bishowab

Allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad
   
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar