Tausiyah Habib Umar Bin Hafidz Dalam Rangka Tabligh Akbar Bersama Majelis Rasulullah SAW Di Monas 8 Oktober 2018


TAUSIYAH HABIB UMAR BIN HAFIDZ DALAM RANGKA TABLIGH AKBAR BERSAMA MAJELIS RASULULLAH SAW DI MONAS 8 OKTOBER 2018

Diterhjemahkan oleh :

Al Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Ahmad bin Husain bin Jindan bin Syekh Abu Bakar bin Salim (Pimpinan Yayasan Al-Fachriyah) & Al Habib Shaleh Al-Jufri (Khadim Majelis Rasulullah SAW Solo)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِي

Sesungguhnya kami memulai dengan Salam di Perkumpulan ini Tujuannya semua yang menjawab Salam mendapat Keberkahan dari Salamnya Para Malaikat. Maka akan sampailah Salam yang begitu Besar dan begitu Banyak dari Para Malaikat akan sampai kepada Para Hadirin.

Alhamdulillaah kita Bersyukur kepada Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala yang telah mengumpulkan kalian dengan Anugerah-Nya. Maha Suci Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala yang telah memberi kalian Rahmat. banyak Perkumpulan dari Hamba Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala tapi tidak menginginkan Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala. Dan banyak Perkumpulan tapi tidak mencari Ridha-Nya Allaah. Maka terdapat perbedaan yang Besar dari kedua Majelis tersebut. Apabila Majelis tersebut dibangun dengan Niat yang Baik, maka Anugerah Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala teramat Besar bagi yang Hadir di Majelis tersebut.

Sangat besar Faedah dari Majelis Dzikir dan telah diceritakan dari Hadits Nabi. Sabarkan dirimu dalam Berdo'a. Telah diriwatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal yang berhubungan dengan Zuhud dari Salman Al-Farisi. Beliau mengatakan kami Berkelompok dalam Berdzikir, dan Perkumpulan kami dilewati Rasulullaah Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam. Kami duduk dan berdiam. Beliau bertanya apa yang membuat kalian duduk? Kami mengingat Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala. Ketahuilah aku melihat Rahmat Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala turun kepada kalian, maka aku juga ingin kebagian Rahmat-Nya.

Telah diriwayatkan dari Abu Sufyan bahwa saat kami duduk Rasulullaah Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam datang. Lalu Beliau bertanya untuk apa kalian duduk? Kami Berdzikir untuk Bersyukur kepada Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala. Benarkah kalian duduk hanya untuk hal itu? Demi Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala. Bukan karena aku tidak percaya, tapi Malaikat Jibril berkata bahwa Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala Membanggakan kalian.

Bersyukurlah kepada Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala yang telah memberikan Taufiq untuk Berkumpul. Ribuan yang berkumpul mengharap Ridha Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala. Betapa begitu besar Karunia dan Nikmat yang Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala berikan kepada kita. Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala Yang Maha Agung, Maha Hebat, Maha Pemberi, kalau Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala mengumpulkan orang, apa yang akan Ia berikan? Sesungguhnya Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala Maha Kaya. Apabila Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala mengumpulkan Hamba-Nya, kira-kira apa yang akan Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala berikan?

Wahai Orang yang Berkumpul karena Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala. Tidak akan diutus melainkan Rasulullaah Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam dan orang-orang yang bersungguh-sungguh Berdakwah, dan Orang Shaleh di tengah-tengah kalian. Kalau bukan karena Allaah Subhaanahu Wa Ta'ala sayang kepada kalian, maka tidak mungkin Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala mengirim Al Habib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Al-Musawa untuk Menuntut Ilmu di Hadramaut. Kemudian Beliau mengadakan Majelis yang semacam ini, dan setelah Beliau Wafat malah bertambah.

Demikian pula kalau bukan karena Kecintaan Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala kepada kita, tidak akan sampai Agama ini ke sini. Semua itu kalian dapatkan karena Kecintaan Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala kepada kalian, kalau bukan karena Kecintaannya, maka tidak akan mendapatkan semua Kenikmatan itu. Apabila Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala Memuliakan Hamba-Nya dengan Cinta, maka diajarkan Cinta, itulah Anugerah yang Besar. Maka dari Tangan mereka ditolong Agama ini. Sesungguhnya Agama ini Agama Cinta. Sesungguhnya Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala akan memberikan Dunia ini kepada yang dicintainya maupun yang dibencinya, tapi khusus kepada yang dicintai-Nya.

Siapa yang telah menanamkan Kecintaan kepada Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala Keimanan kepada Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala dan Rasul-Nya? Siapa yang membenarkan Kenabian Rasulullaah Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam, maka ia benar. Membenarkan Kitab-Nya yang mana Allaah menjaga Kitab iti. Siapa yang menjadikan Al-Qur'an di depannya akan dirahmati, dan yang menaruh Al-Qur'an di belakangnya akan diadzab. Kalian datang karena Keimanan kepada Rasulullaah Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam.

Demikian Keimanan kalian kepada Hari Akhir. Kalian Membenarkan hal tersebut. Dari mana kalian dapatkan hal itu? Semua karena Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala. Siapa saja yang tidak memiliki Akal akan Keimanan, maka ia tidak memiliki Manfaat. Walaupun dia memiliki Kecerdan, iya tidak Berakal manakala tidak Beriman. Dia tidak mengetahui apa Hikmah dari Penciptaan. Orang yang Beriman paham siapa yang Menciptakannya. Orang yang Beriman adalah Orang yang memiliki Pandangan. Dengarlah Firman Allaah.

ﻗُﻞْ ﻫَﻞْ ﻳَﺴْﺘَﻮِﻱ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻻ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺘَﺬَﻛَّﺮُ ﺃُﻭﻟُﻮ ﺍﻷﻟْﺒَﺎﺏِ

"Katakanlah : Adakah sama Orang-Orang yang Mengetahui (Berilmu) dengan Orang-Orang yang tidak Mengetahui (Jahil)? Sesungguhnya Orang yang Berakallah yang dapat Menerima Pelajaran." (Q.S. Az-Zumar : 9)

Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala menjadikan kalian memiliki Penglihatan, dan Penglihatan tersebut kalian akan melihatnya di Akhirat. Anugerah ini karena Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala Cinta kepada kalian. Bagaimana kalian tidak Mencintai Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala padahal Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala lebih awal Mencintai kalian. Ketika Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala memberikan Anugerah kepada Saudara kita, Syekh Mus'ab, maka dia berharap Cahaya dan Keimanan itu diraih orang yang ada di Negeri Beliau dan di Negeri ini. Maka Beliau telah datang ke Hadramaut dan mengharapkan Do'a agar Keluarganya mendapatkan Hidayah.

Beliau ketika hadir ke Hadramaut, hadir di sini manakala itu adalah Cabang dari yang di Hadramaut. Maka kita Berdo'a agar semua mendapatkan Hidayah. Alhamdulillaah di antata Nikmat Allaah kita bisa kembali Berkumpul di Lapangan ini. Ini adalah Taufiq yang Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala berikan kepada Gubernur kita. Semoga Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala memberikan Manfaat dari hal ini.

Siapa yang Menolong dan Berkidmat kepada Agama ini dia akan mendapatkan Manfaat, dan tidaklah ada orang yang mendapatkan Keuntungan dari Mencegah Majelis ini melainkan yang didapat hanya Keuntungan sesaat. Satu Masa yang tidak diinginkan Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala, maka akan Hilang, dan Masa yang diinginkan Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala akan Abadi. Semoga semuanya mendapatkan Hidayah.

Nabi Muhammad Berdo'a Ya Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala semoga Kaumku mendapat Hidayah karena mereka tidak mengetahui. Demikian siapa saja yang Berniat Menghancurkan Agama ini, maka dia yang akan Hancur. Apabila Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala Mentakdirkan Orang tersebut Rahmat, maka dia akan Bertaubat. Kalau tidak Bertaubat akan Mencicipi Api Neraka. Semoga Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala mematikan kita dalam Kecintaan terhadap Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala.

Wahai Orang-Orang yang Berkumpul karena Cinta, kalian semua sudah Terhubung kepada Allaah. Dahulu Waktu Al Habib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Al-Musawa meminta Nasehat soal Nama Majelis ini Majelis Rasulullah SAW, maka saya izinkan. Bagaimana tidak? Karena Beliau Menisbatkan Nama tersebut kepada Rasulullaah Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam Sedangkan Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala yang mengutus Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam.

ﻓَﺎﺫْﻛُﺮُﻭﻧِﻲ ﺃَﺫْﻛُﺮْﻛُﻢْ ﻭَﺍﺷْﻜُﺮُﻭﺍ ﻟِﻲ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻜْﻔُﺮُﻭﻥِ

"Karena itu, Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku Ingat (pula) kepadamu, dan Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu Mengingkari (Nikmat)-Ku." (Q.S. Al-Baqarah : 152)

Sesungguhnya Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala Yang Maha Agung tidak mengumpulkan kalian di Tempat ini melainkan untuk Perakara Yang Agung. Tidak ada yang sulit bagi Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala. Hajat yang Besar menjadi Kecil. Barang siapa yang duduk menginginkan Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala, maka melalui Lisan Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam kita berkumpul. Tidaklah berkumpul di suatu Majelis untuk Bersyukur melainkan Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala Ampuni. Berdirilah kalian, Dosa kalian akan diampuni. Bangunlah kalian dari Majelis ini melainkan Dosa kalian diampuni.

Ya Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala Ampunilah kami. Tidaklah kami Berkumpul melainkan mengharap Ampunan-Mu. Apabila Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala telah memberikan Janji Pengampunan ini, maka kita akan naik ke Derajat yang Tinggi. Siapa yang sudah diampuni, Hubungannya ke Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala akan Indah. Orang tersebut akan Istiqamah dengan Ucapan yang Baik, Perbuatan yang Baik. Pengaruh itu akan nampak pada Keluarganya. Dengan demikian itu akan terangkat Bala, Musibah. Musibah yang Besar akan tersingkat. Karena yang akan bisa menolak Bala adalah Pemilik daripada Langit dan Bumi. Apakah ada satu Negara di Muka Bumi yang mampu Mencegah Gempa Bumi? Apakah ada Kemoderenan, Teknologi yang mampu Mencegah Gempa Bumi? Semua Teknologi akan hancur.

Maha Suci Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala yang Kuat, yang lain Lemah. Mereka Lalai bahwa Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala lah yang memberikan segalanya. Dan akhir daripada Hidupnya ia akan menjadi Bangkai. Dan dia ketika menggunakan Kekuatan yang dipinjamkan, manakala Jantungnya Bermasalah, maka Kekuatannya akan hilang.

Kalau kalian telah benar dan memiliki Kesungguhan, maka kalian telah dekat dengan Allaah. Semoga Allaah menjauhkan Gempa Bumi. Tidaklah terjadi Gempa Bumi melainkan karena Maksiat yang Terang-Terangan. Kalau dia Bermaksiat dengan sembunyi, dia akan kena dengan sendirinya. Kalau Maksiat dibiarkan, maka Musibah akan kena kepada semua. Ini Peringatan kepada Hamba Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala agar mereka kembali. Semua Adzab tujuannya agar kita kembali. Kalau datang Adzab barulah mereka datang kepada Kami.

Kami mengemis kepada Allaah agar kita kembali kepada Allaah dan dijauhkan dari Musibah. Kami Beriman bahwasanya Engkau Maha Kuat. Kami tidak mampu akan Musibah-Mu. Kami Bersaksi atas Kekuatan-Mu, dan atas Kelemahan kami. Sayangilah kami dan berikanlah kami Rezeki agar bisa mengambil Pelajaran dari semua itu. Orang yang Berdo'a saat ditimpa Kesulitan, maka Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala akan Merahmati mereka. Siapa yang tidak bisa mengambil Pelajaran dari Musibah, maka Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala akan timpakan Musibah yang lain. Ketika mereka lupakan Anugerah dari kami, akan kami bukakan Pintu Kemudahan hingga mereka Bergembira kemudian kami ambil itu semua.

Ada Orang-Orang yang tidak mengambil Pelajaran, ada yang tidak mengambil Manfaat. Allaah memberikan Peringatan kepada Orang-Orang yang Lalai. Sesungguhnya Harta menjadi Nikmat asal Harta tersebut diambil dari yang Halal dan digunakan untuk semestinya. Tetapi siapa yang mendapatkan Harta dari yang tidak Halal, dan menggunakannya untuk yang tidak Halal berarti dia sedang membuka Adzab Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala yang lain. Anak dan Keturunan adalah Nikmat. Nikmat buat siapa? Mereka yang Bersyukur.

Telah datang Kurikulum kepada kalian. Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Mengajarkan Mencintai semuanya. Tidak pernah Mencaci Orang yang Hidup ataupun Mati. Tidak diajarkan mengganggu Binatang. Apa yang diajarkan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah telah sampai ke Negeri kalian. Aqidah yang datang kepada kita adalah Aqidah Sahabat Nabi yang dirangkum oleh Imam Abul Hasan Al-Asy'ari. Apa yang telah diajarkan oleh Imam terdahulu, Imam Baghdad Al-Junaedi tentang Pembersihan Jiwa. Tidak mengajarkan Kerusakan.

Semoga Allaah Kokohkan Langkah Kaki kita di Jalan yang Lurus, maka hendaklah kalian Memuji Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala. Ketahuilah dengan Do'a dan Keimanan kepada Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala akan ditolak segala Musibah. Apabila suatu Negeri Beriman, Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala akan bukakan Pintu Keberkahan. Jadilah kalian yang membuka Pintu Keberkahan tersebut. Di balik semua itu ada Janji dari Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala. Pasti akan Kami bukakan Pintu Keberkahan. Semoga Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala menjadikan kalian penyebab dibukanya Pintu Keberkahan. Hendaknya kalian Beriman akan semua Alat-Alat Elektronik kalian.

Kami Berdo'a dengan Perkumpulan ini agar Indonesia dijauhkan dari Keburukan, dan Pemilu yang akan datang dijauhkan dari Keburukan. Kita Do'akan Orang yang Beriman dikuatkan Imannya. Kami nasehatkan kepada Orang-Orang yang Berakal dari Non Muslim agar tidak menggunakan sesuatu untuk Menjahati yang lain. Sesungguhnya itu akan kembali kepada diri kalian. Jangan kalian mengganggu kepada Orang Islam yang akan berbalik kepada kalian.

ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ

ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ

ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ

ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ

ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ ﻳَﺎ اَللّهُ

Ucapkanlah :

ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ

Semoga di Akhir Hayat kita Kalimat yang terakhir kita Ucapkan adalah :

ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ

Kita semua Berdo'a dan Berharap semoga Tahun 1440 H menjadi Tahun Pertolongan bagi Ummat Muslim di seluruh Dunia. Semoga Allaah Subhaanahu Wa Ta'aala senantiasa Menjaga kita, senantiasa memberikan Curahan Rahmat-Nya. Aamiin.

بِسْمِ اللهِ الرَّحمنِ الرَّحِيْم (1) أَلحَمدُ لِلّه رَبِّ العَالَمِين (2) ألرَّحمَنِ الرَّحِيم (3) مالِكِ يَوْمِ الدِين (4) إيّاكَ نَعبُدُ وَ إيّاكَ نَستعِين (5) إهدِنَا الصِّرَاط المُستَقِيم (6) صِرَاطَ الَذِينَ أنعَمتَ عَليْهِمَ، غَيْرِالمَغضُوبِ عَليْهِم وَلاَالضَّالِّين (7)

(Q.S. Al-Fatihah)

ﻭَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ
  
Wallahu a'lam Bishowab
 
Allahuma sholii 'alaa sayyiidna muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
       

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama