Friday, June 14, 2019

Mencintai Habaib Sesuai Seleranya, Mencaci Maki Habaib Semaunya?

Rate this posting:
{[['']]}

MENCINTAI HABAIB SESUAI SELERANYA, MENCACI MAKI HABAIB SEMAUNYA?

Oleh KH. Abdi Kurnia Djohan :

Barangkali mereka yang memilih-milih di dalam memuliakan para dzurriyyah Rasulullah, nanti akan ditanya oleh Rasulullah shollallahu alayhi wa sallam kenapa membeda-bedakan di dalam memuliakan keturunannya. Bukankah Rasulullah tidak membeda-bedakan umatnya ketika beliau memberi syafaat?

Jika ada yang menjawab, " ya Rasulullah, kami tidak menyukai si fulan dzurriyyahmu itu karena perangainya tidak mencerminkan apa yang engkau ajarkan." Bagaimana jika kemudian Rasulullah menjawab, " apa urusanmu menilai dzurriyahku? kenapa engkau tidak serahkan urusan dzurriyahku kepadaku? Bukankah urusan keturunanku itu adalah urusanku yang aku akan pertanggung jawabkan di hadapan Allah? Tidakkah kamu membaca perkataanku, " andaikan Fatimah binti Muhammad mencuri, pasti aku potong tangannya"? Tidakkah kamu mengetahui ucapanku itu? Bukankah itu maksudnya biar aku sendiri yang menghukum keturunanku jika mereka bersalah? Lalu apa urusanmu mengambil hak yang Allah berikan kepadaku?"

Ya Hasrotan 'alal ibaad, keberadaan keturunan Rasulullah tidak saja menjadi rahmat bagi umatnya, tapi sekaligus juga ujian sampai sejauh mana mereka bisa menjaga amanah darinya. Demikianlah yang bisa kita pahami dari ucapan beliau:

تركت فيكم أمرين لن تضلوا ابدا كتاب الله وأًهْلَ بَيْتِي

Aku tinggalkan di tengah kalian dua pusaka, yang kalian tidak akan tersesat selamanya; al-Qur'an dan ahlul baitku (Riwayat al-Bukhari)

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
  
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment