Apakah Iblis Suka Bertakbir?


APAKAH IBLIS SUKA BERTAKBIR?

KH. Abdi Kurnia Djohan :

Pertanyaan ini disampaikan seorang jamaah pengajian Masjid Pertamina Prabumulih, tadi subuh. Tanpa menjelaskan latar belakang pertanyaannya, ia bertanya apakah benar Iblis dan sekutunya senang dengab kalimat takbir?

Sebelum masuk kepada jawaban akhir dari pertanyaan itu, saya mencoba membangun alur pemikiran sehingga dapat diambil simpulan tentang hubungan di antara Iblis dan Takbir.

1. Sebelum Adam diciptakan, Allah telah menempatkan Iblis di dalam surga sebagai anugerah atas usahanya taat kepada Allah. Di dalam tafsirnya, al-Imam Ibnu Katsier menyebut riwayat tentang usaha Iblis melaksanakan ketaatan kepada Allah. Di antara yang disebut di situ adalah Iblis memimpin pasukan malaikat menghancurkan gerombolan jin yang selalu berbuat onar di muka bumi. Sebagian riwayat, seperti dikutip di dalam Tafsir Mirah Labid, menyebut bahwa Iblis melaksanakan ibadah secara konsisten, selama ribuan tahun di muka bumi. Sehingga akhirnya Allah menempatkan Iblis di dalam surga.

$ads={1}

2. Terkait dengan ucapan takbir yang dibaca Iblis, apakah benar Iblis melakukannya? Tidak ditemukan informasi yang menjelaskan itu di dalam al-Qur'an. Satu-satunya informasi tentang amalan yang dilakukan penghuni langit sebelum Adam diciptakan, dijumpai di dalam Qs al-Baqarah (2): ayat 30

(وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَـٰۤىِٕكَةِ إِنِّی جَاعِلࣱ فِی ٱلۡأَرۡضِ خَلِیفَةࣰۖ قَالُوۤا۟ أَتَجۡعَلُ فِیهَا مَن یُفۡسِدُ فِیهَا وَیَسۡفِكُ ٱلدِّمَاۤءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّیۤ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ)

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
[Surat Al-Baqarah 30]

Di dalam ayat di atas, tidak ditemukan kata "takbir" sebagai ucapan penduduk langit di dalam beribadah, sebelum manusia diciptakan. Yang bisa dipahami secara harfiah (letterlijk), dari ayat di atas adalah bahwa penduduk langit mengucapkan tasbih (subhanallāh), tahmid (alhamdu lillāh), taqdis (kemungkinan subbūhun quddūsun).

Terkait dengan Iblis, apa yang ia baca kalau begitu? Berbekal informasi bahwa Iblis pernah bersama-sama malaikat, khususnya dalam perang melawan bangsa jin kafir, kemungkinan bacaan yang diucapkan Iblis di dalam beribadah, sama dengan yang dibaca penduduk langit pada umumnya yaitu tasbih, tahmid dan taqdis. Ini jika menggunakan nalar tekstual. Dalil kebersamaan Iblis dengan malaikat itu, bisa dilihat di dalam Qs al-Baqarah ayat 34:

(وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَـٰۤىِٕكَةِ ٱسۡجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوۤا۟ إِلَّاۤ إِبۡلِیسَ أَبَىٰ وَٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَـٰفِرِینَ)

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.
[Surat Al-Baqarah 34]

3. Bagaimana keadaan Iblis penolakannya untuk sujud kepada Adam? Al-Qur'an mengisahkan tentang buruknya kondisi Iblis setelah mendapat murka dari Allah:

(قَالَ ٱخۡرُجۡ مِنۡهَا مَذۡءُومࣰا مَّدۡحُورࣰاۖ لَّمَن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمۡ أَجۡمَعِینَ)

Allah) berfirman, “Keluarlah kamu dari sana (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua.”

[Surat Al-A'raf 18]

Selain mengalami kehinaan, Iblis juga menyatakan dendamnya kepada Allah, sebagai berikut:

(قَالَ فَبِمَاۤ أَغۡوَیۡتَنِی لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَ ٰ⁠طَكَ ٱلۡمُسۡتَقِیمَ)

(Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus,
[Surat Al-A'raf 16]

Karena dendam itu, Iblis tidak menyukai kalimat-kalimat tayyibah yang isinya menyanjung Allah, termasuk takbir. Ini bisa dipahami dari sabda Nabi Muhammad, berikut ini:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إذا نودي بالأذان أدبر الشيطان وله ضراط حتى لا يسمع الأذان، فإذا قضي الأذان أقبل، فإذا ثوب بها أدبر.

Dari Abu Hurairah radhiyallāhu anhu, bahwa Nabi shallāhu 'alayhi wa sallam bersabda, "apabila dikumandangkan azan, setan berbalik lari. Setan mempunyai suara kentut yang membuatnya tidak mendengar suara azan. Apabila selesai dikumandangkan azan, ia kembali lagi untuk mengganggu, dan apabila panggilan azan itu dijawab, setan kembali lagi berbalik badan...

Sebagaimana kita tahu, bahwa di dalam kumandang azan--dan juga jawabannya-'ada kalimat takbir (allāhu akbar). Dari situ, kita simpulkan bahwa setan--dan tentunya juga Iblis--tidak menyukai kalimat takbir.

Sehingga dari runtut penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa Iblis tidak menyukai takbir. Kalau tidak menyukai kalimat takbir, apakah Iblis suka bertakbir? Tentu saja tidak. Karena yang disukai Iblis adalah sifat takabbur atau sifat merasa besar. Nah, sifat merasa besar inilah yang begitu mudahnya menjangkiti siapa saja. Semoga Allah jauhkan kita dari keburukan itu.

Wallāhul muwaffiq ilā aqwamit thariq...



Source : dikutip melalui laman facebook KH. Abdi Kurnia Djohan

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
   
dakwahislamiyah93@gmail.com
 
Redaksi

Rumah Muslimin Grup adalah Media Dakwah Ahlusunnah Wal jama'ah yang berdiri pada pertengahan tahun 2017 Bermazhab Syafi'i dan berakidah Asyariyyah. Bagi sobat rumah-muslimin yang suka menulis, yuk kirimkan tulisannya ke email kami di dakwahislamiyah93@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close