Jumat, 18 September 2020

Biografi Singkat Imam Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir

Rate this posting:
{[['']]}


BIOGRAFI SINGKAT IMAM ALWI BIN UBAIDILLAH BIN AHMAD AL-MUHAJIR

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Imam Alwi menurunkan keturunan sampai masa kini, menyebar di berbagai negara Asia dan Afrika. Alwi ini akhirnya menjadi cikal bakal atau kakek dari seluruh Bani Alawi atau lebih dikenal dengan sebutan Alawiyin. Silsilah mereka turun menurun terjaga secara ketat dan menyebar di banyak negara.

Pada abad ke-3 H sampai dengan abad ke 7 H, dimulai dari masa Imam Ahmad bin isa al-Muhajir, beliau dan keturunannya diberi gelar imam, karena ketokohannya dan ketinggian ilmunya. Dari abad ke-7 H sampai abad ke-11 H, disebut Syeikh dimulai dari al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba Alawi. kemudian dari abad ke-11 H sampai dengan abad ke-14, mulai disematkan panggilan habib. Terakhir dari abad ke-14 sampai kini, mulai dikenal dengan panggilan sayyid.

Semua keturunan Imam Ahmad Al-Muhajir sangat dihormati oleh masyarakat setempat. Demikian pula dengan Imam Alwi bin Ubaidillah. Beliau dikenal sebagai seseorang ahli ilmu fiqih dan seseorang yang senantiasa zuhud.

Beliau terkenal dengan sikapnya yang lemah lembut kepada fakir miskin, Teguh dalam menjalankan perintah agama, dan merupakan syeikh dari kaum arifin. Dari nama beliau ini muncul panggilan Bani Alawi atau Alawiyyin. Ketika Imam Alwi bin Ubaidillah berangkat haji ke Mekkah, bersama saudaranya, Jadid, dan diikuti oleh keluarga lebih 80 orang, seluruh perbekalan dan biaya sejak berangkat sampai pulang, ditanggung oleh beliau. Bahkan beliau membelikan hadiah-hadiah untuk dibagikan kepada keluarga mereka.

Baca Juga : 

- Riwayat Singkat Awal Bani Alawi dan Para Tokohnya

Apa Itu Manhaj?

Biografi Pengarang Kitab Maulid Barzanji ( Habib Ja'far bin Husein bin Abdul karim Al-Barzanji )

Sumber : Buku Thariqah Alawiyah Tasawuf Bani Alawi yang ditulis oleh Sayyid Zen Umar Sumaith Hal 3-12

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

  

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar