Monday, October 12, 2020

Beberapa Jenis Sunnah Rasulullah SAW

Rate this posting:
{[['']]}

BEBERAPA JENIS SUNNAH RASULULLAH SAW

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Sering kali kita mendengar ada kelompok yang menyuarakan sunnah dengan lantang namun mereka sendiri pun belum memahami apa itu sunnah sebenarnya. Padahal penjelasan mengenai sunnah Rasulullah SAW harus mengikuti apa yang para sahabat & alim ulama pahami bukan langsung merujuk pada kitab Al-Qur'an maupun Al-Hadist. Tentu para alim ulama yang kita ikuti adalah mereka yang memiliki sanad keilmuan hingga ke Rasulullah SAW.

Kyai Sumarsam selaku Skretarus PCNU Kota Lubuklinggau membagikan sebuah tulisan disalah satu forum facebook yang dimilikinya mengenai " Beberapa Jenis Sunnah Rasulullah SAW ". Selengkapnya yuk disimak pada tulisan dibawah ini.

Oleh: Kyai Sumarsam

(Sekretaris PCNU Kota Lubuklinggau )

Di antara kita mungkin pernah membaca atau mendengar seseorang yang mengatakan begini:

"Ketahuilah, yg disebut sebagai SUNNAH Rosululloh Saw adalah segala perbuatan yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Suatu perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh Rosululloh Saw apabila kita lakukan maka perbuatan trsbut sbgai perbuatan BID'AH DLOLALAH. "

Benarkah demikian itu???

Untuk mengetahuinya berikut ini saya coba paparkan secara ringkas tentang beberapa jenis dari SUNNAH ROSULULLOH Saw.

Baca Juga :

- Makna Rukun Iman dan Rukun Islam di dalam Al-Qur'an

Ciri-ciri Rasulullah SAW yang hadir dalam mimpi Alhabib Munzir Al-Musawa

Menurut ahli hadis, sunnah adalah:

“Segala yang bersumber dari Nabi Muhammad Saw., baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, tabiat, budi pekerti, maupun perjalanan hidupnya, baik sebelum beliau diangkat menjadi Rasul Saw maupun sesudahnya.”

Menurut ahli usul fikih, sunnah adalah:

“Segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad Saw. selain al-Qur’an baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrirnya yang pantas untuk dijadikan dalil bagi penetapan hukum syara’ (hukum agama).”

Macam-macam Sunnah :

1. Sunnah Qauliyah.

Sunnah Qauliyah adalah bentuk perkataan atau ucapan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw.

Dengan kata lain Sunnah Qauliyah yaitu sunnah Nabi Saw. yang hanya berupa ucapannya saja baik dalam bentuk pernyataan, anjuran, perintah cegahan maupun larangan.

Yang dimaksud dengan pernyatan Nabi Saw. di sini adalah sabda Nabi Saw. dalam merespon keadaan yang berlaku pada masa lalu, masa kininya dan masa depannya, kadang-kadang dalam bentuk dialog dengan para sahabat atau jawaban yang diajukan oleh sahabat atau bentuk-bentuk ain seperti khutbah.

Dilihat dari tingkatannya sunnah qauliyah menempati urutan pertama yang berarti kualitasnya lebih tinggi dari kualitas sunnah fi’liyah maupun taqririyah.

Contoh sunnah qauliyah:

Hadits tentang TAHLILAN.

Hadits Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam :

الجنة له الله استوجب وذكر بقراءة ميت على أعان من وسلم عيه الله صلى قال ((عباس ابن عن والنسائ الدارمى رواه

Barang siapa menolong mayyit dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan dzikir, maka Alloh memastikan surga baginya.” (HR. ad-Darimy dan Nasa’I dari Ibnu Abbas)

لم تقدروا على ماءفان ولوبشربة أمواتكم وعلى أمواتكم وعلى أنفسكم تصدقواعلى قال أنه وسلم اللهعليه صلى النبي وعن

الإجابة وعدكم الله فإن والرحمة بالمغفرة لهم فادعو القرءان من تعلمواشيئا لم فان تعالى الله كتاب من فبأية ذلك

Bersedekahlah kalian untuk diri kalian dan orang-orang yang telah mati dari keluarga kalian walau hanya air seteguk. Jika kalian tak mampu dengan itu, bersedekahlah dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Jika kalian tidak mengerti Al-Qur’an, berdo’alah untuk mereka dengan memintakan ampunan dan rahmat. Sungguh, تعالى هللا telah berjanji akan mengabulkan do’a kalian.”(Tankihul Qoul hlm:28)

Baca Juga :

Biografi & Karomah AlHabib Syechan bin Musthofa Al Bahar Wali yang Jadzab (Nyleneh)

Shalawat Dari Rasulullah SAW Yang Di Berikan Kepada Habib Umar Melalui Mimpinya

2. Sunnah Fi’liyah.

Sunnah fi’liyah adalah segala perbuatan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw. Kualitas sunnah fi’liyah menduduki tingkat kedua setelah sunnah qauliyah.

Sunnah fi’liyah juga dapat maknakan sunnah Nabi Saw. yang berupa perbuatan Nabi yang diberitakan oleh para sahabat .

Untuk mengetahui hadis yang termasuk kategori ini, diantaranya terdapat kata-kata kana/yakunu atau ra’aitu/ra’aina.

Contohnya: Hadis Tawasul pada Orang sholeh yg telah Wafat :

أَللهُ الَّذِيْ يُحْيِىْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ اِغْفِرْ لِأُمِّيْ فَاطِمَةَ بِنْتِ أَسَدٍ وَلَقِّنْهَا حُجَّتَهَا وَوَسِّعْ عَلَيْهَا مَدْخَلَهَا بِحَقِّ نَبِيِّكَ وَالْأَنْبِيَاءِ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِيْ فَإِنَّكَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ )رواه الطبراني وابو نعيم فى حلية الأولياء عن انس(

“Allah yang menghidupkan dan mematikan. Allah maha hidup, tidak akan mati. Ampunilah ibuku, Fatimah binti Asad, tuntunlah hujjahnya dan lapangkan kuburnya, dengan haq Nabi-Mu dan para Nabi sebelumku. Sesungguhnya Engkau dzat yang paling mengasihi”. (HR al-Thabrani dan Abu Nuaim dari Anas)

3. Sunnah Taqririyah.

Taqrir, yaitu keadaan Rosululloh Saw mendiamkan, tidak memberikan sanggahan terhadap suatu perkara yang dilakukan oleh sahabat berupa perkataan atau perbuatan, baik hal itu dilakukan di hadapan beliau atau tidak, namun beritanya sampai kepada beliau.

Contoh sunnah taqririyyah yakni diamnya Rasululullah atas ijtihad dan istinbat dua sahabat ketika dalam perjalanan mereka tidak menemukan air, lalu mereka bertayamum dan mengerjakan shalat, kemudian mereka mendapatkan air, sedang waktu shalat masih berlanjut. Lalu salah satunya berwudhu’ dan mengulangi shalat, satunya lagi tidak.

Jadi sunnah taqririyyah yakni diamnya Rasulullah terhadap perkataan atau perbuatan para Sahabat yang dilakukan di hadapan Baginda atau ketika Baginda tidak ada tetapi mengetahui perkara tersebut maka diam ini menunjukkan bahwa perkara tersebut atas ijtihad dan istinbat para Sahabat tidak menyalahi Al Qur’an dan As Sunnah atau bukanlah perkara terlarang atau bukan perkara yang batil ataupun mungkar. Dengan demikian sehingga dapat kita ketahui bahwa yg disebut sebagai Sunnah Rosululloh Saw, tidak hanya sebatas yg pernah dikerjakan oleh Rosululloh Saw saja, tetapi ucapan serta sikap diamnya juga termasuk dari Sunnah itu sendiri .

Demikian sekelumit tentang beberapa jenis Sunnah Rosululloh Saw,

Semoga ada manfaatnya .

Wallohu a'lam

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

  

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment