Tuesday, October 13, 2020

Pembahasan Mengenai Kitab Safinah Oleh Kyai Sumarsam

Rate this posting:
{[['']]}

PEMBAHASAN MENGENAI KITAB SAFINAH OLEH KYAI SUMARSAM 

Oleh : Abah Yai Sumarsam Sekretaris PCNU Kota Lubuklinggau 

NGAJI KITAB SAFINAH BAGIAN : PERTAMA

Rukun Islam ada lima perkara, yaitu:

اإلسالم أركان فصل وحج ، رمضان صوم و , الزكاة وإيتاء ، الصالة وإقام هللا رسول محمد وأن إالهللا الإله أن شهادة : خمسة اإلسالم أركان (فصل) . سبيال إليه استطاع من البيت

1. Bersaksi bahwa tiada ada tuhan yang haq kecuali Alloh Subhaanahu wa Ta'aala dan Nabi Muhammad Sholalloohu 'Alayhi wa Sallam adalah utusanNya.

2. Mendirikan sholat (lima waktu).

3. Menunaikan zakat.

4. Puasa Romadhan.

5. Ibadah haji ke baitullah bagi yang telah mampu melaksanakannya.

اإليمان أركان فصل . تعالى هللا من وشره خيره وبالقدر ، اآلخر وباليوم ، وكتبه ،ومالئكته ، باهلل تؤمن أن :ستة اإليمان أركان ( فصل)

Baca Juga :

Filosofi Semar, Gareng, Petruk, Bagong (Punakawan) Dalam Islam

Biografi Habib Muhammad Al Bagir bin Alwi Bin Yahya

Rukun iman ada enam, yaitu:

1. Beriman kepada Alloh Subhaanahu wa Ta'aala.

2. Beriman kepada sekalian Mala’ikat

3. Beriman dengan segala kitab-kitab suci.

4. Beriman dengan sekalian Rosul-rosul.

5. Beriman dengan hari kiamat.

6. Beriman dengan ketentuan baik dan buruknya dari Alloh Subhaanahu wa Ta'aala.


PENGERTIAN LAFADZ LAILAHA ILLALLAH

. هللا إال الوجود في بحق المعبود : إالهللا الإله ومعنى ( فصل)

Adapun arti “La ilaha illah”, yaitu: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dalam kenyataan

selain Alloh.

Tanda-tanda Baligh (Dewasa)

في الحيض و ، سنين لتسع واألنثى الذكر في واالحتالم ، الذكرواألنثى في سنه عشرة خمس تمام : ثالث البلوغ عالمات ( فصل)

سنين لتسع األنثى

Adapun tanda-tanda balig (mencapai usia remaja) seseorang ada tiga, yaitu:

1. Berumur seorang laki-laki atau perempuan lima belas tahun.

2. Bermimpi (junub) terhadap laki-laki dan perempuan ketika melewati sembilan tahun.

3. Keluar darah haidh sesudah berumur sembilan tahun .

Bersuci Memakai Batu

َح َج ر إجزاء شروط (فصل)

عليه يطرأ وال ، ينتقل وال ، النجس يجف ال وأن ، المحل ينقي وأن ، أحجار بثالثة يكون أن :ثمانية ال .طاهرة األحجار تكون وأن ، ماء يصيبه وال ، وحشفته صفحته يجاوز وال ، آخر

Syarat boleh menggunakan batu untuk beristinja ada delapan, yaitu:

1. Menggunakan tiga batu.

2. Mensucikan tempat keluar najis dengan batu tersebut.

3. Najis tersebut tidak kering.

4. Najis tersebut tidak berpindah.

5. Tempat istinja tersebut tidak terkena benda yang lain sekalipun tidak najis.

6. Najis tersebut tidak berpindah tempat istinja (lubang kemaluan belakang dan kepala

kemaluan depan) .

7. Najis tersebut tidak terkena air .

8. Batu tersebut suci.


Fardhu dan Rukun Wudhu

الرأس من شيء مسح : الرابع ، المرفقين مع اليدين غسل :الثالث ، الوجه غسل : الثاني ، النية:األول :ستة الوضوء فروض ( فصل)

. الترتيب: السادس ، الكعبين مع الرجلين غسل : الخامس ،

Rukun wudhu ada enam, yaitu:

1. Niat.

2. Membasuh muka

3. Membasuh kedua tangan serta siku.

4. Menyapu sebagian kepala.

5. Membasuh kedua kaki serta buku lali.

6. Tertib.


NGAJI KITAB SAFINAH BAGIAN KE : 2

Fardhu dan Rukun Wudhu

الرأس من شيء مسح : الرابع ، المرفقين مع اليدين غسل :الثالث ، الوجه غسل : الثاني ، النية:األول :ستة الوضوء فروض ( فصل)

. الترتيب: السادس ، الكعبين مع الرجلين غسل : الخامس ،

Rukun wudhu ada enam, yaitu:

1. Niat.

2. Membasuh muka

3. Membasuh kedua tangan hingga siku.

4. Menyapu sebagian kepala.

5. Membasuh kedua telapak kaki hingga mata kaki.

6. Tertib.

Baca Juga :

Biografi & Karomah AlHabib Syechan bin Musthofa Al Bahar Wali yang Jadzab (Nyleneh)

Shalawat Dari Rasulullah SAW Yang Di Berikan Kepada Habib Umar Melalui Mimpinya

Pengertian Niat dan Tertib

ال أن والترتيب ، الوجه من جزء أول غسل عند ووقتها ، سنة بها والتلفظ القلب ومحلها ، بفعله مقترنا الشيء قصد : النية ( فصل)

. عضو على عضو يقدم

Niat adalah menyengaja suatu (perbuatan) berbarengan (bersamaan) dengan perbuatannya

didalam hati. Adapun mengucapkan niat tersebut maka hukumnya sunnah, dan waktunya

ketika pertama membasuh muka.

Adapun tertib yang dimaksud adalah tidak mendahulukan satu anggota terhadap anggota yag

lain (sebagaimana yang telah tersebut).

Air

الكثير والماء . يتغير لم وإن فيه النجاسة بوقوع يتنجس القليل .فأكثر قلتان والكثير ، القلتين مادون القليل : وكثير قليل الماء ( فصل)

تغير إذا إال يتنجس ال

.ريحه أو لونه أو طعمه

Air terbagi kepada dua macam; Air yang sedikit. Dan air yang banyak.

Adapun air yang sedikit adalah air yang kurang dari dua qullah . Dan air yang banyak itu

adalah yang sampai dua qullah atau lebih.

Air yang sedikit akan menjadi najis dengan sebab tertimpa najis kedalamnya, sekalipun tidak

berubah. Adapun air yang banyak maka tdak akan menjadi najis kecuali air tersebut telah

berubah warna, rasa atau baunya.

Baca Juga :

Mencintai Habaib Sesuai Seleranya, Mencaci Maki Habaib Semaunya?

Perbuatan Tergantung Dengan Niatnya

Perkara yang Mewajibkan Mandi

. والموت والوالدة والنفاس والحيض المنى وخروج ، الفرج في الحشفة إيالج :ستة الغسل موجبات ( فصل)

Yang mewajibkan mandi ada enam perkara, yaitu:

1- Memasukkan kemaluan (kepala dzakar) ke dalam farji (kemaluan) perempuan.

2- Keluar air mani.

3- Keluar darah haidh [datang bulan].

4- Keluar darah nifas [darah yang keluar setelah melahirkan].

5- Melahirkan.

6- Mati.

Fardhu dan Rukun Mandi Junub

. بالماء البدن وتعميم ، النية : اثنان الغسل فروض ( فصل)

Fardhu–fardhu (rukun) mandi yang diwajibkan ada dua perkara, yaitu:

1- Niat mandi wajib.

2- Menyampaikan air ke seluruh tubuh dengan sempurna.

Syarat-syarat Wudhu

وأن ، البشرة إلى الماء وصول يمنع وعما ، والنفاس ، الحيض عن ، والنقاء ، والتمييز ، اإلسالم : عشرة الوضوء شروط ( فصل)

.الحدث لدائم والمواالة ، الوقت ودخول ، الطهور الماء يغير ما العضو على يكون ال

Syarat– Syarat Wudhu` ada sepuluh, yaitu:

1- Islam.

2- Tamyiz (cukup umur dan ber’akal).

3- Suci dari haidh dan nifas.

4- Lepas dari segala hal dan sesuatu yang bisa menghalang sampai air ke kulit.

5- Tidak ada sesuatu disalah satu anggota wudhu` yang merubah keaslian air.

6- Mengetahui bahwa hukum wudhu` tersebut adalah wajib.

7- Tidak boleh beri`tiqad (berkeyakinan) bahwa salah satu dari fardhu–fardhu wudhu` hukumnya sunnah (tidak wajib).

8- Kesucian air wudhu` tersebut.

9- Masuk waktu sholat yang dikerjakan.

10- Muwalat .

Dua syarat terakhir ini khusus untuk da'im al-hadats (orang yang selalu hadas karena beser

kencing atau keluar darah istihadoh, kentut terus menerus, ambeien, dll) .

Perkara yang Membatalkan Wudhu

زوال ( الثاني) ، المنى إال غيره أو ريح دبر أو قبل من السبيلين أحد من الخارج (األول) : أشياء أربعة الوضوء قض نوا ( فصل)

 ( الرابع) ، حائل غير من كبيرين وامرأة رجل بشرتي التقاء (الثالث) ، األرض من مقعده ممكن ، قاعد نوم إال غيره أو بنوم العقل

. األصابع بطون أو الراحة ببطن دبره حلقة أو اآلدمي قبل مس

Yang membatalkan wudhu` ada empat, yaitu:

1- Apa bila keluar sesuatu dari salahsatu kemaluan seperti angin dan lainnya, kecuali air mani.

2- Hilang akal seperti tidur dan lain lain, kecuali tidur dalam keadaan duduk rapat bagian

punggung dan pantatnya dengan tempat duduknya, sehingga yakin tidak keluar angin

sewaktu tidur tersebut

3- Bersentuhan antara kulit laki–laki dengan kulit perempuan yang bukan muhrim baginya dan

tidak ada penghalang antara dua kulit tersebut seperti kain dll.

”Mahram”: (orang yang haram dinikahi seperti saudara kandung).

4- Menyentuh kemaluan orang lain atau dirinya sendiri atau menyentuh tempat pelipis dubur

(kerucut sekeliling) dengan telapak tangan atau telapak jarinya.

Larangan Bagi yang Batal Wudhu

ومس والطواف الصالة : أشياء أربعه عليه حرم وضوؤه انتقض من ( فصل)

.وحمله المصحف

Larangan bagi orang yang berhadats kecil/ batal wudhu ada empat, yaitu:

1- Shalat, fardhu maupun sunnah.

2- Thowaaf (keliling ka`bah tujuh kali).

3- Menyentuh kitab suci Al-Qur`an

4. Membawa atau mengangkat Al Quran

Larangan Bagi yang Orang Junub (Hadats Besar)

.القرآن وقراءة المسجد في واللبث وحمله المصحف ومس والطواف الصالة :أشياء ستة الجنب على ويحرم

Larangan bagi orang yang berhadats besar (junub) ada lima, yaitu:

1- Sholat.

2- Thowaaf.

3- Menyentuh Al-Qur`an.

4- Membaca Al-Qur`an.

5- I`tikaf (berdiam di masjid).

Larangan Bagi Wanita Haid

والطالق والصوم القرآن وقراءة المسجد في واللبث وحمله المصحف ومس والطواف الصالة : أشياء عشرة بالحيض ويحرم

.والركبة السرة بين بما واالستمتاع تلويثه خافت إن المسجد في والمرور

Larangan bagi perempuan yang sedang haidh ada sepuluh, yaitu:

1- Sholat.

2- Thowaaf.

3- Menyentuh Al-Qur`an.

4- Membaca Al-Qur`an.

5- Puasa

6- I’tikaf di masjid.

7- Masuk ke dalam masjid sekalipun hanya untuk sekedar lewat jika ia takut akan mengotori

masjid tersebut.

8- Cerai, karena itu, di larang suami menceraikan isterinya dalam keadaan haidh.

9- Jima`.

10- Bersenang – senang dengan isteri di antara pusar dan lutut.

NGAJI KITAB SAFINAH BAGIAN KE : 3

T A Y A M U M.

. محترم حيوان لعطش إليه واالحتياج ، والمرض ، الماء فقد :ثالثة التيمم أسباب (فصل)

. والخنزير العقور والكلب الحربي والكافر والمرتد المحصن والزاني الصالة تارك : ستة المحترم غير

Sebab-Sebab Tayammum

Sebab – Sebab yang membolehkan tayammum ada tiga hal, yaitu:

1- Tidak ada air untuk berwudhu`.

2- Ada penyakit yang mengakibatkan tidak boleh memakai air.

3- Ada air hanya sekedar mencukupi kebutuhan minum manusia atau binatang yang

Muhtaram (dihormati).

Adapun Non-Muhtaram ada enam macam, yaitu:

1- Orang yang meninggalkan sholat wajib.

2- kafir Harbiy (yang boleh di bunuh).

3- Murtad.

4- Penzina dalam keadaan Ihshan (orang yang sudah ber’aqad nikah yang sah).

5- Anjing yang menyalak (tidak menta`ati pemiliknya atau tidak boleh dipelihara).

6- Babi.

يقصده وأن ونحوه دقيق يخالطه وال مستعمال يكون ال وأن طاهرا التراب يكون وان بتراب يكون أن :عشرة التيمم شروط ( فصل)

لكل يتيمم وأن الوقت دخول بعد التيمم يكون وأن قبله القبلة في يجتهد وأن أوال النجاسة يزيل وأن بضربتين ويديه وجهه يمسح وأن

. فرض

Syarat–Syarat Tayammum

Syarat–Syarat mengerjakan tayammum ada sepuluh, yaitu: 

1- Bertayammum dengan tanah.

2- Menggunakan tanah yang suci tidak terkena najis.

3- Tidak pernah di pakai sebelumnya (untuk tayammaum yang fardhu).

4- Murni dari campuran yang lain seperti tepung dan seumpamanya.

5- Mengqoshod atau menghendaki (berniat) bahwa sapuan dengan tanah tersebut untuk di

jadikan tayammum.

6- Masuk waktu shalat fardhu tersebut, sebelum tayammum.

7- Bertayammum tiap kali sholat fardhu tiba.

8- Berhati – hati dan bersungguh – sungguh dalam mencari arah qiblat sebelum memulai

tayammum.

9- Menyapu muka dan dua tangannya dengan dua kali mengusap tanah tayammum secara

masing – masing (terpisah).

10- Menghilangkan segala najis di badan terlebih dahulu.

، المرفقين إلى اليدين مسح : الرابع ، الوجه مسح : الثالث ، النية : الثاني ، التراب نقل : األول : خمسة التيمم فروض (فصل)

. المسحتين بين الترتيب : الخامس

Fardhu dan Rukun Tayammum

Rukun-rukun tayammum ada lima, yaitu:

1. Memindah debu.

2. Niat.

3. Mengusap wajah.

4. Mengusap kedua belah tangan sampai siku.

5. Tertib antara dua usapan.

. والشك لفقده تيمم إن الماء وتوهم والردة الوضوء أبطل ما : أربعة التيمم مبطالت (فصل)

Pembatal Tayammum

Perkara yang membatalkan tayammum ada tiga, yaitu:

1. Semua yang membatalkan wudhu’.

2. Murtad.

3. Ragu-ragu terdapatnya air, apabila dia bertayammum karena tidak ada air.

Wallahu a'lam Bishowab 

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

 

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment