Jumat, 06 November 2020

Manusia Memilih Nasibnya Sendiri

Rate this posting:
{[['']]}

MANUSIA MEMILIH NASIBNYA SENDIRI

Oleh : Gus Najih Ibn Abdil Hameed

1. Allah memberikan kemampuan ikhtiyar bagi manusia untuk memilih baik atau buruk, hidayah atau kesesatan, islam atau kufur. Dalam arti, manusia bertindak sesuai kehendaknya, tidak berbuat dalam keterpaksaan sebagaimana robot bergerak dalam paksaan pemegang remot, atau wayang di tangan dalang. Setelah dibekali akal, diberi petunjuk melalui rasul, dijelaskan mana yang baik dan mana buruk, maka manusia bertanggung jawab atas pilihan hidupnya.

فمن شاء فليؤمن ومن شاء فليكفر (الكهف ٢٩)

اعملوا ما شئتم (فصلت ٤٠)

وهديناه النجدين (البلد ١٠)

2. Jika Allah berkenan, bisa saja Allah paksakan seluruh ummat manusia untuk menjadi baik semuanya, berada dalam satu agama yang sama, taat semuanya, dengan cara menginstal hidayah sebagai tabiat, sebagaimana para malaikat. Akan tetapi tidak. Allah sengaja memberi kebebasan ikhtiyar manusia untuk memilih jalan kebenaran atau jalan kesesatan dengan resikonya masing masing. 

ولو شاء ربك لامن من في الارض كلهم جميعا أفانت تكره الناس حتى يكونوا مؤمنين (يونس ٩٩)

ولو شئنا لاتينا كل نفس هداها (السجدة ١٤٩)

ولو شاء ربك لجعل الناس امة واحدة ولا يزالون مختلفين (هود ١١٩)

3. Meski secara umum manusia diberi kemampuan ikhtiyar memilih baik dan buruk, akan tetapi Allah berhak memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan berhak menyesatkan orang yang Dia kehendaki. Orang yang diberi hidayah oleh Allah tak akan bisa disesatkan oleh siapapun, dan orang yang disesatkan oleh Allah tak akan bisa diberi petunjuk dengan cara apapun. Pada saat itu ikhtiyar sebagian manusia dicabut, berubah menjadi majbur (terpaksa).

Baca Juga :

Pengertian Muslim, Mukmin, Mukhsin, Mukhlis dan Muttaqin

فان الله يضل من يشاء ويهدي من يشاء (فاطر ٨)

من يشأ الله يضلله ومن يشأ يجعله على صراط مستقيم (الانعام ٣٩)

ولكن يضل من يشاء ويهدي من يشاء ولتسألن عما كنتم تعملون (النحل ٩٧)

4. Akan tetapi hidayah dan penyesatan itu tidak serta merta turun tanpa sebab. Allah memberi hidayah kepada orang orang yang memang Allah ketahui bahwa mereka lebih memilih jalan hidayah. Pada saat manusia diberi kebebasan ikhtiyar (lihat poin 1 dan 2) lalu dia cenderung menginginkan hidayah, cenderung mencari keridhaan Allah, maka Allah akan menambahkan hidayah bertubi tubi, sehingga ia akan terpaksa mengikuti jalan yang benar.

يهدي به الله من اتبع رضوانه سبل السلام (المائدة ١٦)

وَٱلَّذِینَ ٱهۡتَدَوۡا۟ زَادَهُمۡ هُدࣰى وَءَاتاهُمۡ تقوىهم (محظد ١٧)

والذين جاهدو فينا لنهدينهم سبلنا (العنكبوت ٧٩)

الله يجتبي اليه من يشاء ويهدي اليه من ينيب (الشورى ١٣)

5. Allah tidak menyesatkan kecuali orang orang yang sombong, angkuh, dan meremehkan agama. Awal mulanya setiap manusia diberi petunjuk dan kebebasan memilih jalan hidup (baca lagi ayat ayat poin 1 dan 2), selanjutnya orang orang yang sombong akan ditutup hatinya matanya telinganya disumpat hingga tak akan mampu lagi membedakan mana baik mana buruk, tidak bisa menerima hidayah.  Sebagai hukuman dari Allah.

Setiap maksiyat akan menimbulkan kerak pada hati, jika terus ditambah dan tidak dibersihkan maka akan menjadi penutup, lalu Allah tidurkan atau matikan hati itu. Tiada pilihan lagi baginya kecuali terpakasa menjadi semakin buruk dan semakin sesat.

Baca Juga :

- Makna Rukun Iman dan Rukun Islam di dalam Al-Qur'an

يضل به كثيرا ويهدي به كثيرا وما يضل به الا الفاسقين الذين ينقضون عهد الله من بعد ميثاقه ... (البقرة ٢٦-٢٧)

ساصرف عن اياتي الذين يتكبرون في الارض بغير الحق وان يرو كل اية لا يؤمنوا بها ... (الاعراف ١٤٦)

كلا بل ران على قلوبهم ما كانوا يكسبون (المطففين ١٤)

- Al Insan Musayyar am Mukhayyar, hlm. 99-115

----

Qultu : Sebenarnya hukuman yang paling menakutkan dari berbuat maksiyat bukanlah siksa neraka sebab bisa saja Allah mengampuni semua dosa. Akan tetapi yang menakutkan adalah Allah menghukum pelaku maksiyat dengan menakdirkannya melakukan perbuatan maksiyat yang lain. Maksiyat dihukum dengan bertambah maksiyat hingga semakin menutup hati. Pada batas tertentu hati akan dikunci, lalu dipower off oleh Allah sehingga tidak ada lagi cahaya kebenaran maupun cahaya iman yg bisa masuk. Sesat sesesat sesatnya, sampai kufur dan suul khatimah. Nauzubillah nauzubillaah nauzubillaah. 

اللهم اهدنا فيمن هديت

Bojonegoro, 6 November 2020

Najih Ibn Abdil Hameed

Semoga bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

 

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar