Apakah Benar Satu Tetes Ilmu Dari Tarim Lebih Afdhol Dari 300 Lautan Ilmu dari Selain Tarim ?

APAKAH BENAR SATU TETES ILMU DARI TARIM LEBIH AFDHOL DARI 300 LAUTAN ILMU DARI SELAIN TARIM ?

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Ada sebuah kutipan yang beredar di media sosial berisi " Satu Tetes Ilmu Dari Tarim Lebih Afdhol Dari 300 Lautan Ilmu dari Selain Tarim ".

Banyak yang mensalahartikan kutipan ini sehingga menganggap para kyai di Indonesia dianggap tidak afdhol dalam mengajar kepada santrinya. Sebenarnya kutipan yang dimaksud adalah : "Sedikit ilmu dari tarim walaupun itu seukuran qirath memiliki kebaikan dan keberkahan lebih banyak dari pada ilmu yang seukuran bihar dari tempat lain"

Ustadz Sholahuddin Ayubi memberikan tanggapan serta klarifikasi atas kutipan yang dimaksud melalui komentar di status Kyai Abdul Wahab :

$ads={1}

1. Tidak ada perkataan Salaf Ba'alawi yang mengatakan kata kata yang terlalu hiperbolik seperti itu. (Yang dimaksud "Salaf" Ba'alawi adalah keturunan Sayyid 'Alwi bin 'Ubaydillah hingga sampai zaman Sayyid 'Ali bin Abi Bakar As-Sakron).

Baca Juga : 

Tujuh Do'a Penenang Hati Untuk Menghilangkan Stres, Sedih, Dan Gelisah

IJAZAH KEHAMILAN

Bersabar Terhadap Gangguan Oleh Al Habib Umar bin Hafidz

2. Yang ada adalah perkataan Sayyid Abdurrahman Assegaf (kakek dari Sayyid 'Ali Bin Abi Bakar Assakran), dan redaksinya hanya seperti ini :

"قيراط علم من تريم خير من بهار من غيرها "

Kita tau bahwa "qirath" dan "bihar" itu takaran seperti kilo dan rithl.

Dan "qirath" lebih sedikit takarannya daripada "bihar".

Sehingga kalam Sayyid Abdurrahman Assegaf kalau diterjemahkan. Seperti ini :

"Sedikit ilmu dari tarim walaupun itu seukuran qirath memiliki kebaikan dan keberkahan lebih banyak dari pada ilmu yang seukuran bihar dari tempat lain"

3. Menanggapi kalam Sayyid Abdurrahman assegaf janganlah kita tergesa gesa mengatakan beliau fanatik, khawatir suul adab kepada wali. Karena saya yakin beliau hatinya bersih, tidak mungkin kata kata tersebut bermaksud merendahkan ilmu dan ahli ilmu diluar tarim.

4. Pendapat saya lafadz "min ghairaha" disitu maksudnya adalah masih sama sama diwilayah yaman. Memang menurut teman saya yg belajar disana, jika menuntut ilmu ke yaman, paling afdhal di tarim, dari segi akidahnya, bi'ah nya masih religius dan terjaga, 'ulamanya wara', wali sangat banyak dan bersih dari pengaruh politik, dan banyak lagi keutamaan lokasi tarim dibanding selain tarim dan sepertinya bisa kita rasakan kalau berziarah kesana, (semoga kita ditakdirkan berziarah kesana). Jadi wajar jika ilmu yg didapatkan di tarim lebih afdhal dibanding diwilayah yaman yang lain selain tarim.

Memang di yaman ada kota zabid, tapi konon kata teman saya yg belajar di yaman, kota zabid sudah tidak lagi mencetak ulama seperti dulu.

5. Kenapa saya takwil kalam Sayyid Abdurrahman itu masih sesama wilayah yaman dikarenakan gurunya para guru di tarim yakni "Syekh Salim Bafadhal" beliau justru menuntut ilmu ke luar tarim yakni mekah, ke irak dll, dan menghidupkan halaqah ilmu ditarim seteleah beliau pulang.

Sehingga tidak mungkin Sayyid Abdurrahman fanatik, karena ilmu di tarim pun berasal dari luar tarim.

6. Atau misalkan kita asumsikan kalam Sayyid Abdurrahman itu menyangkut luar yaman juga, maka anggap saja seperti orang yang makan disuatu restaurant dan ia sangat takjub dengan kelezatan makanan di restaurant itu, saking ni'mat dan lezatnya ia berkata "memang makanan ini ga ada dua nya" , atau "memang soto ini paling enak di pulau jawa", atau "odading mang oleh emang paling juara".

Semua perkataan itu bukan menafikan makanan selain tempat itu dan mengganggap selain makan ditempat itu tidak enak, tapi karena takjub dan saking nikmatnya makanan itu.

Begitu juga Sayyid Abdurrahman Assegaf, kalam beliau menurut saya sangat sederhana.. Anggap asaja beliau sedang menikmati lezatnya ilmu di kota tarim

Sumber : Kolom Komentar Status Kyai Abdul Wahabi di Facebook

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama