Jangan Beri Guru Ngaji Upah tapi Hadiah

 

JANGAN BERI GURU NGAJI UPAH TAPI HADIAH

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Biasanya di Masjid-masjid ataupun mushola kampung memiliki program khusus untuk anak-anak belajar mengaji. Dimana program ini biasanya di inisiasi oleh pengurus masjid/ salah satu tokoh agama ataupun warga sekitar yang memahami Bacaan Al-Qur'an ( Tajwid ).

Program ini ada yang diadakan secara sukarela maupun iuran kepada si pengajar.

KH. Abdi Kurnia Djohan mengutip dari Syaikh Muhammad Afif Az-Za'by :

رُوِيَ عَن ابنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا اَنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللهُ عليهِ وَسَلَّمَ قَال خَيْرُ النَّاس وَ خَيْرُ مَن يَمشِي عَلَى الْاَرْضِ اَلْمُعَلِّمُوْنَ فَاِنَّهُمْ كُلًّمَا خَلُقَ الدِّيْنُ جَدَّدُوْهُ. اُعْطُوْهُمْ وَلَا تَسْتَأْجِرُوْهُمْ. فَاِنَّ الْمُعَلِّمَ اِذَا قَالَ لِلصَّبِيِّ قُلْ بسمِ اللهِ الرَّحْمًنِ الرَّحِيْمِ فَقَالَهَا كَتَبَ اللهُ بَرَاءَةً لِلصَّبِيِّ وَ بَرَاءَةً لِلْمُعَلِّمِ وَ بَرَاءَةً لِاَبَوَيْهِ مِ النَّارِ

Diriwayatkan dari Sayyidina Ibnu Abbas radliyallahu anhuma, bahwa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam, bersabda, " manusia yang paling baik dan sebaik-baik orang yang berjalan di muka bumi adalah para guru. Setiap agama ini dirusak, mereka memperbaikinya. Berikanlah kepada mereka sebagai hadiah, jangan kalian anggap pemberian itu upah. Karena apabila seorang guru mengajarkan seorang anak kalimat "bismillahirrahmanirrahim", lalu anak itu mengucapkannya, Allah catat bagi anak tersebut, berikut guru dan kedua orang tuanya, jaminan pembebasan dari api neraka. (Dikutip oleh Syaikh Muhammad Afif Az-Za'by)

$ads={1}

Sebagaimana hadits yang telah dijelaskan diatas bahwa seorang guru mengaji/pengajar boleh menerima imbalan, namun imbalan yang dimaksud harus diartikan sebagai " Hadiah " bukan Upah layaknya orang bekerja yang dibayar.

Oleh sebab itu para guru agama atau pengajar harus memahami perbedaan dari Upah, Imbalan ataupun Hadiah.

Semoga informasi ini bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama