Habib Umar bin Hafidz : Sekilas Mengenai Kehidupan Imam Syafi’i

HABIB UMAR BIN HAFIDZ : SEKILAS MENGENAI KEHIDUPAN IMAM SYAFI'I

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Imam Syafi'i merupakan salah satu Imam Mazhab yang terkenal dengan penguasaan ilmu fiqihnya yang menakjubkan. Banyak sekali kitab-kitab rujukannya dijadikan pembelajaran ilmu agama dari generasi setelahnya hingga saat ini.

Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, yang dimana mayoritasnya menganut mazhab Syafi'i. Banyak kisah-kisah kehidupannya yang dapat dipetik dan dijadikan contoh untuk diterapkan dalam kehidupan kita.

Guru Mulia Al Habib Umar bin hafidz memberikan tausiyah mengenai kehidupan Imam As-Syafi'i Rahimahullah, berikut ceramahnya :

Oleh : Al Habib Umar bin Hafidz

“Aku mencintai orang shaleh meskipun aku bukan seperti mereka, semoga kelak aku mendapatkan syafaat dari mereka, aku benci kepada siapa saja yang terjerumus kemaksiatan, meskipun sebenernya aku sama-sama terjerumus” demikian ujar Imam Syafi’i dengan penuh rendah hati.

Salah seorang yang hadir membalas perkataan Imam Syafi’i, “Engkau mencintai orang shaleh, dan engkau bagian dari mereka, orang yang mencintai kelak akan bersama yang dicintai, engkau membenci orang yang terjerumus pada kemaksiatan, semoga Allah selalu memberi penjagaan kepada mu daripada perbuatan maksiat”

Jika datang bulan Ramadhan Imam Syafi’i mampu mengkhatamkan Qur’an di siang hari satu kali dan dimalam hari satu kali, sehingga beliau mengkhatamkan AlQur’an selama bulan Ramadhan enam puluh kali.  Adapun aktivitasnya dimalam hari dibagi tiga bagian, sepertiga untuk tidur, sepertiga untuk ilmu, sepertiga untuk ibadah.

Dalam keadaan sakit beliau pergi menuju Kota San’a ibukota Yaman untuk menuntut ilmu dari Syeikh Abdurrzaq Assan’ani rahimahullah, ketika hendak pulang menuju Mekkah para pemimpin kota San’a membekali seratus dirham, Imam Syafi’I menerima uang tersebut, tidaklah sang Imam sampai Kota Mekkah terkecuali uang tersebut telah dibagikan kepada fakir miskin dipinggiran kota Mekkah. Setibanya di rumah, ibunda Imam Syafi’i berkata”Aku dengar engkau mendapat uang seratus dirham!”  Imam Syafi’i menjawab “Iya benar ibunda, namun sudah aku bagikan keseluruhannya kepada fakir miskin dipinggiran Mekkah” sang bunda membalas “Jika kau bawa satu dirham dari harta tersebut, tidak akan aku biarkan engkau masuk ke rumah ini”.

Baca Juga :

Biografi & Karomah AlHabib Syechan bin Musthofa Al Bahar Wali yang Jadzab (Nyleneh)

Shalawat Dari Rasulullah SAW Yang Di Berikan Kepada Habib Umar Melalui Mimpinya

Shalawat Penyembuh Penyakit Dari Sayyidina Al-Faqih Al-Muqqadam Muhammad Bin Ali Ra

Suatu ketika Imam Syafi’i belajar AlQur’an bertalaqqi(Mengaji) dengan salah seorang masyaikh(Guru) dizamannya, dalam waktu singkat beliau mampu menghafal Qur’an tiga puluh juz diumur tujuh tahun, sang bunda datang dengan membawa uang dengan maksud untuk membayar gaji gurunya Imam Syafi’i. “Wahai ibunda Syafi’i, tidak usah risaukan masalah bayaran bulanan, sesungguhnya Syafi’i telah banyak membantuku mengajarkan murid-murid, sehingga cukuplah bagiku bayarannya hal tsb”. Demikian perjuangan Imam Syafi’I yang terlahir yatim, hanya dibimbing oleh ibundanya. Dengan kegigihan dan usaha, ibunda Syafi’i membawa syafi’i kecil dari Palestina hijrah ke Madinah dan bertemu dengan guru besar Kota Madinah Imam Malik bin Anas penggagas Mazhab Maliki, bertalaqqi dengan Imam Malik beberapa waktu. Tidaklah Imam Syafi’i mencapai umur sepuluh tahun terkecuali telah mengahafal kitab Almuwatta, dan di umur lima belas tahun telah mendaptakan izin dari Imam Malik untuk mengeluarkan fatwa, pada zaman tersebut tidak ada yang mengeluarkan fatwa terkecuali telah mencapai derajat Mujtahid Muthlak sehingga mulailah mazhab syafi’i terbentuk. Dan tersebar ke berbagai penjuru dunia.

$ads={1}

Rahimallah Imam Syafi’I wa nafa’ana bihi wa bi ‘ulumihi fid daarain.

Diambil dari ceramah kajian umum Habib Umar bin Hafidz.

Ibn Abdillah.

Sumber : https://www.majelisrasulullah.org/habib-umar-bin-hafidz-berbicara-tentang-imam-syafi%e2%80%99i/

Editor : Hendra Setiawan

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah - 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama