Beragam Cara Allah Menjawab Doa Hambanya

BERAGAM CARA ALLAH MENJAWAB DOA HAMBANYA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Kalam yg masyhur SYAIKH IBNU ATHAILLAH AS-SAKANDARI mengatakan: “Allah tidak selalu memberikan apa yg kita minta, akan tetapi Allah akan selalu memberi apa yg kita butuhkan.”

MAULANA AL-HABIB MUHAMMAD LUTHFI BIN YAHYA menjelaskan tentang sebuah rahasia (SIRR) di balik setiap doa yang kita ucapkan. Kenapa doa yg sering kita lakukan terkadang atau bahkan kebanyakan tak kunjung terijabahi oleh Allah? Bersyukurlah, karena itu pertanda amat sayangnya Allah kepada kita.

Allah Ta’ala berfirman:

 ادعوني أستجب لكم

 “Berdoalah padaKu (Allah) maka Aku (Allah) akan menerima kalian”.

Firman Allah tersebut merupakan dasar atau dalil perintah untuk kita berdoa kepada Allah. Lalu apakah doa yg kita panjatkan itu pasti diterima oleh Allah? Doa kita diterima atau tidak itu hak Allah, tapi kita wajib untuk berdoa kepada Allah.

Baca Juga : 

Tujuh Do'a Penenang Hati Untuk Menghilangkan Stres, Sedih, Dan Gelisah

Selanjutnya, yg namanya menerima itu belum tentu mengijabahi. Kita berdoa pasti diterima, akan tetapi belum tentu diijabahi oleh Allah. Tidak semua diberikan atau diijabahi oleh Allah, dan Allah tidak mengijabahi doa itu termasuk bentuk kasih sayang atau rahmat Allah kepada hambaNya.

Doa pun dalam “ASTAJIB LAKUM” itu tetap ada SYARA’nya, sehingga tidak semua doa diijabahi. Contohnya kita berdoa menjadi Nabi, itu tidak akan diijabahi.

Doa itu ada yg diterima tetapi untuk memenuhi gudang akhirat, ibaratnya kita menabung sehingga tidak diijabahi di dunia. Ada juga doa yg diijabahi di dunia dan akhirat.

$ads={1}

Allah Ta’ala itu mengabulkan doa melalui PROSES SYAR’AN. Seperti begini, Muhammad diangkat menjadi Nabi pada umur 25, lalu umur 40 baru diangkat menjadi Rasul, umur 51 tahun baru diberi perintah shalat melalui isra’ mi’raj, dan ahkamul wudhu’ baru diajarkan di Madinah. Di sini, Nabi Muhammad saja masih diberi proses, tidak langsung.

Kalau kita berdoa lalu Allah tidak mengijabahi doa kita, kita harus bersyukur, berterima kasih pada Allah. Karena bisa jadi, Allah tidak mengijabahi doa kita itu karena kita belum siap menerima doa yg diijabahi oleh Allah, karena ada beberapa hal yg kita belum kuat.

Doa, amalan2, hizib, puasa, melek (SAHARULLAYALI) dan lain2 itu untuk membersihkan hati dan menyucikan jiwa (TASHFIYATUL QULUUB WA TAZKIYATUN NAFS), sehingga ada godaan di dalamnya, yaitu selalu terjadi perang batin. Contoh: ada orang yg ngaji ke salah satu kiai yg terkenal kealimannya. Lalu orang tersebut timbul dalam hatinya rasa bangga karena bisa dekat dan ngaji kepada sang kiai sehingga merendahkan orang lain. Kalau sudah begitu, itu sebenarnya bala’ atau musibah bagi sang kiai tersebut.

Baca Juga : 

IJAZAH KEHAMILAN

Walhasil, kita harus bersyukur karena kita disayang oleh Allah Ta’ala dgn tidak diberi secara langsung, namun bertahap. Karena kalau diberi langsung kita bisa nggeblag (error) karena tidak kuat.

AL-HABIB MUNDZIR BIN FUAD AL-MUSAWA menjelaskan perihal friman Allah Swt.: “Mintalah kepadaKu akan Kujawab doa2 kalian.”

Lalu kita bertanya: “Bagaimana dgn doaku siang dan malam yg masih belum dikabulkan Allah?”

Jawabannya adalah ketidaktahuan kita bahwa Allah menjawab doa kita lebih daripada yg kita minta. Kita minta A misalnya tanpa kita sadari Allah mengangkat 100 musibah yg akan datang di hari esok. Doa kita hanya hal yg remeh saja tapi Allah Yang Maha Dermawan memberi lebih dari itu.

Baca Juga : 

Bersabar Terhadap Gangguan Oleh Al Habib Umar bin Hafidz

Wallahu a’lam.

Oleh : Gus Sya’roni As-Samfuriy

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama