Bagaimana Cara Menjadi Warga NU Yang Kaffah? Begini Penjelasannya...

BAGAIMANA CARA MENJADI WARGA NU YANG KAFFAH ? BEGINI PENJELASANNYA...

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Menjadi warga NU bukan hanya melalui pengakuan lisan saja, namun juga harus disertai dengan tindakan-tindakan yang selaras dengan esensi nama NU itu sendiri.

Menjadi warga NU juga bukan hanya sebatas menjalankan tradisi amalan NU saja seperti tahlilan, yasinan dan amaliyah lainnya.

Untuk bisa disebut sebagai Warga NU yang kaffah kriteria ringkasnya diantaranya:

1. FIKROH (Pola Pikir/ Sikap)

Dalam berinteraksi dalam berbangsa , bernegara dan beragama selalu  berpola pikir dan bersikap :

a. At-Tawassuth atau sikap  tengah-tengah, sedang-sedang saja, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan.  

b. At-Tawazun atau  seimbang dalam segala hal, termasuk dalam penggunaan dalil 'aqli (dalil  yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli (bersumber  dari Al-Qur’an dan Hadits) 

c. Al-I'tidal atau tegak lurus.

d. Tasamuh atau toleransi. 

Yakni  menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup  yang tidak sama. Namun bukan berarti mengakui atau membenarkan  keyakinan yang berbeda tersebut dalam meneguhkan apa yang diyakini. 

MAFHUMNYA MUKHALAFAH-nya : 

Apabila ada orang yg mengaku sebagai Warga NU tetapi dalam pola pikir dan bersikap kok keluar dari empat hal tersebut di atas, maka perlu dipertanyakan lagi ke-NU-annya.

$ads={1}

2. HAROKAH 

Warga dan Pengurus NU   harus bergerak sesuai dengan cara NU. Gerakan NU yang baik adalah  gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU.  Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural maupun   sebagai kultural.  

MAFHUM MUKHALAFAH-nya: 

Apabila ada orang yg mengaku sebagai Warga NU tetapi dalam pergerakannya kok tidak selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU, maka pengakuannya sebagai Warga NU perlu diselidiki lagi. 

3. JAM'IYYAH (Organisasi)

Untuk menjadi Warga NU seutuhnya , Jam'iyyahnya harus mengikuti Jam'iyyahnya NU yang tersebar dalam bentuk Badan Otonom NU maupun Lembaga NU.  

MAFHUM MUKHALAFAH-nya: 

Apabila ada orang yg mengaku sebagai Warga NU tetapi Jam'iyyahnya kok mengikuti Jam'iyyah yg jelas jelas berseberangan dengan garis perjuangan NU , maka ke-NU-an nya perlu dicurigai. 

4. AMALIYAH 

Untuk menjadi Warga NU yang kaaffah, amaliyahnya harus mengikuti amaliyahnya NU, seperti Maulid Nabi Muhammad Saw, Ziarah Qubur, Manaqib, Istighosah, Tawasul, DLL.... 

MAFHUM MUKHALAFAH-nya:  

Apabila ada orang yg mengaku sebagai Warga NU tetapi kok malah menyesat-sesatkan Maulid Nabi Saw, mensyirik-syirikkan ziarah Qubur, membid'ah-bid'ahkan Manaqib dan Istighosah, mengkafir-kafirkan Tawasul, jelas ke-NU-annya hanya sebatas kamuflase belaka. 

$ads={2}

5. SIYASYAH (Politik)

Untuk menjadi Warga NU yang kaaffah, politiknya harus mengikuti politiknya NU, yaitu Politik Kebangsaan bukan Politik Kekuasaan, yaitu :

Arah perjuangan Politiknya untuk menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menerima PANCASILA sebagai Azas tunggal dalam Bernegara, tanpa mempersoalkan  apapun partainya, serta apapun warna bajunya. 

MAFHUM MUKHALAFAH-nya:   

Apabila ada orang yg mengaku sebagai Warga NU tetapi dalam berpolitiknya kok merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menolak PANCASILA sebagai Azas tunggal dalam Bernegara, maka jelas tertolak ke-NU-annya. 

6. GHIRAH (Semangat Juang)

Untuk menjadi Warga NU yang kaaffah harus memiliki semangat juang yang tinggi dan tangguh dalam mewujudkan perjuangan NU dalam menjaga  Agama Islam Ahlussunnah Wal Jamaa’ah An-Nahdliyah yang rahmatan lil alamin dan memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

MAFHUM MUKHALAFAH-nya:   

Apabila ada orang yg mengaku sebagai Warga NU tetapi semangat juangnya kok malah menodai nilai nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaa’ah An-Nahdliyah yang rahmatan lil alamin dan merongrong  Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka pengakuannya sebagai Warga NU hanyalah kedustaan belaka.  

7. AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR 

Untuk menjadi Warga NU yang kaaffah dalam beramar ma’ruf nahi munkar harus dilakukannya dengan cara yg ma’ruf , bukan dengan cara yg munkar. Karena beramar ma’ruf nahi munkar yg dilakukan dengan cara yang munkar , pelakunya menjadi bagian dari kemunkaran itu sendiri. 

MAFHUM MUKHALAFAH-nya:   

Apabila ada orang yg mengaku sebagai Warga NU tetapi dalam beramar ma’ruf nahi munkar kok dilakukannya dg cara yang mungkar , maka ke-NU-annya sangat diragukan . 

Demikian paparan ringkas tentang ciri-ciri menjadi Warga NU yang kaffah utuh dan menyeluruh. 

Semoga ada manfaatnya. 

PENULIS: Kyai Sumarsam ,S.Kom.I (Katib PCNU Kota Lubuklinggau  2019 – 2024)

Editor : Hendra, S

Demikian artikel " Bagaimana Cara Menjadi Warga NU Yang Kaffah? Begini Penjelasannya... "

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

2 Komentar

  1. Terimakasih telah memuat artikel yg saya tulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama kyai.. terima kasih kembali untuk Ilmunya yang bermanfaat.. Barakalalh.. Jazakallahu khayran...

      Hapus
Lebih baru Lebih lama