Bolehkah Pembagian Zakat dipindah ke Selain Daerah Muzakki?

BOLEHKAH PEMBAGIAN ZAKAT DIPINDAH KE SELAIN DAERAH MUZAKKI?

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Pertanyaan ini respon dari seseorang yang mempertanyakan keabsahan bayar zakat melalui BAZ atau LAZ via tranver, yang dia sendiri tidak tahu harta zakatnya akan dibagikan ke mana, bahkan bisa jadi dibagikan ke tempat jauh dari muzakki tinggal.

Mengenai pertanyaan ini, sya tulis kesimpulannya saja, detailnya baca sendiri di teks kitab al amusu'ah al fiqhiyyah al kuwaitiyah, Juz 32, 332, yang saya kutip di bawah

A. Jika harta zakat banyak sehingga ketika didistribusikan di daerahnya masih lebih, maka bokeh, bahkan wajib didistribusikan ke lain daerah

B. Jika belum didistribusikan sehingga belum tahu lebih atau tidak, atau sudah thu kalau belum mencukupi di daerahnya, maka jika mau didistribusikan ke daerag lain karena ada kebutuhan, hukumnya:

1. Menurut Malikiyah, pendapat yg jelas dari Syafiiyah, dan hanabilah, tidak boleh memindah zakat ke daerah lain yang jaraknya lebih dari jarak kebolehan mengqasar shalat. 

$ads={1}

Akan tetapi menurut Malikiyah, jika di luar daerahnya lebih sangat mendesak dan sangat membutuhkan, maka wajib dipindah / didistribusikan ke daerah tersebut walaupun harta zakat yang dipindah lebih banyak ke daerah lain tersebut dari pada di daerahnya sendiri

2. Menurut Hanafiyah, hukumnya makruh tanzih. Lebih baik harta zakat didistribusikan di daerahnya sendiri. Hal ini dikecualikan jika diberikan kepada kerabat dekat, dan dikecualikan kepada orang yang lebih butuh atau lebih manfaat dari pada di daerahnya sendiri.

Pendapat mana yang dipilih? Menurut saya, boleh saja asalkan BAZ dan LAZ harus betul2 profesional mendistribusikan harta zakat kepada pihak-pihak yang sangat membutuhkan, dan manfaatnya terasa lebih besar. 

Dan berdasarkan penjelasan mantan Ketua BAZ Jatim, hal tersebut sudah dilakukan, jadi tidak perlu ragu menyalurkan Zakat melalui BAZ. Sedangkan melalui LAZ, saya hanya mengenal sahabt saya Ca' A Afif Amrullah yang saat ini menjadi ketua Lazis NU Jatim, dan yang saya tahu baik lembaga atau personnya sangat peofesional dan kredibel. Jadi jangan ragu juga menyalurkannya melalui Lazis NU Jatim

$ads={2}

Wallahu a'lam bis Sowab

al Faqir Holilur Rohman

Khadim Kajian Kitab Kuning dan Maqasid Syariah

قْل الزَّكَاةِ:

١٨٥ - إِذَا فَاضَتِ الزَّكَاةُ فِي بَلَدٍ عَنْ حَاجَةِ أَهْلِهَا جَازَ نَقْلُهَا اتِّفَاقًا، بَل يَجِبُ، وَأَمَّا مَعَ الْحَاجَةِ فَيَرَى الْحَنَفِيَّةُ أَنَّهُ يُكْرَهُ تَنْزِيهًا نَقْل الزَّكَاةِ مِنْ بَلَدٍ إِلَى بَلَدٍ، وَإِنَّمَا تُفَرَّقُ صَدَقَةُ كُل أَهْل بَلَدٍ فِيهِمْ، لِقَوْل النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ (١) . وَلأَِنَّ فِيهِ رِعَايَةَ حَقِّ الْجِوَارِ، وَالْمُعْتَبَرُ بَلَدُ الْمَال، لاَ بَلَدُ الْمُزَكِّي.

وَاسْتَثْنَى الْحَنَفِيَّةُ أَنْ يَنْقُلَهَا الْمُزَكِّي إِلَى قَرَابَتِهِ، لِمَا فِي إيصَال الزَّكَاةِ إِلَيْهِمْ مِنْ صِلَةِ الرَّحِمِ. قَالُوا: وَيُقَدَّمُ الأَْقْرَبُ فَالأَْقْرَبُ.

وَاسْتَثْنَوْا أَيْضًا أَنْ يَنْقُلَهَا إِلَى قَوْمٍ هُمْ أَحْوَجُ إِلَيْهَا مِنْ أَهْل بَلَدِهِ، وَكَذَا لأَِصْلَحَ، أَوْ أَوْرَعَ، أَوْ أَنْفَعَ لِلْمُسْلِمِينَ، أَوْ مِنْ دَارِ الْحَرْبِ إِلَى دَارِ الإِْسْلاَمِ، أَوْ إِلَى طَالِبِ عِلْمٍ (٢) .

وَذَهَبَ الْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ فِي الأَْظْهَرِ وَالْحَنَابِلَةُ إِلَى أَنَّهُ لاَ يَجُوزُ نَقْل الزَّكَاةِ إِلَى مَا يَزِيدُ عَنْ مَسَافَةِ الْقَصْرِ، لِحَدِيثِ مُعَاذٍ الْمُتَقَدِّمِ، وَلِمَا وَرَدَ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ، فَبَعَثَ إِلَيْهِ مُعَاذٌ مِنَ الصَّدَقَةِ، فَأَنْكَرَ عَلَيْهِ عُمَرُ وَقَال: لَمْ أَبْعَثْكَ جَابِيًا وَلاَ آخِذَ جِزْيَةٍ، وَلَكِنْ بَعَثْتُكَ لِتَأْخُذَ مِنْ أَغْنِيَاءِ النَّاسِ فَتَرُدَّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ، فَقَال مُعَاذٌ: مَا بَعَثْتُ إِلَيْكَ بِشَيْءٍ وَأَنَا أَجِدُ مَنْ يَأْخُذُهُ مِنِّي.

وَرُوِيَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ أُتِيَ بِزَكَاةٍ مِنْ خُرَاسَانَ إِلَى الشَّامِ فَرَدَّهَا إِلَى خُرَاسَانَ.

قَالُوا: وَالْمُعْتَبَرُ بَلَدُ الْمَال، إِلاَّ أَنَّ الْمَالِكِيَّةَ قَالُوا: الْمُعْتَبَرُ فِي الأَْمْوَال الظَّاهِرَةِ الْبَلَدُ الَّذِي فِيهِ الْمَال، وَفِي النَّقْدِ وَعُرُوضِ التِّجَارَةِ الْبَلَدُ الَّذِي فِيهِ الْمَالِكُ.

وَاسْتَثْنَى الْمَالِكِيَّةُ أَنْ يُوجَدَ مَنْ هُوَ أَحْوَجُ مِمَّنْ هُوَ فِي الْبَلَدِ، فَيَجِبُ حِينَئِذٍ النَّقْل مِنْهَا وَلَوْ نُقِل أَكْثَرُهَا.

Oleh : Ustadz Holilur Rohman

Demikian Artikel " Bolehkah Pembagian Zakat dipindah ke Selain Daerah Muzakki? "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama