Musyrik Hukumnya Meyakini Allah Berada di atas 'Arsy

MUSYRIK HUKUMNYA MEYAKINI ALLAH BERADA DI ATAS 'ARSY

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Kelompok salafi wahabi selalu meyakini bahwa Allah bertempat berdasarkan ayat-ayat mutasyabihat di dalam Al-Qur'an yang seharusnya perlu di takwil kembali makna tersebut, bukan di tafsirkan secara dzahir saja.

Jika seorang muslim meyakini Allah bertempat, maka ia telah memiliki Akidah Mujassimah, yaitu meyakini Allah serupa dengan Makhluknya.

Padahal di dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa Allah tidak serupa dengan siapapun (termasuk makhluk ciptaannya) :

فَاطِرُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ؕ جَعَلَ لَـكُمۡ مِّنۡ اَنۡفُسِكُمۡ اَزۡوَاجًا وَّ مِنَ الۡاَنۡعَامِ اَزۡوَاجًا‌ ۚ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيۡهِ‌ ؕ لَيۡسَ كَمِثۡلِهٖ شَىۡءٌ ‌ۚ وَهُوَ السَّمِيۡعُ الۡبَصِيۡرُ

Faatirus samaawaati wal ard; ja'ala lakum min anfusikum azwaajanw wa minal an'aami azwaajany yazra'ukum fiih; laisa kamislihii shai'unw wa Huwas Samii'ul Basiir

artinya : (Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, dan dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan (juga). Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.  ( QS. Asy-Syura  :11 )

$ads={1}

Bahkan di surat Al-Ikhlas Allah memperjelas kembali bahwasannya Allah tidak serupa dengan apapun, tidak diberanakan ataupun diperanakan.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلۡ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ‌

Qul huwal laahu ahad

1. Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa.

اَللّٰهُ الصَّمَدُ‌

Allah hus-samad

2. Allah tempat meminta segala sesuatu.

لَمۡ يَلِدۡ ۙ وَلَمۡ يُوۡلَدۡ

Lam yalid wa lam yuulad

3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

وَلَمۡ يَكُنۡ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Wa lam yakul-lahu kufuwan ahad

4. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."

$ads={2}

Melalui ayat-ayat diatas, seharusnya kelompok salafi wahabi memahami, bahwa ayat mutasyabihat ini perlu di takwil bukan ditelah mentah-mentah lalu disimpulkan menurut pemahaman dzahirnya saja.

Padahal Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, Para Sahabat, Tabi'in, Para Ulama Salaf mengatakan bahwa Allah tak serupa dengan apapun, tak memiliki tempat dan arah.

Berikut dalil-dalil yang telah kami rangkum :

[1] Rasulullah shallallahu`alaihi wasallam bersabda:

```“كَـانَ اللهُ وَلَـمْ يَكُـنْ شَيْءٌ غَـيْرُهُ”```.

“Allah wujud pada azali [kewujudan-Nya tanpa permulaan] dan tidak ada apapun selain-Nya.”

(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Al-Baihaqi).

[2] Rasulullah shallallahu`alaihi wasallam juga bersabda:

```“اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ”.```

“Ya Allah! Engkau Al-Awwal maka tiada suatupun sebelum-Mu, Engkau Al-Akhir maka tiada suatupun selepas-Mu, Engkau Az-Zahir maka tiada suatupun di atas-Mu, dan Engkau Al-Batin maka tiada suatupun di bawah-Mu..”

(Diriwayatkan oleh al-Imam Muslim).

Jika tidak ada sesuatu di atas-Nya dan tidak ada sesuatu di bawah-Nya, sudah barang tentu Dia tidak bertempat."

[Al-Hafizh Abu Bakar Ahmad bin Al-Husain Al-Baihaqi (384-458 H), Al-Asma'wa Al-Shifat]

[3] Sayyidina ‘Ali ibn Abi Thalib (w 40 H) berkata:

```كَانَ اللهُ وَلاَ مَكَان وَهُوَ الآنَ عَلَى مَا عَليْه كَانَ```

“Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat, dan Dia Allah setelah menciptakan tempat, Tetap sebagaimana pada sifat-Nya yang Azali; Ada tanpa tempat..”

(Diriwayatkan oleh al-Imam Abu Manshur al-Baghdadi dalam al-Farq Bain al-Firaq, h. 333).

Artinya Tidak ada perubahan pada Allah baik Perubahan pada Dzat maupun Sifat-Nya.

[4] Beliau juga berkata: "Allah Menciptakan Arsy (makhluk Allah yg paling besar) untuk Menampakkan kekuasaan-Nya, Bukan Menjadikannya tempat bagi Zat-Nya."

(Imam Abu mansur Al-baghdadi, Al-farq bain Al-firaq: 256)

[5] Ibnu Abbas radiyallahu`anhuma  berkata:

```“تَفَكَّرُوْا فِيْ خَلْقِ اللهِ وَلَا تَفَكَّرُوْا فِيْ ذَاتِ اللهِ”.```

“Hendaklah kalian berfikir tentang makhluk ciptaan Allah, namun jangan kalian fikirkan tentang Dzat Allah..”

(Diriwayatkan oleh al-Imam al-Baihaqi di dalam kitabnya al-Asma’ wa al-Sifat).

[6] Seorang Tabi’in yang agung, Al-Imam As-Sajjad Zain al-‘Abidin ‘Ali ibn al-Husain ibn ‘Ali ibn Abi Thalib (w 94 H) berkata:

```أنْتَ اللهُ الّذِي لاَ يَحْويْكَ مَكَانٌ```

“Engkau wahai Allah yang tidak diliputi oleh tempat..”

(Diriwayatkan oleh al-Imam Murtadla az-Zabidi dalam Ithaf as-Sadah al-Muttaqin Bi Syarh Ihya’ ‘Ulumiddin, j. 4, h. 380)

Artinya Bertempat/Menempat/Bersemayam adalah sesuatu hal yg mustahil bagi Allah.

[7] Beliau juga berkata:

```أنْتَ اللهُ الّذِي لاَ تُحَدُّ فَتَكُوْنَ مَحْدُوْدًا```

“Engkau wahai Allah yang maha suci dari segala bentuk dan ukuran.."

(Diriwayatkan oleh al-Imam Murtadla az-Zabidi dalam Ithaf as-Sadah al-Muttaqin Bi Syarh Ihya’ ‘Ulumiddin, j. 4, h. 380)

Artinya Bentuk dan ukuran adalah sesuatu yg mustahil bagi Allah.

[8] Al Imam Ja’far as-Shadiq ibn Muhammad al-Baqir ibn Zainal ‘Abidin ‘Ali ibn al-Husain ibn Ali ibn Abi Thalib (w 148 H) berkata:

```مَنْ زَعَمَ أنّ اللهَ فِي شَىءٍ أوْ مِنْ شَىءٍ أوْ عَلَى شَىءٍ فَقَدْ أشْرَكَ، إذْ لَوْ كَانَ عَلَى شَىءٍ لَكَانَ مَحْمُوْلاً وَلَوْ كَانَ فِي شَىءٍ لَكَانَ مَحْصُوْرًا وَلَوْ كَانَ مِنْ شَىءٍ لَكَانَ مُحْدَثًا (أىْ مَخْلُوْقًا)```

“Barang siapa berkeyakinan bahwa Allah berada di dalam sesuatu, atau dari sesuatu, atau di atas sesuatu maka ia adalah seorang yang musyrik.

Karena jika Allah berada di atas sesuatu maka berarti Dia diangkat, dan bila berada di dalam sesuatu berarti Dia terbatas, dan bila Dia dari sesuatu maka berarti Dia baru/makhluk..”

(Diriwayatkan oleh al-Imam al-Qusyairi dalam ar-Risalah al-Qusyairiyyah, h. 6)

Artinya Untuk menjadi musyrik itu sangatlah mudah. Salah satunya cukup dengan mengatakan/meyakini bahwa Allah berada diatas sesuatu, dengan kata lain menetapkan tempat bagi Allah.

Seperti contohnya: Allah berada diatas Arsy atau berada diatas langit.

Masih banyak lagi dalil-dalil pendukung untuk mematahkan Hujjah kelompok salafi wahabi ini, namun dengan dalil diatas dirasa sudah cukup untuk dipahami dengan baik bahwa " Allah tak serupa dengan makhluknya dan tidak memiliki tempat

Sumber : Berbagai Sumber

Penulis : Hendra, S

Demikian artikel " Musyrik Hukumnya Meyakini Allah Berada di atas 'Arsy "

Semoga bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama