Cara Memahami Perbedaan Pendapat Antara Alim Ulama (Khilafiyah)

CARA MEMAHAMI PERBEDAAN PENDAPAT ANTARA ALIM ULAMA (KHILAFIYAH)

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Perbedaan pendapat antar ulama merupakan hal yang lumrah dan sering terjadi. Terutama pada perbedaan masalah urusan fiqih, ibadah dan lain sebagainya.

Lalu bagaimanakah orang awam menyikapi perbedaan pendapat antar ulama ?

Bila ada dua perkara yg bertentangan, kemungkinan yg terjadi adalah:

1. Tidak mungkin kedua-duanya "BENAR." 

2. Sangat boleh jadi kedua-duanya "SALAH." 

3. Salah satu di antara keduanya "SALAH."

4. Salah satu di antaranya keduanya "BENAR."

CONTOH :

Yg satu berpendapat bahwa: 

"Alloh Swt. ada di suatu tempat yg bisa ditunjuk letak dan arahnya."

Yang satunya lagi berpendapat bahwa: 

"Alloh Swt. tidak dibatasi oleh ruang, tempat dan waktu, maka tidak bisa ditunjuk tempat dan arahnya."

$ads={1}

Dari dua pendapat yg bertolak belakang tersebut:

1. Tidak mungkin kedua-duanya "BENAR." 

2. Sangat boleh jadi kedua-duanya "SALAH." 

3. Salah satu di antara keduanya "SALAH."

4. Salah satu di antaranya keduanya "BENAR."

Jika perkara yg muncul adalah perkara agama, maka parameter penimbangnya adalah Kitab Suci dan pembawa Risalah agama itu sendiri. Kalau dalam Islam tentu Al-Qur'an dan Sunnah Rosululloh Saw. 

Mengingat untuk memahami Al-Qur'an dan As-Sunnah bukanlah perkara yg mudah , maka cara memahaminya wajib mengikuti pemahaman orang - orang yg ahli di bidang Al-Qur'an dan As-Sunnah, tidak boleh dengan bersandar pada pemahaman diri sendiri. 

Jika setiap individu dalam memahami dan memaknai agama hanya bersandar pada pemahamannya masing masing, maka niscaya kerusakan dan kehancuran akan melanda. 

$ads={2}

Oleh karena itu jangan sembrono dalam mengamalkan Sabda Rosululloh Saw   "بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً dalam menda'wahkan  agama .

INGAT ..!!!

Rosululloh Saw telah memperingatkan kepada Ummatnya:

وَمَنْ قَالَ فِى الْقُرْآنِ بِرَأْيِهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa berkata tentang Al Qur’an dengan logikanya (semata), maka silakan ia mengambil tempat duduknya di neraka” (HR. Tirmidzi no. 2951. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini derajatnya HASAN).

Oleh : Nurul Lailatirrahmah

Demikian Artikel " Cara Memahami Perbedaan Pendapat Antara Alim Ulama (Khilafiyah) "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama