Kebiasaan Yang Salah Menyuruh Anak Kecil Agar Shalat di Shaf Depan

KEBIASAAN YANG SALAH MENYURUH ANAK KECIL SHALAT DI SHAF DEPAN

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Kerapkali kita melihat di sebuah mushola ataupun masjid ketika ingin melaksanakan sholat berjama'ah, para orang tua menyuruh anak-anak kecil untuk sholat di shaff terdepan. Hal tersebut dilakukan karena agar anak-anak tersebut tidak sholat bersamaan disatu shaff dan membuat kebisingan sehingga menyebabkan tidak khusyuk' nya sholat berjama'ah. Padahal hal tersebut keliru.

Ustadz Ahmad Atho membagikan sebuah tulisannya mengenai " Kebiasaan Yang Salah Menyuruh Anak Kecil Agar Sholat di Shaf Depan " berikut tulisannya :

Qais bin Abbad berkata :

Ketika saya shalat di sebuah Masjid di Kota Madinah dan berdiri di shaf pertama tiba-tiba ada seseorang dari belakang menarikku dan menggeserku ke shaf belakang lalu ia tempati shafku tadi. Selesai shalat dan salam ia menoleh ke arahku, ternyata beliau adalah Ubay bin Ka'ab. Beliau berkata :

 "Hai anak muda, tidak usah kecewa, (yang saya lakukan) ini tadi adalah wasiat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kepada kami", lalu beliau menghadap kiblat kembali dan berkata : "Celakalah para penguasa, Demi Pemilik Ka'bah, saya tidak kasihan kepada mereka (tiga kali beliau mengulangi kalimat ini), camkan, demi Allah bukan kepada mereka saya merasa kasihan, akan tetapi saya merasa kasihan kepada orang² yang telah mereka sesatkan." 

Mukhtashar Hilyatil Auliya', juz 1 hal. 191 

===

Kisah di atas menunjukkan betapa teguh para sahabat dalam berusaha menjalankan sunnah² Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Termasuk pada hal² yang hari ini umumnya kita anggap remeh, dalam kisah di atas adalah shaf shalat.

Saya sering melihat orang-orang tua menyuruh anak-anak kecil berdiri di shaf depan ketika jama'ah. Alasannya adalah kalo anak-anak itu dibiarkan di belakang maka akan gaduh dan mengganggu shalat, maka mereka pun ditempatkan di depan biar tidak berani gaduh sebab takut ada orang tua yang mengawasi mereka dari belakang.

$ads={1}

Kadang bahkan ta'mir, entah mushalla atau masjid, yang mengumumkan langsung, "yang membawa anak kecil harap anaknya didampingi, jangan dibiarkan rame di belakang, karena akan mengganggu jama'ah", begitu biasanya himbauannya. 

Apakah ketika anak-anak itu diletakkan di depan lalu mereka akan diam, khusyu' dan tidak mengganggu jama'ah lagi?, Tidak akan, sebab yang namanya anak kecil ya pasti taunya cuma main dan main, belum faham fiqih shalat. Jadi jangan harap tidak akan menggangu jama'ah, terutama yang berdiri di shaf belakangnya.

Shalat itu sowan menghadap Allah ta'ala, maka dalam hadits dianjurkan yang di shaf awal adalah orang² pilihan, orang-orang tua. Sowan ke Kyai saja tidak pantas jika semisal yang ditempatkan di barisan paling depan adalah anak-anak kecil. Lha ini sowan Gusti Allah kog ngga mikir ke sana. 

Tengoklah kisah di atas, yang ditarik ke belakang oleh Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu itu bahkan bukan anak kecil lagi, tapi 'Fataa', artinya anak muda, usia di atas 19 tahun hingga 40 tahun. Jika masih di bawah 19 tahun masih dinamakan 'ghulam', artinya remaja. Usia segitu saja disuruh mundur dari shaf depan, lha kog di sini malah anak kecil di suruh menempati shaf depan?

$ads={2}

Oleh: Ustadz Ahmad Atho

Demikian Artikel " Kebiasaan Yang Salah Menyuruh Anak Kecil Agar Shalat di Shaf Depan "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama