Momen Ketika Ulama Aswaja, Wahabi Dan Muhammadiyah Bertemu

MOMEN KETIKA ULAMA ASWAJA, WAHABI DAN MUHAMMADIYAH BERTEMU

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Toleransi merupakan hal yang perlu dilakukan dikehidupan majemuk, seperti Indonesia.

Indonesia merupakan negeri mayoritas muslim terbesar di Indonesia. kendati demikian, Banyak golongan-golongan islam yang ada di Indonesia, seperti Ahlusunnah Wal Jama'ah, Muhammadiyah dan salafi wahabi.

Mayoritas manhaj di Indonesia yakni Ahlusunnah wal jama'ah, bermazhab Syafi'i berakidah Asy'ariyyah dan Maturidiyyah. Biasanya ajaran ini dapat ditemui di Organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama, Majelis Rasulullah SAW, Majelis Nurul Musthofa, Majelis Ahbabul Musthofa, Majelis Taklim di Martapura dan majelis para habaib dan ulama Nusantara lainnya.

Ada hal yang menarik perhatian dari status Kyai Abdul Wahab Ahmad atau Gus Wahab. Beliau memposting bersama sahabatnya yaitu Junaidi Idrus sebagai penggemar filsafat, Ustadz Aris Munandar sebagai kyainya Yufid TV dan Ustadz Syakir Jamaluddin, salah satu peneliti hadis kebanggaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

$ads={1}

Jika melihat latar belakang yang mereka miliki sangat berbeda-beda.

Gus Wahab berlatar belakang Organisasi Islam Nahdlatul Ulama, Pengurus Nahdlatul Ulama serta Anggota Fatwa MUI Jawa Timur yang bermanhaj Ahlusunnah Wal Jama'ah.

Junaidi Idrus pun tidak jauh berbeda dengan Gus Wahab dari segi golongan dan akidah.

Ustadz Aris Munandar merupakan salah satu ulama/kyainya dari Yufid TV dari golongan Salafi Wahabi.

Ustadz Syakir Jamaluddin merupakan salah satu ulama peneliti hadits dari Organisasi Islam Muhammadiyah.

Jika kita melihat perbedaan dari Gus Wahab, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Syakir Jamaluddin sangat berbeda jauh. Bahkan bertentangan antara satu sama lain. Di dunia maya golongan ini kerapkali berselisih masalah furuiyah dan khilafiyah, bahkan disuatu forum sering terjadi diskusi dan perdebatan wa bil khusus masalah amaliyah yang dilakukan oleh Ahlusunnah Wal Jama'ah seperti Tahlilan, Maulidan, Dzikir berjama'ah, Qunut Subuh dan yang lainnya.

Namun pada momen yang diposting oleh Gus Wahab sungguh mengubah dunia persilatan tercengang, seakan-akan menggambarkan bahwa perbedaan itu bukan untuk memukul tapi saling merangkul.

Muhammad bin Abdul Rahman al-Dimasyqi, seorang ulama mazhab Syafii, menegaskan dalam kitab Rahmatul Ummah fi Ikhtilafil Aimmah bahwa perbedaan pendapat di kalangan ulama merupakan rahmat bagi umat. Sebab mereka telah melakukan ijtihad dengan mengerahkan seluruh daya intelektual dan spiritual guna mencari kebenaran.

$ads={2}

Andaikan, perbedaan tersebut dapat dimaknai sebagai pemersatu dan rahmat. Insya Allah tidak ada lagi perdebatan, permusuhan dan perselisihan yang terus dibahas hingga saat ini. Yang ada adalah " kita semua adalah bersaudara walaupun berbeda dalam pemahaman. "

*Foto dari kiri ke kanan : Pak Junaidi Idrus, Gus Wahab, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Syakir Jamaluddin

(Hendra/Rumah-muslimin)

Demikian Artikel " Momen Ketika Ulama Aswaja, Wahabi Dan Muhammadiyah Bertemu "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama