Perbedaan Tradisi Menghormati Ulama di Indonesia dan Negeri Arab

PERBEDAAN TRADISI MENGHORMATI ULAMA DI INDONESIA DAN NEGERI ARAB

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Salah seorang teman yang juga seorang ustadz muda yang lagi mukim di negeri Arab dengan bangga memamerkan foto ketika sedang mencintai ulama, Dr. Wahbah Az-Zuhaili. 

Di foto itu beliau sedang mencium gurunya. Tepat di bagian wajah. 

Saya sih sering melihat pemandangan seperti itu. Cium pelipis, cium kening, cium dahi para guru kita, adalah budaya bangsa Arab, yang justru menunjukkan takzhim,hormat dan kagum serta cinta. 

Tapi ya gitu lah. Tiap negeri punya budaya yang berbeda, termasuk dalam teknik mengekspresikan perasaan. 

Kalau kita orang Indonesia, cara kita cinta kepada ulama dan menghormatinya adalah dengan mencium tangannya. Bolak-balik kalau perlu. Itu tanda hormat. 

$ads={1}

Tapi lain lubuk lain ikannya. Budaya Arab boleh jadi tidak sama dengan budaya kita. Cium  tangan ulama sih masih kita temukan di negeri Arab sana. 

Tapi kalau cium wajah, dahi bahkan pipi, ohohoho, kalau pakai kebiasaan disini kayaknya agak gimana, gitu. 

Bukan salah atau kurang sopan sih, tapi kurang lazim saja. Sebab bahasa tubuh dan cara kita mengormatinya orang alim dan ulama biasanya memang tidak begitu ritualnya. 

Maka pemandangan mencium wajah ulama seperti foto ilustrasi ini menjadi wajar kalau terjadinya di Arab,  apalagi dilakukan oleh mereka yang belajar agama disana dengan ulama disana.

Sedangkan kalau disini, hehe agak sungkan juga kalau misalnya kita cium wajahnya. Karena yang dicium belum tentu mau juga,kan. Ya sudah maka kita cium tangannya. Begitu kebiasaan kita.

Apalagi misalnya saya, habis ceramah kok ada yang minta izin mau cium saya di kening atau di wajah, hmmm gimana ya. Hehe terima kasih. Tapi kayaknya nggak aja lah.

Paling tidak kalau mau cium tangan sih oke lah. Tapi cium wajah? Waduh . . .

Kalau mau cium saya biar diwakili saja oleh istri saya. Itu pun nanti saja kalau sudah sampai di rumah. Hehe

$ads={2}

NOTE : Alfatihah li ruhi Dr. Wahbah Az-Zuhaili . . .

Oleh : Ahmad Sarwat, Lc.MA

Demikian Artikel " Perbedaan Tradisi Menghormati Ulama di Indonesia dan Negeri Arab "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama