Khadijah Binti Khuwailid: Wanita Paling Mulia di Dunia dan Surga

KHADIJAH BINTI KHUWAILID: WANITA PALING MULIA DI DUNIA DAN SURGA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Sebelum membahas biografi Sayyidah Khadijah, penulis akan menyampaikan salah satu Hadist tentang Khadijah yang sudah dibuatkan rumah di surga.

Malaikat Jibril berkata: Ya Rasulallah sampaikan salam dari Allah SWT dan dariku kepada Khadijah. Dan beritahukanlah dia bahwa rumahnya di surga terbuat dari mutiara, tidak ada kebisingan dan kepayahan di dalamnya. (HR Muslim)

Inilah kemuliaan Khadijah, istri tercinta Rasulullah SAW, tempat bernaung berkeluh kesah dan menjadi sandaran serta perisai Rasulullah dalam menyebarkan risalah ilahi. 

Umul Mu'minin Khadijah binti Khuwailid adalah sosok wanita yang luar biasa, cantik, cerdas, kaya, tawadhu, dan selalu memberikan rasa cinta dan kasih sayang. Beliau adalah istri pertama dari Rasulullah SAW yang membantu dengan jiwa, harta, dan ketabahan perjuangan islam. 

BIOGRAFI KHADIJAH

Khadijah binti Khuwailid lahir di Mekah 68 tahun sebelum hijriah tepatnya tahun 555 M. Ayahnya adalah Khuwailid bin Asad dan ibunya adalah Fatimah binti Za'idah (Cheema, 2017)

Khadijah mendapat gelar “Ath Thahirah” (wanita suci). Sebelum menikah dengan Rasulullah, beliau sudah menikah dua kali ketika usianya mencapai keremajaannya. Saat itu kehidupanya bergelimang harta, beliau menjadi pemuka kaum wanita, dan konglomerat muda yang piawai berdagang mengelolah hartanya.

$ads={1}

Selain itu banyak orang Quraisy yang mau menikahinya, meskipun demikian banyaknya uang yang di miliki tidak menjadikannya langsung berhubungan dengan kaum laki-laki atau terjun langsung di dunia perdagangan. (Hasan, 2017: 70)

Khadijah juga tipe wanita yang mampu menjaga harga diri. Sebagaimana diketahui, kehidupan malam di Mekah di penuhi foya-foya, pesta dan nyayian, diadakan oleh kerabat di Mekah.

MENIKAH DENGAN RASULULLAH SAW

Khadijah menyukai nabi Muhammad karena tertarik dengan akhlak nabi muhammad SAW, apalagi saat menjajakan dagangannya ke Syam yang mana nabi Muhammad dikenal sebagai pribadi jujur dan pintar sehingga keuntungan dagang mencapai 4x lipat.

Dalam kebingungannya Khadijah berencana untuk menemui temannya Nafisah binti Muniyah. Sampai di sana Khadijah tidak menyembunyikan kegelisahan hatinya kepada temannya, Khadijah menceritakan semua bagaimanaawal bertemunya dengan Muhammad serta bagaimana beliau jatuh hati kepada pemuda tersebut. 

Mendengar curahan hati Khadijah, Nafisah menghibur beliau dengan mengatakan bahwa di kalangan wanita-wanita Quraisy Khadijah sangat terkenal bahkan tidak ada yang bisa menadingi Khadijah, baik dari segi keturunannnya serta dari segi kebangsawanannya atapun juga dari segi kecantikan dan kekayaan sehingga banyak kalangan yang mau menikahinya, begitulah bentuk dukungan yang di berikan oleh Nafisah kepada Khadijah untuk mengurangi kerisauhan yang di alami Khadijah. 

Setelah selesai menghibur Khadijah, Nafisah pamit dan pergi menemui Muhammad dan menanyakan kenapa sampai sekarang beliau tidak ada niat untuk menikah, sehingga Muhammad menangis menceritakan bagaimana kehidupanya ketika di tinggal oleh ibunya dan Muhammad mengatakan bahwa beliau belum menemukan wanita yang akan menjadi teman hidupnya.

Seketika itu Nafisah langsung mengatakan bagaiman jika engkau di tawarkan oleh seorang wanita yang memiliki harta, kecantikan, kemuliaan dan kebangsawanannnya, apakah engkau akan menaruh perhatian kepada. 

Seketika itu Muhammad menagis terharu dan setelah mendengar cerita Nafisah, Muhammad mengetahui siapa wanita yang di maksud oleh Nafisah yan tidak lain adalah Khadijah. Nabi pun menyetujuinya (Nasr, 1993)

Nabi Muhammad ditemani dua pamannya yaitu Abu Thalib dan Hamzah berangkat menuju rumah Khadijah. Kemudian disambut oleh paman Khadjah Amr bin Asad. Akhirnya mereka sepakat akan menikahkan Khadijah dengan Muhammad dengan mahar 20 ekor unta.

Nabi Muhammad dan Siti Khadijah akhirnya menikah pada tahun 595 M. Saat itu Nabi Muhammad berusia 25 tahun sedangkan Khadijah 40 tahun.

Baca Juga :

Ketika Sayyid Alawi Al-Maliki Dimimpikan Jin Ular Yang dibunuh Muridnya

Dari pernikahan inilah Rasulullah dianugrahi 6 anak. 2 laki-laki yakni Al Qasim dan Abdullah dan 4 perempuan yakni Zainab, Rukoyah, Ummu Kulsum dan Fatimah. 

Sejak menjadi pendamping Muhammad bin Abdillah, Khadijah menunjukan keteladanan bakti seorang istri terhadap suami tercinta, perhatiannya tak pernah luntur meski suami sering meninggalkan dirinya berkhalwat di gua Hira. 

SAAT NABI DIANGKAT JADI NABI

Saat nabi Muhammad Saw mendapat wahyu di gua hira. Rasulullah ketakutan, dan Khadijah menyelimutinya. Kemudian Khadijah bertanya : "Ada apa suamiku? Demi Allah tidak mungkin Allah membuat dirimu sengsara, karena engkau orang yang rajin silaturahmi, engkau adalah orang yang bertanggung jawab, engkau adalah orang yang sangat menghormati tamu. engkau banyak membantu orang."

$ads={2}

Kemudian Khadijah mengajak Rasulullah ke sepupunya Waraqah bin Nauful. Waraqah adalah satu dari beberapa orang Arab yang paham Al-Kitab. Waraqah menyebut bahwa yang mendatangi Rasulullah adalah malaikat Jibril yang sebelumnya mendatangi nabi Musa As. 

Pada fase ini, Khadijah tak hanya jadi seorang istri dan ibu dari anak-anaknya, tak hanya mendampingi seorang suami, Khadijah juga menjadi pendamping seorang utusan Allah.

Khadijah yang memberi ketenangan pada Rasul saat Rasul dihujat dan diperlakukan kasar oleh kaumnya.

Khadijah selalu ada setiap Rasulullah mendapat kesulitan, harta dan jiwanya diperuntukan bagi dakwah Rasulullah. Itulah sebabnya rasulullah begitu mencintai Khadijah bahkan sampai Khadijah tiada.

SAAT-SAAT TERBERAT PERJUANGAN KHADIJAH

Pada tahun 616 M Rasulullah dan kaum muslimin diboikot (diisolasi) selama 3 tahun. Biokot dilakukan karena kaum Quraisy gagal menghentikan dakwah Rasulullah. Segala bentuk komunikasi, transfortasi, dan keperluan sehari hari dilarang bagi kaum muslim. Inilah tahun-tahun terberat bagi kaum muslimin.

Khadijah yang sebelumnya kaya raya dengan tegar mendampingi sang suami  menjalani rintangan dakwah yang keji ini. Namun begitu kesehatannya semakin menurun. 

WAFATANYA KHADIJAH

Pada 619 M setelah diboikot, Khadijah  jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia usia 65 tahun.  Khadijah wafat pada 22 November 619 M. Wafatnya Khadijah ini menjadi tahun kesedihan (Amul Huzni). 

Baca Juga :

Beberapa Kisah Habib Munzir Al-Musawa Ketika Belajar Di Darul Musthofa, Tarim - Yaman

PENUTUP

Khadijah merupakan nikmat Allah yang sangat besar bagi Rasulullah SAW. Selama 25 tahun Khadijah setia mendampingi nabi dan dakwahnya dengan segenap jiwa dan harta. Pengabdian dan pengorbanannya yang agung menempatkan dirinya sebagai wanita paling mulia di dunia hingga menjadi perbincangan di langit.

Sumber:

Cheema, Waqar Akbar (2017) The Age of Khadija at The Time of her Marriage with the Prophet. 

Hasan, Ibrahim Muhammad (2017) Teladan Agung Wanita Mukminina. Jawa Tengah: Insan Kamil.

Nasr, Seyyed Hoesain(1993) Muhammad Kekasih Allah. Jakarta: Hikmah

By: Salimudin

Demikian Artikel " Khadijah Binti Khuwailid: Wanita Paling Mulia di Dunia dan Surga "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama