Kisah Utsman Diberi Amanah Menjadi Juru Kunci Ka'bah Oleh Rasulullah SAW

KETIKA UTSMAN DIBERI AMANAH MENJADI JURU KUNCI KA'BAH OLEH RASULULLAH SAW

RUMAH-MUSLIMIN.COM - ketika mendengar Nabi Muhammad saw memasuki kota pada pembebasan Makkah (8 H/630 M), Utsman bin Thalhah si juru kunci Kabah buru-buru mengunci Kabah dan bersembunyi di atap Kabah.

Ketika hendak memasuki Kabah dan mendapati pintunya terkunci, Nabi yang Mulia memerintahkan Ali bin Abi Thalib mencari si juru kunci dan meminta kunci Kabah.

Kala Ali meminta kunci, Utsman dengan ketus balik bertanya balik. “Untuk apa kau minta? Memang siapa yang sedang ada di Makkah?”

$ads={1}

Utsman berpura-pura tidak tahu. “Jika aku yakin bahwa Muhammad adalah utusan Allah Swt, maka aku pasti sudah membuka kuncinya.” Utsman terus menolak

Ali tidak punya banyak waktu untuk berdebat. Dengan tangkas, Ali memelintir tangan Utsman, merebut kunci Kabah, lalu menyerahkanya kepada Rasulullah.

Di dalam Kabah, Rasulullah SAW menunaikan shalat dua rakaat, lalu turun wahyu surat Annisa ayat 58. Paman Nabi, al-Abbas, sempat meminta kunci Kabah dan berharap mengemban dua kehormatan, yaitu bertugas melayani air jamaah haji dan juru kunci.

Namun, Rasulullah SAW menolak permintaan pamannya, lantas memerintahkan Ali untuk meminta maaf kepada Utsman bin Thalhah dan memanggilnya untuk datang ke Kabah.

Tangan Utsman masih belum pulih ketika Ali datang meminta maaf. “Hey Ali! Kamu tadi datang menyakitiku dan merebut kunci Kabah dari tanganku. Sekarang kamu datang untuk meminta maaf?”

Ali menjawab, “Rasulullah menerima wahyu tentang kamu, Wahai Utsman!” Ali pun membacakan surat Annisa ayat 58. “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil.

Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Utsman tersentak mendengar Wahyu Illahi tentang dirinya. Utsman pun bersyahadat dan memeluk Islam. Lalu datang wahyu kedua dalam bentuk perintah untuk mengembalikan kunci Kabah kepada Utsman bin Thalhah.

$ads={2}

Di hadapan Utsman bin Thalhah, Rasul bersabda, “Terimalah ini, wahai Bani Thalhah,” Rasul menyerahkan kembali kunci Kabah. “Selamanya sampai hari kiamat, dan tidak akan diambil darimu kunci Kabah ini kecuali oleh seorang tiran yang zalim dan menindas”

Demikianlah titah Nabi yang Mulia. Bisa saja Rasulullah menyerahkan kunci kepada pamannya Abbas dan memberikan kehormatan itu kepada keluarganya sendiri. Namun Allah SWT memuliakan Bani Thalhah dengan amanah juru kunci hingga akhir zaman

Sejak saat itu, kunci Kabah selalu dijaga turun temurun oleh keluarga Utsman bin Thalhah. Siapapun raja, sultan, dan penguasa Arabia akan tunduk pada sabda Nabi Yang Mulia ini hingga akhir zaman.

Kini tahun 2021, juru kunci Kabah diemban oleh Syeikh Saleh al-Shaibi, turunan Utsman bin Thalhah ke-108. Sehari-hari beliau adalah seorang professor universitas dan menulis banyak buku.

Sumber: Disadur dari utasan Habib Sayid Machmoed BSA

Dikutip melalui : https://shafonline594965891.wordpress.com/

Demikian Artikel " Kisah Utsman Diberi Amanah Menjadi Juru Kunci Ka'bah Oleh Rasulullah SAW "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama