Lupa yang paling Berbahaya menurut Ajaran Islam

LUPA YANG PALING BERBAHAYA MENURUT AJARAN ISLAM

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Sebagian penyair bersabda bahwa lupa adalah mata waktu yang terlelap sementara. Dengan demikian, ingat adalah kata lain dari mata waktu yang sudah kembali terjaga.

Lupa yang biasa memang lumayan sering terjadi dan tak begitu berbahaya, bahkan ia juga sebentuk solusi bagi mereka yang pernah menderita luka dan sering mengawetkan sakitnya. Sebab itu, para psikolog menganggap terlampau ingat terhadap setiap detail kejadian adalah penyakit yang ramai-ramai mereka juluki sebagai "hipertimesis".

$ads={1}

Namun demikian, ada juga lupa yang sangat berbahaya: lupa perihal kejadian penciptaan diri. Sebab memungkinkan seseorang menjadi penentang yang nyata akan hari kebangkitan di masa setelah dunia ini sirna. Dalam salah satu butir Kalam Tuhan pernah diceritakan:

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلٗا وَنَسِيَ خَلۡقَهُۥۖ قَالَ مَن يُحۡيِ ٱلۡعِظَٰمَ وَهِيَ رَمِيمٞ

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?” (QS. Yasin: 78)

Betapa lancang manusia pengingkar itu, yang membuat permisalan tulang-tulang hancur yang tak dapat hidup kembali sebagai sinonim bahwa kuasa Tuhan juga demikian. 

Maka dari itu, manusia utusan Tuhan segera diberi perintah menjawab kelalaian tersebut dengan jawaban:

قُلۡ يُحۡيِيهَا ٱلَّذِيٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٖۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلۡقٍ عَلِيمٌ

Katakanlah (Muhammad), “Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, (QS. Yasin: 79)

Demikianlah proses memperoleh pengetahuan baru dilakukan: melalu informasi terdahulu, lalu oprasi mental yang disebut "berpikir", dan sampai pada suatu kesimpulan anyar. 

Dengan menempuh proses tersebut, tak satu pun yang dilupakan manusia perihal segenap potensi insaniyyah miliknya: rasionalitas! Dan kabar baiknya, prosesi tersebut adalah sebagaimana yang diajarkan para Nabi dalam helai Kitab Suci, yang syarat akan keteladan dan perlu diteladani tiap pribadi muslim yang rajin berbakti pada Tuhan yang menciptakannya. 

***

$ads={2}

Nah, karena pelaut hebat lahir dari gelombang dahsyat samudera luas, bukan dari tenangnya air di dalam kobokan, maka tak ada alasan untuk berhenti: angkat jangkar dan hayuk membajak-laut lagi!

Oleh: Ach Khoiron Nafis

Demikian Artikel " Lupa yang paling Berbahaya menurut Ajaran Islam "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama