Memvonis Orang Tua Nabi Masuk Neraka, Sama saja Menyakiti Hati Rasulullah SAW

MEMVONIS ORANG TUA NABI MASUK NERAKA, SAMA SAJA MENYAKITI HATI RASULULLAH SAW

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Ada Ulama berkata bahwa meskipun suatu perbuatan itu hukum sebenarnya adalah mubah, namun ketika itu dilakukan bisa melukai hati Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maka melakukan perbuatan itu menjadi terlarang, pelakunya berdosa. Beda ketika yang akan merasa sakit hati atas perbuatan mubah itu bukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka hukumnya tetap mubah, pelakunya tidak berdosa. 

Dalil pertama dari ulama ini adalah kisah Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah. Ketika Sayyidina Ali ingin menikahi putri Abu Jahal, untuk menjadi madu bagi Sayyidah Fatimah radhiyallahu 'anha, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda : "Fatimah adalah darah dagingku, sedangkan aku tidak mungkin mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah ta'ala (yaitu melarang Sayyidina Ali menikah lagi). Akan tetapi, demi Allah, selamanya saya tidak akan rela jika putri Utusan Allah dan putri musuh Allah berkumpul menjadi istri lelaki yang sama!."

Maka dibatalkan lah keinginan Sayyidina Ali tersebut, agar tidak menyakiti hati Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. 

$ads={1}

Dalil kedua silahkan baca pada foto di bawah. 


-•×•- 

Dan diantara yang berpotensi menyakiti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah mengatakan bahwa kedua orang tua beliau berada di neraka. Apalagi menjadikan sabda² beliau sebagai dalil untuk memvonis orang tua beliau sendiri di neraka, tentu akan membuat beliau lebih tersinggung lagi.

Menghardik dan menyesatkan orang yang bahagia dan merayakan kelahiran Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menurut saya juga berpotensi menyakiti hati beliau. Wa Allah ta'ala a'lam 

Oleh: Ustadz Ahmad Atho

Demikian Artikel " Memvonis Orang Tua Nabi Masuk Neraka, Sama saja Menyakiti Hati Rasulullah SAW "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama