Pesan Al Habib Salim bin Abdullah As Syatiri Kepada Orang Tua

PESAN AL HABIB SALIM BIN ABDULLAH AS SYATIRI KEPADA ORANG TUA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Pesan Al Habib Salim bin Abdullah Assyatiri ini dibagikan oleh KH. Rojih Ubab Maimoen melalui laman facebooknya (08/10/21). Berikut pesannya:

Anak cucu adam dibagi menjadi 3(tiga) yaitu

1. Waladun Sabiq

2.Waladun Lahiq

3.waladun Mahiq.

Waladun sabiq ialah orang-orang yang mengungguli orang tua mereka dalam beragama contohnya seperti Al Habib Abullah bin Alwi Al Haddad sohibul Rotib.

Waladun Lahiq adalah anak yang mengikuti, meneruskan jejak orang tua mereka dalam beragama. Dalam pepatah arab dikatakan bahwa, “ Orang yang yang beriman dan mengikuti jejak mereka salafunassholih maka akan digabungkan satu kelompok dengan salafunassholih.”

Jangan sampai kita menjadi waladun mahiq! Yaitu anak yang keluar dari toriqoh orang tua mereka. Jika itu terjadi maka kerugian yang didapat yaitu terganggu pikirannya dan sengsara hidupnya. Naudzubillah min dzalik. Zaman sekarang begitu mudahnya orang melakukan maksiat kecuali orang-orang yang dekat pada Allah.

$ads={1}

Beliau Al Habib Salim Assyathiri berpesan kepada para pemuda sekarang. Jadilah pemuda yang mengikuti jejak para salafunassholih yang mencintai salafunassholih dan selalu dekat pada ahlul bait. Allah membanggakan pemuda yang sholih, taat pada Allah, mengikuti jejak Rasulullah dan salafunassholih. Jangan jadi pemuda yang hidup bergelimang maksiat. Hidup di dunia hanya sementara. Jaga diri dari perbuatan maksiat dan berkumpulah pada orang-orang sholeh. Hati-hatilah kamu pada orang-orang yang berbeda aliran, toriqoh, kelakuan yang tidak mencerminkan akhlak Rasulullah dan para Salafunassholih karena itu membuat kita rusak dan keluar dari toriqoh para salafunassholih.

Oleh: KH. Rojih Ubab Maimoen

Demikian Artikel " Pesan Al Habib Salim bin Abdullah As Syatiri Kepada Orang Tua "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama