Ustadz Chaerudin Razak, Seorang Guru yang Brilian

USTADZ CHAERUDIN RAZAK, SEORANG GURU YANG BRILIAN

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Ini adalah Ustadz Chaerudin Razak salah satu guru saya yang brilian. Beliau adalah lulusan Fisika Universitas al-Azhar dan mendapatkan beasiswa dari Universitas Kaiserlautern untuk melanjutkan studi fisika di Jerman. 

Beliau pernah cerita bahwa dari 300 mahasiswa yang mendaftar kuliah Fisika di al-Azhar pada tahun pertama, menjelang lulus hanya 3 orang bertahan hingga mendapatkan gelar Lc di bidang Fisika. 

Beliau mengenyam pendidikan dari Ma'had I'dady al-Azhar level MTs dan MA dan menuntaskan strata-1 di Kulliyatul Ulum (Fakultas Sains) al-Azhar. Bersama suami dari Prof. Amany Lubis, Ustadz Chaerudin merupakan dua orang Indonesia yang kuliah di al-Azhar mengambil studi yang tidak umum, studi sains. Namun dari ketidakumuman itu, Ust. Chaerudin bisa mengikuti riset sains yang dibiayai UNESCO di komplek Piramid Giza. 

Selama belajar di Mesir dari tahun 1972 hingga tahun 1990, Ustadz Chaerudin berjumpa dengan para ulama besar Mesir masa itu, antara lain Syaikh Dr. Abdul Halim Mahmud, Syaikh Hasanain Makhluf (Mufti Mesir sejak zaman Raja Farouk), Syaikh Abdul Basith (Qori), Syaikh Muhammad Najib al-Muthi'iy, pentahqiq al-Majmu' bi Syarhil Muhazzab, Syaikh Mutawally al-Sya'rawy, Syaikh Muhammad al-Samahy, Syaikh Abd ul-Shabur Syahin, Abdul Salam Harun, Abbas Mahmoud al-Aqqad, dan masih banyak lagi. 

$ads={1}

Beliau bercerita pernah berkhidmah di kediaman Syaikh Hasanain Makhluf, bersama mahasiswa asal Betawi, Ust. Marzuki Ali (alm) putera dari Kiai Ali Syibromalisi, Poncol Kebalen. Juga pernah mengikuti ta'lim Kitab al-Majmu Syarah al-Muhazzab yang diasuh Syaikh Muhammad Najib al-Muthi'iy, muhaqqiq kitab. 

Walaupun berlatar pendidikan sains, beliau mumpuni di bidang hadits, fiqih dan lughah. Keahliannya di bidang lughah didapat melalui klub syi'ir yang terdiri dari mahasiswa² negara-negara Arab yang belajar di al-Azhar, selain belajar kepada masyayikh bidang Nahwu di al-Azhar dan Darul Ulum Kairo. 

Beliau cerita pernah bergabung di Klub diskusi yang diasuh Abbas Mahmoud al-Aqqad, pemikir besar Mesir. Di tempat itu, kata beliau, Abbas Mahmoud terkadang menguji karya yang akan diajukan di sidang disertasi al-Azhar. 

Yang selalu menarik dari pembahasan fikih yang beliau bawakan adalah sisipan teori-teori sains yang disajikan dengan mudah. Melalui beliau, saya bisa memahami matematika, fisika dan filsafat dengan mudah. Kata beliau, semua karya para filosof seperti Nietsche, Descartes, Bentham, dan Russel dikhatamkan di Mesir bersama beberapa orang dosen al-Azhar...

Saya mendoakan semoga beliau tetap sehat wal afiat dan panjang umur. Dan semoga Allah berikan keberkahan untuk anak-anak beliau..

Oleh: KH. Abdi Kurnia Djohan

Demikian Artikel " Pentingnya Dai menjaga Image dan pentingnya Umat menjaga Lisan "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama