Waktu-waktu, Keutamaan dan Pelaksanaan Sholat Fardhu

 


WAKTU-WAKTU, KEUTAMAAN DAN PELAKSANAAN SHOLAT FARDHU LENGKAP

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Salah satu kewajiban seorang muslim adalah mendirikan Shalat. banyak firman-firman Allah SWT yang memerintahkan hamba-Nya untuk mendirikan Shalat. Seperti pada surat Al Baqarah ayat 2-3, Allah SWT berfirman :

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Artinya: "Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (2) (yaitu) orang-orang yang beriman kepada yang gaib, menegakkan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, (3)." (Q.S Al-Baqarah: 2-3).

Pada ayat diatas dijelaskan bahwa bagi kaum muslimin yang beriman maka diwajibkan untuk mereka bertaqwa salah satunya dengan mengerjakan kewajiban yang telah Allah tetapkan, yakni mendirikan Shalat fardhu 5 waktu.

Allah SWT berfirman, 

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. ( QS. Al-Bayyinah: 5 )

Di Surat Al Bayyinah ayat ke-5, Allah menegaskan kembali kepada hamba-hambaNya agar tidak  menyembah selain Allah SWT. agar menjadi pribadi yang taat, maka jalankan agama ini dengan lurus, salah satunya dengan mendirikan shalat dan menunaikan Zakat sesuai perintah yang Allah berikan di dalam Al-Qur'an.

Shalat fardhu memiliki 5 waktu, salah satu ayat yang menerangkan waktu shalat fardhu yakni pada Surat Al-Isra' ayat 78 yang berbunyi:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”

Shalat fardhu terbagi menjadi 5 waktu, yakni :

1. Shalat Subuh

2. Shalat Dzuhur

3. Shalat Ashar

4. Shalat Maghrib

5. Shalat Isya

1. Shalat Subuh

Shalat subuh biasa dilakukan pada waktu subuh atau pagi hari. kapan waktu shalat subuh di mulai?

Waktu Shalat Subuh

Waktu Shalat subuh yakni sebelum terbitnya matahari. biasanya, jadwal shalat subuh berbeda-beda setiap daerah. namun pada umumnya, shalat shubuh dilaksanakan kisaran pukul 04.00 - 05.30 AM tergantung daerah.

Shalat dzuhur dilaksanakan sebanyak 2 raka'at.

Menurut beberapa pendapat alim ulama, bahwa shalat subuh diawali ketika fajar sadik muncul.

Apa itu fajar sadik?

Fajar Sadik ialah cahaya putih yang melintang di sepanjang ufuk timur, dan berakhir sesaat sebelum matahari terbit (syuruk).

Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah

Banyak keutamaan-keutamaan dalam melaksanakan Shalat subuh. Walaupun shalat subuh hanya dlaksanakan sebanyak 2 rakaat saja, namun di waktu ini, orang-orang sulit untuk bangun melaksanakannya karena sedang dalam keadaan tertidur pulas.

$ads={1}

Beberapa Hadits Nabi Muhammad SAW mengenai Keutamaan Shalat Subuh

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 

عن بريدة الأسلمي رضي الله عنه عن النبي – صلى الله عليه وسلم قال :بشِّرِ المشَّائين في الظُّلَم إلى المساجد بالنور التام يوم القيامة

Dari Buraidah al-Aslami radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam disebutkan:

مَن صلى العشاء في جماعة، فكأنما قام نصف الليل، ومن صلى الصبح في جماعة، فكأنما صلَّى الليلَ كلَّه

“Barang siapa yang melakukan shalat Isya berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat setengah malam. Barang siapa yang melakukan shalat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat malam sepanjang waktu malam itu.”(HR. Muslim, dari Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu)

مَن صلَّى الصبح، فهو في ذمة الله، فلا يَطلُبَنَّكم الله من ذمَّته بشيء؛ فإن من يطلُبهُ من ذمته بشيء يدركه، ثم يَكُبه على وجهه في نار جهنم

“Barang siapa yang melaksanakan shalat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan sampai Allah menuntut kalian sesuatu apa pun pada jaminan-Nya. Karena barangsiapa yang Dia tuntut pada jaminan-Nya, pasti Dia akan mendapatkannya. Kemudian dia akan ditelungkupkan pada wajahnya di dalam Neraka.” (HR. Muslim, dari Jundubibn Abdillah al-Bajali Radhiallahu ‘anhu)

2. Shalat Dzuhur

Shalat dzuhur biasanya dilakukan pada petang hari.

Waktu Shalat Dzuhur

Shalat dzuhur biasanya dilaksanakan kisaran pukul 11.30 hingga tabanya waktu shalat Ashar. Shalat dzuhur dimulai ketika matahari tergelincir (condong) ke arah barat dan berakhir pada waktu Ashar. Shalat dzuhur dilaksanakan sebanyak 4 rakaat.

Keutamaan dan Hikmah Menjalankan Shalat Dzuhur

Diantara keutamaan dan hikmah dalam melaksanakan shalat fardhu adalah mendapatkan cahaya, bukti serta keselamatan pada Hari kiyamat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam,
” Siapa yg menjaga Shalat Wajib Lima Waktu, baginya Cahaya, Bukti dan Keselamatan di Hari Kiamat Kelak. Siapa yg tidak menjaga-nya maka dia tidak akan mendapatkan Cahaya, Bukti dan juga tidak memperoleh Keselamatan. Pada Hari Kiamat, dia akan bersama Qor’un, Fir’aun, Haman dan Ubay bin Kholaf (Hadits Riwayat Ahmad, Nomor 2:169) ”. ( Dalam Hadits Shahih Riwayat Ahmad )

3. Shalat Ashar

Shalat Ashar biasa dikerjakan antara pukul 14.50-15.30. batas shalat ashar hingga mendekati waktu Shalat Maghrib.

3 Imam mazhab yakni Imam Maliki, hambali dan Syafi'i berpendapat bahwa waktu shalat Ashar diawali jika panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu sendiri.

Sementara Imam Hanafi berbeda pendapat, ia mendefinisikan waktu Ashar jika panjang bayang-bayang benda dua kali melebihi panjang benda itu sendiri. Waktu Ashar dapat dihitung dengan algoritma tertentu yang menggunakan trigonometri tiga dimensi.

Shalat Ashar dilaksanakan sebanyak 4 raka'at.

Keutamaan dan Hikmah Menjalankan Shalat Ashar

Dari Ali radhiyallahu 'anhu, dia berkata, Rasulullah SAW sewaktu perang Ahzab, bersabda: “Mereka (orang-orang kafir itu) telah membuat kami lalai terhadap shalat wustha (shalat ashar). Semoga Allah memenuhi rumah dan kuburan mereka dengan api.” Kemudian beliau melakukan shalat ashar pada waktu antara dua isya, yakni antara shalat maghrib dan isya. ( Shahih Fadhail A’mal oleh Syaikh Ali bin Muhammad Al-Maghribi. Muslim Rahimahullah no. 627 (205)

Hadits diatas dijelaskan bahwa keutamaan shalat ashar benar-benar sangat diperioritaskan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

4. Shalat Maghrib

Shalat Maghrib biasanya dimulai pada pukul 17.50 - 18.30 (berdasarkan wilayah).

Umumnya, Shalat Maghrib dimulai setelah matahari terbenam dan berakhir hingga sebelum waktu shalat isya' masuk. Jarak antara shalat Maghrib dan shalat isya kurang lebih 1 jam.

Untuk menandakan bagaimana shalat maghrib tiba yakni dengan melihat seluruh piringan matahari terbenam di bawah horizon (cakrawala).

Shalat Maghrib dilaksanakan sebanyak 3 Raka'at.

Keutamaan dan Hikmah Menjalankan Shalat Maghrib

Sebenarnya keutamaan shalat maghrib dengan keutamaan shalat fardhu 5 waktu tidak jauh berbeda. Namun pada waktu ini, orang-orang disibukkan dengan aktivitas jam pulang kerja, sehingga banyak dari mereka yang lalai pada waktu ini, apalagi waktu shalatnya yang terbilang pendek.

5. Shalat Isya

Shalat Isya dimulai usai waktu Maghrib. Yaitu sekitar pukul 18.50 - 19.30. Untuk batas waktu shalat Isya hingga menjelang terbitnya matahari.

Shalat Isya dilaksanakan sebanyak 4 Raka'at.
$ads={2}

Keutamaan dan Hikmah Menjalankan Shalat Isya

Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barang siapa shalat Isya berjamaah, maka ia bagaikan shalat (sunah) setengah malam, dan barang siapa shalat Subuh secara berjamaah, maka ia bagaikan shalat (sunah) semalam penuh." (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Hadits diatas menjelaskan bagaimana keutamaan dan spesialnya waktu Shalat isya, terutama bagi mereka yang berjama'ah di Masjid.

Bacaan Dzikir Setelah Salat Fardhu

Bacaan dzikir ini biasanya dilakukan di Masjid-masjid seusai shalat fardhu yang dipimpin oleh Imam. 

Berikut bacaan dzikir setelah salat fardhu (wajib).

1. Istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullahal’adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaih(I). (Dibaca 3x)

Artinya : Aku meminta ampun pada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepadaNya.

2. Kalimat Tahlil

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

La Ilaha Illallohu Wa’hdahula Syariikalah(U), Lahulmulku Walahul’hamdu Yu’hyii Wayumiitu Wahuwa ‘Ala_Kulli Syai’in(G)Qodiir(U). (Dibaca 3x)

Artinya : Tidak ada Tuhan kecuali Allah sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya-lah kerajaan, dan bagi-Nya-lah segala pujian. Ia menghidupkan dan mematikan, dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمُ وَأَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

Allohumma An(G)Tassala_Mu Wa Min(G)Kassala_Mu Wa Ilaika Ya’uwdussala_M(U), Fakhayyina_ Robbana_ Bi_Ssala_Mu Wa Adkhilnaljannata Da_Rossala_Mi Taba_Rokta Robbana_ Wa Ta’a_Laita Ya_Dza_Ljala_Li Wal IkroM(I)

Artinya : Wahai Allah! Engkaulah (pemilik) kedamaian, dari Engkaulah kedamaian, dan kepada Engkaulah kembalinya kedamaian. Oleh karena itu hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan penuh kedamaian. Masukkanlah kami ke dalam surga, tempat kedamaian. Engkau, ya Tuhan kami, Maha Suci dan Maha Tinggi, wahai Zat Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan.

3. Surat Al-Fatihah

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A’uudzu Bi_Llahiminasy-Syaitho_Nirrojiim(I)

Artinya : Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirro’hmanirro’hiim(I)

Artinya : Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ اْلمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ اْلمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَآلِّيْنَ. آمِيْنَ

Al’hamdulillahirobbil’aalamiin(I) – Arro’hmanirro’him(I) – Maliki Yawmiddiin(I) – Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’iin(U) – Ihdinash-Shiro_Tholmustaqiim(A) – Shiro_Tholladziina An’amta ‘Alaihim Ghoirilmagh-Dhuubi ‘Alaihim Wala_Dho_Lliin(A) – Aamiin(A)

Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya. Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

4. Surat Ayat Kursi

وَإِلهُكُمْ إِلهٌ وَاحِدٌ لآ إِلهَ إِلَّا هُوَالرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ. اَللهُ لآاِلهَ اِلاَّ هُوَاْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ ج لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ ط لَهُ مَافِى السَّموَاتِ وَمَافِى اْلاَرْضِ قلى مَنْ ذَالَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه اِلاَّبِاِذْنِه ط يَعْلَمُ مَابَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ ج وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِه اِلاَّبِمَاشَآءَ ج وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ وَاْلاَرْضَ ج وَلاَيَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَالْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Wa Ilaahukum Ilaahuw Waa Hidu Laa Ilaaha Illaa Huwar Rohmaanur Rohiimu. Allaahu Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyulqoyyuum(U). Laa Ta’khudzuhuu Sinatuw Wa Laa Nauum. Lahuu Maa Fissamaawaati Wa Maa Fil Ardhi. Man Dzal Ladzii Yasfa’u ‘Indahuu Illaa Bi Idznihi. Ya’lamu Maa Baina Aidiihim Wa Maa Khalfahum. Wa Laa Yuhithuuna Bi Syai-In Min ‘Ilmihii Illaa Bi Maasyaa-A. Wasi’a Kursiyyuhussamaawaati Wal Ardha. Wa Laa Ya-Udhuu Hifzhuhumaa Wahuwal ‘Aliyyul Azhiim

Artinya : Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

5. Dzikir

إِلَهَنَا رَبَّنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا سُبْحَانَ اللهِ
سُبْحَانَ اللهِ

Ilahana_ Robbana_ An(G)Tamaula_Na_ Sub’hanalloh(I)

Sub’hanalloh (Dibaca 33x)

Artinya: wahai tuhanku/kami, engkau tuanku/kami pembimbing kami, maha suci alloh. Maha Suci Allah

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ دَائِمًا أَبَدًا اَلْحَمْدُ ِللهِ
اَلْحَمْدُ ِللهِ

Sub’ha_Nallohi Wabi’hamdihi Da ‘Iman Abadan Al’hamdulillah(I)
Al’hamdulillah (Dibaca 33x)

Artinya : maha suci alloh, yang maha agung, dan dengan memuji -NYA selalu selama -lamanya dan abadi. segala puji bagi alloh. Segala puji bagi Allah

اْلحَمْدُ ِللهِ عَلىَ كُلِّ حَالٍ وَفِي كُلِّ حَالٍ وَبِنِعْمَةِ يَا كَرِيْمُ
اللهُ أَكْبَرُ

Al’hamdulillahi ‘Ala Kulli’ha_Linn Wafiikulli’halin Wabini’mati Ya_Kariim(U)
Allohu Akbar (Dibaca 33x)

Artinya: segala puji hanya bagi alloh, atas segala dan dalam keadaan kenikmatan ,alloh maha besar. Allah Maha Besar

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ

Allohu Akbar(U) Kabiiron Wal’hamdulillahi Katsiiron Wasub’ha_Nallohi Bukrotan Wa Ashiilan, La_Ilaha Illallohu Wa’hdahula_Syariikalah(U), Lahulmulku Walahul’hamdu Yu’hyii Wayumiitu Wahuwa ‘Ala_Kulli Syai In(G)Qodiir(U). Wala_’Hawla Wala_Quwwata Illa_Bi_Llahil ‘Aliyyil’adzhiim(I).

Artinya : Tidak ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali Allooh, satu-satunya dan tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala kerajaan, segala pujian dan Allooh, Maha Berkuasa atas segala sesuatu, tiada daya dan kekuatan, melainkan dengan pertolongan alloh yang maha agung.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ (ثلاث مرات)، إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ

Astaghfirullohal_’Adzhiim(A) (Dibaca 3x), Innalloha Ghofuururo’hiim(U)

أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ

Afdholudz-Dzikri Fa_’Lam Annahu

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

La Ilaha Illalloh(U) (Dibaca 33x)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَلِمَةُ حَقٍّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَبِهَا نُبْعَثُ إِنْ شَآءَ اللهُ مِنَ اْلآمِنِيْنَ

La Ilaha Illallohu Mu’hammadurosuulullohi Sollallohu ‘Alaihi Wa Sallam(A), Kalimatu’haqqin ‘Alaiha_ Na’hya_ Wa ‘Alaiha_ Namuutu Wa Biha_ Nub’a-Tsu In(G)Sya_ ‘Allohu Minal Aminiin(A).

Doa Seusai Shalat Fardhu


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرِّحِيْمِ اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillaahirrahmaanirrahiim Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam

حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Hamday yu-waafii ni’amahuu wa yukaafi’u maziidah. Yaa rabbanaa lakalhamdu wa lakasy syukru ka-maa yambaghiilijalaali
wajhika wa ‘azhiimisul-thaanik

Artinya : Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmatNya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segalah syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.

اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ.

Allaahumma shalliwasallim ‘alaa Sayyidinaa muhammadiw wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammad. Shala atan tun ajihnaa bíhaa minjamii’il ahwaali wal aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al haajaat. Wa tuthahhirunaa bihaa min jamii’is sayyi’aat. W atarfa ‘ un a a bihaa ‘indaka ‘ a’laddarajaat. Wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati min jamii’il
khairaatifil hayaatiwa ba’dal mamaat. Innahu samii’un qariibum mujiibud da’awaat wayaa qaadhiyal haajaat.

Artinya : Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya, yaitu rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan penyakit, yang dapat memenuhi segala kebutuhan kami, yang dapat mensucikan diri kami dari segala keburukan, yang dapat mengangkat derajat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu, dan dapat menyampaikan kami kepada tujuan maksimal dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sesudah mati. Sesunggunya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Dekat, lagi Maha Memperkenankan segala doa dan permohonan. Wahai Dzat yang Maha Memenuhi segala kebutuhan Hamba-Nya.

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ.

Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan ftddiini waddun-yaa wal aakhirah. Wa ‘aafiya-tan fil jasadi wa shihhatan fil badani wa ziyaadatan fil ‘ilmi Wa barakatan firrizqi wa taub atan qablal maut Wa rahm atan ‘indalmaut Wa maghfiratan ba’d al maut. Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut Wan najaata minan naari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

Artinya : Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepadaMu, kesejahteraan dalam agama, dunia dan akhirat, keafiatan jasad, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datang maut, rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang maut. Wahai Allah! Permudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, (Berilah kami) keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat dilaksanakan hisab.

اَللهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

Allaahumma innaa na’uudzu bika minal ‘ajzi Wal kasali wal bukhli wal harami wa ‘adzaabil qabri.

Artinya : Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari sifat lemah, malas, kikir, pikun dan dari azab kubur

اَللهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَتَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَيُسْتَجَابُ لَهَا.

Allaahummainnaa na’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’ W amin qalbin laa yakhsya’ W amin nafsin laa tasyba’ Wamin da’watin laa yustajaabu lahaa.

Artinya : Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak kenal puas, dan dari doa yanag tak terkabul.

رَبَّنَااغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِمَنْ اَحَبَّ وَاَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعِيْنَ

Rabbanagh Firlanaa Dzunuubanaa Wa Liwaa-Lidiinaa Walimasyaayikhinaa Wa Limu’alli-Mienaa Wa Liman Lahuu H Aqqun’ Alain Aa Wa Lim An Ahabba Wa Ahsana Ilainaa Wa Likaaffatil Mus Limiina Ajma’iin.

Artinya : Wahai Tuhan Kami, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orang tua kami, para sesepuh kami, para guru kami, orang-orang yang mempunyai hak atas kami, orang-orang yang cinta dan berbuat baik kepada kami, dan seluruh umat islam

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Rabbanaa Taqabbal Minnaa Innaka Antas Samii’ul ‘Aliim, Wa Tub ‘Alainaa Innaka Antat Ta Wwa Abur Rahiim.

Artinya : Wahai Tuhan kami, perkenankanlah (permohonan) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang.

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa Aatinaa Fiddunnyaa Hasanah, Wa Fil Aakhirati Hasanah, Waqinaa ‘Adzaa Ban Naar

Artinya : Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.

وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Washallallaahu ‘Alaa Sayyidinaa Muhamma-Din Wa’alaa Aalihiwa Shahbihiiwa Sallam, Wal Hamdu Lillaahirabbil ‘Aalamiin.

Artinya : Semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam

Setelah selesai dengan bacaan Doa Setelah Sholat dianjurkan untuk berdoa sesuai dengan kepentingan masing-masing, atau berdoa secara sama-sama yang di mimpin oleh imam dan di amini oleh semua jamaah atau makmum, silahkan hafal semua bacaan di atas agar nanti bisa langsung di amalkan, mudahan-mudahan tulisan yang berisikan bacaan dzikir harian sehari-hari setelah sesudah sholat fardhu tahajud mp3 malam macam macam sesuai sunnah asmaul husna bermanfaat bagi kita semua.

Sumber: berbagai sumber

Demikian Artikel " Waktu-waktu, Keutamaan dan Pelaksanaan Shalat Fardhu "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama