Pentingnya Berdzikir dan Fastabiqul Khairat di Hari Tua

PENTINGNYA BERDZIKIR DAN FASTABIQUL KHAIRAT DI HARI TUA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: 

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه عن النبي - صلى الله عليه وسلم -مَثَلُ الذِي يَذْكُرُ ربهُ والذي لا يَذْكُرُهُ، مَثَلُ الحَيِّ والمَيِّتِ

“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan tidak, laksana orang hidup dan orang mati”

Yang lisannya senantiasa berdzikir akan terhiasi dengan cahaya kehidupan, terhiasi dengan perhiasan syariat, bermanfaat bagi yang mengasihi, membahayakan bagi yang memusuhi. Terlebih jika berbarengan dengan dzikir hati; selain semua faidah itu, hatinya akan tersinari cahaya kemakrifatan. Hingga dia dianggap benar-benar manusia hidup!

Namun, jika lisan dan hatinya tak berdzikir, ia laksana mayyit; jiwa dan raganya rusak seperti halnya jasad yang tergerogoti belatung. Kosong kebaikannya dan sepi dari segala hal yang dianggap indah. Iapun tak bisa bermanfaat bagi lainnya, apalagi mampu menggiriskan musih-musuh islam. (Futuuhatur-Rabbaniyyah Syaikh Ibnu ‘Alan)

Dzikir/Ingat Allah tidak hanya tertentu kalimat Tahlil dan sejenis saja! 

$ads={1}

Imam Ibnu ‘Alan dalam kitab Futuuhatur-Rabbaniyyahnya mengutip beberapa penjabaran Imam Ibnu Hajar, sebagai berikut:

“Dalam Syarah Miskyatnya, Imam Ibnu Hajar berkata: ‘Asal peletakan pengertian dzikir adalah untuk mengucapkan lafadz yang kita sebagai hamba oleh Gusti Allah, dianggap menyembahNya; yakni yang berhubungan dengan pengagungan dan pujian kepada Allah sang maha benar…’.

Kemudian aku lihat al-Hafidz Ibnu hajar berkata dalam kitab Fathul Baarinya: ‘Jika Dzikrullah di mutlakkan, yang di kehendaki adalah melanggengkan amal yang Allah Ta’ala wajibkan atau sunnahkan, seperti baca Qur’an, baca hadis, menderes ilmu, shalat sunnah dan lainnya.’

Dalam kitab Misykahnya pun Imam Ibnu Hajar juga berkata: ‘Majlis-majlis dzikir adalah majlis segala ketaatan’”.

Dengan tetep berkhusnudzan kepada semua makhluk, beruntunglah kita yang masih menjalankan segala kebaikan; shalat, zakat, puasa, sedekah, tersenyum, membahas agama, mengajak kebaikan, menyebar kemanfaatan dan lainnya. Semoga bisa istiqamah ila yaumil qiyamah. Amin. 

Sahabat Abu Musa al-Asyari RA. adalah sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam yang dibanggakan beliau SAW. sebagai salah satu seruling keluarga Nabi Daud, karena saking indah suaranya. Seluruh hidupnya senantiasa giat berjihad dan istiqamah, terlebih menjelang wafat, semakin semangat! 

“Kenapa kok Sampeyan semakin semangat, padahal di penghujung usia?” kira-kira begitu tanya salah satu karibnya. Dan jawab beliau: “Kuda pacuan, bila mendekati garis finish akan mengerahkan semua tenaganya agar menang dalam perlombaan. Sedang ajalku, lebih sedikit dari itu!”

$ads={2}

Tanyaku pada Ibu beberapa waktu lalu, “Bu’e, kenapa setelah sakit, saya bepergian kemana-mana mudah lelah, dan berasa tidak kuat. Malu dan pingin seperti beliau-beliau Mbah Yai yang walaupun sudah sepuh, tapi untuk membimbing umat, rela berlelah-lelah dan bepergian jauh” 

“Karena kamu kurang niat!” jawab beliau kalem.

Oleh: Ustadz Robert Azmi

Demikian Artikel " Pentingnya Berdzikir dan Fastabiqul Khairat di Hari Tua "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama