Perbedaan Dalil Aqli dan Dalil Naqli beserta Contohnya


PERBEDAAN DALIL AQLI DAN DALIL NAQLI BESERTA CONTOHNYA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Ulama merupakan waratsatul anbiya (pewaris nabi). Maksud dari pewaris nabi ini yakni dalam persoalan keagamaan, maka perlu bertanya kepadanya.

Tentu, tidak sembarang orang dapat dipanggil sebagai seorang Ustadz/pun kyai. Ada kualifikasi-kualifikasi yang perlu dipenuhi. salah satunya bagaimana memahami dalil naqli dan aqli yang dipahami oleh para salafus shaleh yang memiliki sanad keilmuan sampai ke Rasulullah SAW.

Apa itu Dalil di dalam Islam?

Dalil menurut bahasa merupakan suatu hal yang dicari pada yang dicari pada apa yang dicari; berupa alasan, keterangan dan pendapat yang merujuk pada pengertian, hukum dan hal-hal yang berkaitan dengan apa yang dicari.

Sederhananya, dalil adalah landasan bagi seorang muslim dalam melakukan suatu perkara hukum atau ibadah didalam agama.

Perbedaan Dalil Aqli dan Dalil Naqli beserta Contohnya

Landasan hukum di dalam agama islam terbagi menjadi dua, yaitu dalil Naqli dan dalil Naqli yang memiliki perbedaan keduanya.

$ads={1}

Pengertian Dalil Naqli dan Dalil Aqli Secara Agama

Dalil Naqli: Dalil Naqli bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits. dimana Dalil Naqli membahas keberadaan dan keesaan Allah SWT. Bahasan lainnya adalah kekuasaan Allah atas penciptaan alam semesta ini.

Dalil Aqli: Dalil aqli terdiri dari kata dalil dan aqli yang bermakna akal dari bahasa Arab. Jadi, dalil aqli adalah dalil-dalil yang bersumber dari akal. Dalil aqli cenderung bersifat ilmu-ilmu. Sederhananya dalil yang bersumber pada pemikiran dan akal manusia mengenai penerapan hukum.

Pengertian Dalil Naqli dan Dalil Aqli Secara Bahasa

Naqli secara bahasa adalah dari (نقل الشيء) yakni mengambil sesuatu dari satu tempat ke tempat lain, dan (نَقَلَة الحديث) yakni mereka yang menuliskan hadist-hadist dan menyalinkannya dan menyandarkannya kepada sumber-sumbernya.

Sedangkan kata ‘aqli secara bahasa berasal dari kata bahasa Arab (عقل): akal yang mempunyai beberapa makna, di antaranya: (الدية): denda, (الحكمة): kebijakan, dan (حسن التصرف): tindakan yang baik atau tepat.

Ketika naqli dihubungkan dengan ilmu tafsir maka disebut tafsir bi al-manqul atau bi al-ma’tsur, yaitu penafsiran al-Qur’an yang disandarkan kepada riwayat-riwayat yang sahih secara tertib.

Atau bisa juga dengan cara menafsirkan al-Qur’an dengan al-Qur’an atau menafsirkannya dengan al-hadits atau menafsirkannya dengan riwayat-riwayat yang di terima oleh para sahabat atau para tabi’in, seperti penafsirannya At-Thabari dan Ibnu Katsir.

Sedangkan ketika ‘Aqli dihubungkan secara khusus dengan disiplin ilmu tafsir, maka disebut tafsir bi al-ma’qul atau bi ar-ra’yi, yaitu penafsiran al-Qur’an yang lebih difokuskan kepada kemampuan akal fikiran yang sehat dan obyektif (ijtihad) daripada disandarkan kepada periwayatan-periwayatan.

$ads={2}

Contoh Dalil Aqli dan Dalil Naqli

Contoh dalil naqli terkait ke-esaan Allah SWT dalam Al Quran di antaranya QS Al-Iklas 1-4. Berikut contoh dalil naqli,

(1) قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

(2) اللَّهُ الصَّمَدُ

(3) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

(4) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya: "Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."

Contoh dalil aqli dalam bentuk ijma' pada masa Nabi Muhammad SAW adalah, saat beliau meninggal dunia dan diperlukan seorang pengganti yang disebut khalifah. Sebab itu, kaum muslim pada waktu itu sepakat untuk mengangkat seorang khalifah.

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai " Perbedaan Dalil Aqli dan Dalil Naqli beserta Contohnya "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah - 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama