Bedanya Etika Bertamu Kepada Ulama dan Selain Ulama

BEDANYA ETIKA BERTAMU KEPADA ULAMA DAN SELAIN ULAMA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Diantara perilaku orang zaman sekarang yang tidak sesuai dengan tuntunan para salaf shalih adalah dalam hal etika bertamu. Adab bertamu kepada sesama dan adab bertamu kepada ulama (sowan Kyai) itu tidak sama.

Diantara adab ketika bertamu adalah mengetuk pintu dahulu lalu beruluk salam, dan salam ini maksimal tiga kali, dengan memberi jeda setiap kali salamnya. Jika tuan rumah mengizinkan maka silahkan masuk, dan jika tidak ada jawaban maka pulanglah. 

Diantara adat orang salaf dahulu, ketika ada orang mengetuk pintu dan uluk salam karena ingin bertamu namun tuan rumah sedang sibuk atau sedang tidak ingin menerima tamu maka mereka akan menjawab "Wa'alaikumsalam warahmatullah, silahkan pulang, 'aafakallah, saya sedang sibuk". Maka tamu pun pulang, tanpa rasa kecewa ataupun hati mereka terluka. Bahkan sikap tuan rumah seperti itu lebih mereka sukai, karena jawaban tuan rumah itu menunjukkan bahwa sebenarnya mereka diterima hanya saja waktu tidak tepat sehingga khawatir tuan rumah kurang bisa melayani tamu dengan baik, maka pilihan untuk pulang itu sebenarnya demi kebaikan mereka sendiri. 

Sebagaimana firman Allah ta'ala :

وَإِن قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا ۖ هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ ۚ

"Dan jika dikatakan kepadamu: "Pulang (saja)lah, maka hendaklah kamu pulang. Itu lebih baik bagimu" (QS. An Nur : 28)

$ads={1}

Dan kadang mereka akan kembali lagi dua atau tiga kali di hari itu untuk mencoba bertamu lagi meskipun sudah ditolak sebelumnya. Ini mereka lakukan karena penolakan tuan rumah seperti itu menurut mereka biasa saja dan sama sekali tidak membuat hati mereka terluka. 

Namun itu adalah adat para salaf dahulu. Kalo yang umum di zaman sekarang, jika tuan rumah bersikap seperti itu maka yang ada tamu pun akan merasa tidak dihargai, merasa terhina, dan sakit hati tidak terima. Bahkan kadang ada yang bersumpah tidak akan bertamu kerumah itu lagi. 

Dan itu adalah adat para salaf ketika bertamu ke rumah saudara sesama mereka. Bukan cara mereka ketika bertamu kepada Ulama.

Adapun adat para salaf ketika mau sowan kepada Ulama maka mereka memilih untuk tidak bertamu ke 'ndalem' Ulama kecuali ada hal darurat. Kalo tidak darurat, hanya ingin sowan² urusan biasa saja, maka mereka akan menunggu di depan 'ndalem' sang ulama, tanpa mengetuk pintu, ataupun uluk salam, mereka akan menunggu hingga Kyai keluar rumah. Atau mereka akan menunggu di masjid, menunggu Kyai keluar untuk melaksanakan shalat di masjid. Atau menunggu di majlis ngaji Kyai. Intinya mereka tidak akan berani mengganggu Kyai saat beliau berada di 'ndalem' hanya untuk sowan² tidak penting banget, apalagi kalo hanya demi bisa selfi. 

Dan itu semua mereka lakukan karena demi memuliakan ilmu dan ulama. Sesuai dengan tuntunan Al Qur'an :

وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا حَتَّىٰ تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۚ

"Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka" (QS. Al Hujurat : 5) 

Dari kitab Qutul Qulub juz 1 hal. 279

Yang biasa menyimak ngaji Gus Baha' tentu tidak asing dengan keterangan di atas..

$ads={2}

Oleh: Ustadz Ahmad Atho

Demikian Artikel " Bedanya Etika Bertamu Kepada Ulama dan Selain Ulama "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama