Hukum Wanita Menghadiri Majelis Ilmu tanpa Mahram

HUKUM WANITA MENGHADIRI MAJELIS ILMU TANPA MAHRAM

Assalamualaikum

Saya mau bertanya, apa hukum nya wanita menghadiri majelis ilmu tampa mahram dan di luar balad (negara)?

Jawaban:

Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab VIII / 342 :

ﻭﺫﻫﺐ ﺁﺧﺮﻭﻥ ﺇﻟﻰ ﺟﻮﺍﺯ ﺍﻟﺴﻔﺮ ﺑﺪﻭﻥ ﻣﺤﺮﻡ ﺑﺸﺮﻭﻁ ﻳﻤﻜﻦ ﻣﻌﻬﺎ ﺃﻣﻦ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ﻭﺍﻟﻀﺮﺭ، ﻛﺮﻓﻘﺔ ﻧﺴـــﺎﺀ ﻭﺃﻣﻦ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻭﻫﻮ ﻣﺮﻭﻱ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﺴــــﻦ ﺍﻟﺒﺼـــﺮﻱ ﻭﻳـــﺮﻭﻯ ﻋﻦ ﺍﻷﻭﺯﺍﻋﻲ ﻭﺩﺍﻭﺩ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮﻱ وقول عند الشافعية ـ اهـ مجموع شرح المهذب ج ٨ ص ٣٤٢

artinya:Menurut sebagian ulama',diperbolehkan bagi wanita untuk mengadakan perjalanan dengan tanpa mahram,dengan syarat aman dari fitnah dan dengan syarat aman dari bahaya, seperti misalnya jika wanita itu bersama dengan teman-teman wanitanya,dan jika aman perjalanannya.Pendapat ini diriwayatkan dari Hasan Basri dan dari Awza'ie dan dari Dawud Adzdzoohiri.Dan pendapat ini termasuk kepada satu pendapat dari ulama' Syafi'iyyah.

- Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab VIII / 343 Syamilah :

فرع: قد ذكرنا تفصيل مذهبنا في حج المرأة. وذكرنا أن الصحيح أنه يجوز لها في سفر حج الفرض أن تخرج مع نسوة ثقات. أو امرأة ثقة، ولا يشترط المحرم ولا يجوز في التطوع وسفر التجارة والزيارة ونحوهما إلا بمحرم. وقال بعض أصحابنا: يجوز بغير نساء ولا امرأة إذا كان الطريق أمناً. وبهذا قال الحسن البصري وداود، وقال مالك : لا يجوز بامرأة ثقة: وإنما يجوز بمحرم أو نسوة ثقات. وقال أبو حنيفة وأحمد : لا يجوز إلا مع زوج أو محرم، قال الشيخ أبو حامد : والمسافة التي يشترط أبو حنيفة فيها المحرم ثلاثة أيام فإن كان أقل لم يشترط

$ads={1}

[ Sub Bahasan ] Kami telah merinci hukum wanita pergi haji dalam madzhab kita (Syafi'iyyah) :

1.Menurut pendapat yang shohih diperbolehkan wanita pergi haji wajib jika ditemani olah satu atau lebih perempuan yang tsiqoh (dapat dipercaya), tidak disyaratkan mahram dalam hal ini. Tidak diperbolehkan jika wanita bepergian dalam rangka haji sunnah, berdagang, ziarah, dan sebagainya kecuali didampingi oleh mahram

2.Menurut sebagian Ash-hab Syafi'iyyah diperbolehkan wanita bepergian sendirian jika aman dalam perjalanan, pendapat ini didukung oleh Al-Hasan Al-Bashri dan Dawud Adh-Dhohiri

3.Menurut Imam Malik tidak diperbolehkan wanita bepergian sendirian walaupun beserta satu perempuan tsiqoh(yang dapat dippercaya), yang diperbolehkan adalah jika wanita bepergian beserta mahram atau beserta beberapa perempuan tsiqoh(yang dapat dipercaya).

4.Menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad, wanita tidak diperbolehkan bepergian keluar kecuali bersama suami atau mahramnya.

Asy-Syaikh Abu Hamid Al Ghozali berkata : "Perjalanan yang disyaratkan oleh Imam Abu Hanifah dengan bersama mahram adalah perjalanan selama tiga hari, apabila kurang dari tiga hari maka tidak disyaratkan bersama mahram".

- Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab VIII / 342 :

قال أبوحامد : ومن أصحابنا من قال: لها الخروج بغير محرم في أي سفر كان واجباً كان أو غيره

Imam Abu Hamid Al Ghazali berkata:Dan sebagian dari ashaabusysyaafi'i berkata:Diperbolehkan bagi wanita untuk keluar dengan tanpa mahram,dan pada perjalanan apapun,baik pada perjalanan yang wajib atau pada perjalanan selain yang wajib.

- Kitab Majmu' VIII / 342 :

ـ (وأما) حج التطوع وسفر الزيارة والتجارة وكل سفر ليس بواجب فلا يجوز على المذهب الصحيح المنصوص الا مع زوج أو محرم وقيل يجوز مع نسوة أو امرأة ثقة كالحج الواجب

"Adapun untuk haji tathowwu'(haji sunnat), pergi ziarah, pergi berdagang, dan segala bepergian yang tidak bersifat wajib maka perempuan tidak diperbolehkan pergi sendirian menurut pendapat madzhab yang benar, yang sesuai nash kecuali bersama suami atau mahramnya, tapi menurut pendapat lain boleh wanita bepergian bila bersama satu atau lebih perempuan yang tsiqoh(yang dapat dipercaya) seperti halnya haji wajib".

- Al-Hawi Al-Kabir IV / 363 :

فَأَمَّا إِنْ كَانَ الْحَجُّ تَطَوُّعًا، لَمْ يَجُزْ أَنْ تَخْرُجَ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ، وَكَذَلِكَ فِي السَّفَرِ الْمُبَاحِ، كَسَفَرِ الزِّيَارَةِ وَالتِّجَارَةِ، لَا يَجُوزُ أَنْ تَخْرُجَ فِي شيءٍ مِنْهَا إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ، وَمِنْ أَصْحَابِنَا مَنْ قَالَ: يَجُوزُ أَنْ تَخْرُجَ مَعَ نِسَاءٍ ثِقَاتٍ، كَسَفَرِ الْحَجِّ الْوَاجِبِ، وَهُوَ خِلَافُ نَصِّ الشَّافِعِيِّ، وَقَالَ مالك: يجوز أن تخرج من الْفَرْضِ مَعَ نِسَاءٍ ثِقَاتٍ، لَكِنْ لَا يَجُوزُ أَنْ تَخْرُجَ مَعَ امْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ، وَقَالَ أبو حنيفة: لَا يَجُوزُ أَنْ تَخْرُجَ فِي الْفَرْضِ وَالتَّطَوُّعِ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ،(الحاوي الكبير ج ٤ ص ٣٦٣ )

Artinya:Adapun jika hajinya itu haji sunnat,maka wanita tidak boleh keluar kecuali bersama mahramnya.

$ads={2}

Adapun jika keluarnya wanita itu untuk perjalanan yang mubah, seperti untuk perjalanan ziyaroh,dan seperti untuk perjalanan karena perdagangan,maka wanita itu tidak boleh keluar kecuali bersama mahramnya.

Dan di antara ashabus syaafi'i ada yang berkata:wanita itu boleh keluar bersama para wanita yang tsiqot(yang dapat dipercaya),seperti di dalam perjalanan haji yang wajib.

Imam Malik berkata:wanita itu boleh keluar, karena sesuatu yang fardhu, bersama para wanita yang tsiqot(yang dapat dipercaya),tapi wanita itu tidak boleh keluar hanya bersama dengan seorang wanita.

Imam Abu Hanifah berkata:Wanita itu tidak boleh keluar,karena sesuatu yang fardhu dan karena sesuatu yang sunnat,kecuali bersama dengan mahramnya.

Kesimpulan :

1. Menurut pendapat yang shohih dalam madzhab Syafi'i perempuan yang mau pergi ke majelis ilmu itu tidak diperbolehkan bepergian sendirian kecuali disertai mahrom

2. Menurut sebagian Ash-hab Syafi'iyyah, Hasan Al-Bashry, Al-Auza'iy, dan Dawud Adh-Dhohiri diperbolehkan bagi perempuan yang mau pergi ke majelis ilmu itu untuk pergi ke majelis ilmu

dengan syarat aman dari fitnah dan bahaya seperti : banyak wanita yang menemani, dan aman perjalanannya. Wallahu A'lam

Sumber: FORUM KAJIAN FIQIH

Demikian Artikel " Hukum Wanita Menghadiri Majelis Ilmu tanpa Mahram "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close